Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 7

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 7 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih yoooo guys. Hehehe.

Kakek pemilik pabrik makgeoli bicara pada karyawannya. “Bekerjalah dengan rajin karena akan mulai sibuk mulai bulan depan.”

“Baik.”

“Hari ini cukup pasa. Tuan, kerannya tidak berfungsi.”

Pabrik panik karena keran tidak mengeluarkan air.

***

Para karyawan menengok ke sumur. “Sumurnya kering.”

“Bagaimana ini? apa yang terjadi?” semua pun panik.

***

Berbeda dengan di del luna yang kebanjiran. Kim, Chan Sung dan Man Wol pun rapat mendadak.

“Sumur adalah sumber mata air utama daerah tersebut, jadi jika mengering, tidak ada makgeoli.”

Man Wol puyeng. “Kenapa kita dibanjiri air yang seharusnya dibuat untuk membuat makgeoli. Dindingku yang dicat indah akan basah. Akan meninggalkan bekas di dindingku. Bahkan mungkin akan berjamur.”

“Choi sedang memeriksa untuk melihat kamar mana yang ia tinggali.”

Chan Sung bicara. “Kita tidak bisa mengusirnya, tapi kita bisa meyakinkan dia untuk keluar. Aku akan pergi berbicara dengannya saat kita tahu di mana dia berada.”

“Apa kamu tahu berapa menakutkannya jika dewa marah?” tanya Man Wol. “Waktu itu, kita bahkan memberikan pengorbanan manusia demi menenangkan dewa.”

“Mungkin dewa tidak meminta. Tapi orang-orang melakukannya karena ketakutan.”

“Manager Ku kenapa kamu datang ke sini? Apa kamu tidak bertemu dengan Mago?”

Choi masuk. “Aku menemukannya. Dia tinggal di kamar ujung lorong di lantai 8.”

“Siapkan makanan dan minuman untuk membuat suasana hatinya bagus.” Ucap Man Wol.

“Dia bilang, dia tidak membutuhkan apa-apa. Kecuali satu. Dia ingin Manager Ku naik ke kamarnya.”

“Kenapa Ku Chan Sung?” Tanya Man Wol. “Aku sajang nim, aku naik.”

“Tidak, dia menginginkan manusia.”

“Apa dia ingin korban manusia sungguhan?” tanya Kim.

***

Man Wol keluar dan diikuti Chan Sung. “Mau ke mana?”

“Mau menangkap manusia. Dia mungkin marah karena manusia di kota ini. aku akan menangkap mereka, mengirim mereka dan membuat mereka meminta maaf.”

“Itu terlalu berbahaya.”

“Aku tidak peduli. Aku tidak ingin mengirimmu ke sana.”

“Aku membuka pintu untuknya, dia ingin mengucapkan terima kasih. Aku yakin dia tidak bermaksud jahat. Aku akan menemuinya.”

***

Yoona dan Ji malah pacaran anjay.

“Aku penasaran. Aku akan bertanya.”

“Bukankah biasanya orang bertanya, bolehkan aku bertanya?” ucap Ji.

“Siapa wanita tua yang kita lihat di rumah sakit? Kamu mengenalnya bukan?”

“Ya. Dia adalah adikku.”

“Apa? Adikmu? Wanita tua itu?”

“Dia mungkin sudah tua, tapi dia masih adik menggemaskanku yang bilang oraboeni saat memanggilku.”

“Oraboeni? Siapa namanya?”

“Hyung Mi, adik Ji Hyun Joong, Ji Hyun Mi.”

“Hyun Mi, aku harus mengunjunginya dan bertanya apa dia ingat oraboeni.”

“Tidak boleh. Jangan pernah. jangan mengunjunginya. Aku sungguh-sungguh.”

“Yak… apa menurutmu aku akan bilang sesuatu yang buruk pada adikmu? Aku menyukaimu.” Hiyaaa keceplosan. “Ahhh memalukan. Kenapa aku bilang itu di gunung yang penuh dengan hantu ini? aaauukkk aahhh..”

Yoona pergi. Baru beberapa langkah dia jatuh. Kemudian ia menemukan baju di tanah. Saat melihat ke depan. Sudah ada hantu pria dengan baju kotak-kotak ala jokowi.

“Ji, aku menemukannya.”

“Yoona, aku pikir orang itu tidak sendirian. Lihat.” Ada 6 guys.

***

Chan Sung dan Man Wol berjalan di lorong.

“Ini kabut tebal.”

“Jika kamu terlihat berani tapi sebenarnya ingin aku menghentikanmu, aku akan menghentikanmu kali ini. Ku Chan Sung, jangan masuk ke dalam. Kembalilah.”

“aku terlihat keren sekaramh saat kamu mencoba mengentikanku.”

“Lupakan bambang. Kamu itu penakut. Kamu tidak bisa terlihat keren. Kabur saja. Aku membantumu dan membiarkanmu pergi. Kenapa kamu kembali?”

“aku memberikanmu satu kesempatan lagi. Itu 1 2 3, tiga detik. Aku pasti datang.” Lagi-lagi Man Wol terdiam seperti dia yang ditelepon yang diam saja saat Chan Sung bilang akan kembali.

“Jangan tersenyum. Kamu membuatku marah.”

“Kamu bukannya marah. Kamu khawatir.” Chan Sung memegang bahu Man Wol, “Jangan khawatir. Dalam pengalamanku, para dewa menyukaiku. Itu pasti karena aku rapuh.”

Chan Sung mulai berjalan menuju kamar yang dimaksud. Seperti masuk ke dalam kabut. Kamar 813.  Chan Sung mulai mengetuk. Kemudian ia membuka pintu.

“Ku Chan Sung.” Man Wol mengikuti. Pintu sudah terkunci. “Ku Chan Sung. Jawab aku. Ku Chan Sung…

Lanjut ke bagian 8 yaa… klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!