Sinopsis My Absolute Boyfriend Episode 12 Part 1

Sinopsis My Absolute Boyfrien Episode 12 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... selamat membaca. Terima kasih sudah mampir di besoksore.com yaaa…

“Maaf Tuan, tapi sudah tutup. Bisakah anda pergi?” Ucap pelayan di kapal.

“Tapi pacarku belum tiba.”

“Begitu yaa… maafkan aku, tapi kami sudah tutup. Jadi, kamu tidak bisa naik kapal pesiar.”

“aku harus menunggu di sini.”

“Sudah kubilang, kami tutup. Kamu sangat aneh… kamu harusss…”

Kemudian, Da Da pun datang. Da Da langsung menarik tangan Young Gu.

“Kenapa masih menungguku?”

“Kita mestinya naik kapal pesiar hari ini. Selain itu, kamu bilang akan kembali.”

“Aku tahu. Tapi bagaimana kamu bisa menunggu bahkan setelah tutup? Kamu semestinya pulang jika orang itu tidak kembali setelah beberapa jam. Apa kamu bodoh? Kenapa kamu sangat bodoh? Kupikir hargamu 10 juta dolar. Kenapa tidak bersikap seperti hargamu?”

“Tapi kita bisa saling melewati dalam perjalanan. Kamu marah karena aku, pacar? Maafkan aku. Kamu yang seharusnya marah sekarang. Kamu seharusnya bertanya kepadaku alasan aku sangat terlambat dan tidak menepati janji serta memarahiku! Begitu sepertinya!” kali ini Da Da hampir menangis.

“Kamu mungkin sedikit terlambat. Tapi kamu sudah kembali.”

“Maafkan aku. Sungguh maafkan aku.”

“Jangan cemas, Pacar. Tidak apa-apa.”

****

Wang Joon pulang dan banyak diam. Ia hanya melihat cincin di dalam kotak.

****

Manager melihat Nam Bo Won. “Mungkinkah dia tunawisma? Tapi dia tidak nampak begitu menyedihkan. Dia bahkan tampak berpendidikan dalam beberapa aspek.”

Pak Ogah kemudian datang dan melihat keadaan manager.

“Kamu seharusnya lebih berhati-hati.”

“Maafkan aku. Kamu akan menganggapnya kecelakaan industri, ya?”

“Tapi, jangan diopname ya? Bagaimana kami mengantar Wang Joon ke tempat syuting tanpamu? Tidak ada yang mau menghadapi amarahnya. Kenapa kamu mencariku?”

“Kamu tahu sifatnya. Dia akan mengamuk jika kamu mencari supir sementara. Kupikir bos harus menggantikan aku.”

“Aku? Dia tidak mau mendengarkanku. Kamu mau aku menghadapi amarahnya? Aku tidak bisa!”

“Karena itu kamu harus melakukannya. Kamu yang terbaik yang kita punya.”

“Aku tidak bisa. Aku tidak mau. Tidak akan!”

Perawat pun datang dan memberitahukan bahwa Na Bo Won sudah menghilang.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Manager. “Apa maksudmu pasien menghilang?”

“Tadi dia ada di sini. Tapi menghilang saat aku pergi mengambil hasil x-ray.”

“Dia sedang sakit. Bagaimana bisa kabur?” Tanya Pak Ogah. “Apa dia mata-mata?”

***

Bo Won sudah tiba di taman dalam keadaan kesakitan.

“Aku bisa menghindari truk, tapi mobil van menabrakku. Apa ada yang salah dengan hidupku?”

Bo Won mengingat kisah dibalik ini. Jadi, dia digendong gitu sama manager. Manager super women juga ya? Wkwkwkkw.

Bo Won masih penasaran. “Siapa wanita itu? Apa dia menyelamatkanku? Aku tidak bisa mencari Young Gu dengan penampilan begini. bagaimana kabarmu Young Gu yaa… maksudku zero nine?”

****

Da Da makan di rumahnya.

“Kamu masak untuk pesta? Sup toge?”

“Terbuat dari toge yang kita beli di toko. Kutambahkan banyak bubuk cabai dan menjadikannya terasa pedas. Makanan pedas bagus untuk menghilangkan stres.”

Da Da pun memakannya. “Aku suka ini. Sungguh meredakan stres.”

“Makan dan cerialah, Pacar. Dan ini hidangan penutupnya.” Young Gu memberikan sesuatu. “Kupelajari istilah pedas dan manis di pasar swayalan tadi. Kudengar manusia ingin makanan manis setelah menyantap makanan pedas.”

“Ini menu lengkap dan sempurna. Makanan yang manis setelah yang pedas sungguh yang terbaik. Terima kasih untuk ini.”

“Apa yang harus kita lakukan besok? Kamu mau pergi ke suatu tempat?”

“Ahhh aku harus ke stasiun penyiaran besok untuk rapat.”

“Kukira kamu tidak bekerja sementara waktu.”

“Masalahnya aku ditawari bekerja dalam drama baru.”

“Benarkah? Bagus.”

“Aku ragu jika itu bagus atau tidak. Tapi aku akan tetap melakukannya. Aku tidak akan menghindarinya dan tidak akan kabur.”

Young Gu pun mengambil sesuatu di rambut Da Da. Kemudian, Da Da pun lanjut makan.

“aku kesal tiket itu sia-sia. Padahal gratis.”

“Ya. Benar. Aku sangat ingin naik kapal pesiar.” Ucap Young Gu.

“Kita bisa pergi melihatnya.”

****

Kemudian Da Da menunjukkan mainan. “Lihat, bagaimana menurutmu? Bagus, bukan?”

“Ini kapal pesiar kecil. Kamu membuatnye sendiri?”

“Ya benar. Kubuat saat masih kecil, jadi, ayah banyak membantuku.”

“Pacar. Kapal ini sangat mungil dan indah.”

“Terima kasih. Sejujurnya, saat kubuat ini.itu pertama kali ayah bilang bahwa pekerjaan tanganku terampil. Walau ini tidak bisa berlayar di laut atau mengarung di sungai.”

“Ikut aku. Aku akan mengapungkannya di air.”

“Bagaimana kamu akan melakukannya?”

Dan kalian tahu diapainnn?? Di tempel doang di layar laptop yang ada video lautnya. Hadeeeeeeeeehhhhhhh….

“Ahh ini seperti mengapung. Sungguh hebat.” Ucap Da Da. Padahal menurutku biasa aja. “Maafkan aku. Pasti akan menyenangkan jika kita sungguh naik kapal pesiar.”

“Tidak apa-apa. Ini cukup untukku. Aku bisa bersamamu.”

Mereka pun tatap-tatapan lagi.

“Kamu sungguh pemaaf.” Ucap Da Da. “Aku sangat kejam padamu, tapi kamu tetap sangat baik padaku seperti orang bodoh.”

“Tentu saja. Karena aku mencintaimu.”

Kemudian Da Da masuk kamarnya.

Sambung ke part 2 yaaa… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat