Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 6  – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih ya sudah ngikutin sinopsisnya di sini. Selamat membaca.

Chan Sung bersiap akan pergi. “Kamu akan pergi?” Tanya Sancez.

“Ya. Aku pergi ke hotel.”

“Katanya tidak bisa pergi ke sana lagi.” Ucap Mira.

“Aku menemukan cara.” Chan Sung pergi bersama Pimpinan.

***

“Mira kamu aneh sekali. Kamu datang jauh-jauh ke sini karena Chan Sung. Kamu terus mengganggu kencan mereka. Kenapa kamu diam saja?”

“Aku hanya memutuskan untuk menyerah.”

“Apa?”

“Aku ingin membuat Chan Sung kembali kepadaku, tapi sepertinya aku harus menyerah setiap kali bertemu Jang Man Wol.”

“Kenapa dengan Man Wol? Karena dia kaya? Atau karena dia cantik?”

“Uangku juga banyak dan aku juga cantik. Aaahh tapi aku punya perasaan tidak sebanding dengannya. Aku ingin tahu apa yang salah denganku. Apa kamu berutang sesuatu kepadanya di kehidupan sebelumnya?”

“Itu mungkin. Kamu berutang banyak pada masa kehidupan ini juga,” Sancez jelas menagih…

“Aku akan membayar kembali semuanya. Aku juga akan mengadakan reuni alumni di restoranmu. Aaahh aku harus memeriksa obrolan grup.” Mira pergi.

“Aku juga anggota grup obrolan itu, dan aku yang mengumpulkan semua orang. Kenapa dia bertingkah seolah dia melakukan semua pekerjaan?” Sancez pun mengeluh.

****

“Apa kamu dari suatu tempat?” Tanya Choi pada Man Wol yang baru datang.

“Ya. Di mana semua barangku? Mereka belum datang?”

“Hyun Joong dan magang bertemu hantu dalam perjalan mereka ke sini. Mereka ingin membawa ke sini sebagai tamu.”

“Ahhh sudah kuduga. Mereka teralihkan dari tugas mereka.”

“Hyun Jong pasti tahu itu dari Manager Ku. Sesudah apa yang terjadi di kamar no. 13, dia tidak pernah tak acuh pada arwah gentayangan.”

“Ya. Kamu benar,”

*padahal Chan Sung nggak tahu Yoona dan Ji ketemu hantu. *ost lagi… kali ini all about you.  Saat Man Wol ingat bagaimana Chan Sung peduli dengan tamu.

“Chan Sung kamu pengecut dengan hati yang rapuh.”

****

Dan Chan Sung tbtb datang, masuk bersama Pimpinan. Man Wol sangat kaget.

“Mendiang Pimpinan datang ke rumahku. Jadi, aku membawanya ke hotel.”

“Dia bilang, dia bekerja untuk sebuah hotel yang jauh lebih hebat dari milikku. Jadi, aku berniat berkunjung. Tempat ini luar biasa.”

Man Wol menyembunyikan makgeoli yang ia bawa. “kamu di sini sebagai tamu, jadi, kami akan melakukan yang terbaik untuk membantumu merasa nyaman.”

“Biarkan aku membawamu ke kamarmu.” Ucap Choi. Kemudian Pimpinan pun pergi.

****

“Ku Chan Sung, kamu benar-benar mempermainkannya dengan cerdas. Kamu membujuknya untuk menemukan hotel dan mengikutinya ke sini?”

“Aku memang mengikutinya. Pimpinan menemuiku karena alasan lain,”

“alasan apa?”

Pimpinan yang baru pergi beberapa langkah menjawab. “Ku Chan Sung Sshi,  hubungi sekretarisku untuk selesaikan berbagai hal terkait lukisan itu. Mereka berniat membuat aula peringatan untukku. Mereka akan membeli lukisan itu.”

“Baik.”

“Lukisan apa?” Tanya Man Wol.

“Lukisan gunung baekdu yang kamu singkirkan karena kamu pikir terus menghalangimu.”

“Kamu bahkan tidak bisa menjualnya dengan harga seperempatnya!!!”

“aku tidak hanya menjualnya, harganya semakin tinggi karena Pimpinan meninggal.”

“Seharusnya kamu memberitahuu, maka aku tidak akan….”

“Kamu tidak akan menyingkirkannya. Terima kasih atas pesangonnya.”

“Kamu penipu.”

“Aku tidak menipu. Aku tidak mengira kamu akan meninggalkan lukisan itu ataupun aku.”

“Ayo kita bagi uangnya.”

“Tidak mau.”

“Dasar pencuri serakah dari Harvard. Oke, beri aku seperempat dari harga.”

“Tidak. Aku tidak menjualnya kecuali aku mendapatkan harga penuh. Kamu tidak tahu seberapa mahal itu saat kamu memberikannya kepadaku. Kamu pasti bangkrut. Kamu minum makgeoli.”

“sudah… keluar kamu….”

****

Chan Sung ada di lobi. “Aku akan menjual lukisan itu dan membawa uang tunai. Uang adalah cara terbaik untuk mendapatkan dia.” Wkwkwkwkkwkwwk berlaku buat hantu juga guys. Uaaaanggg di mana mana… aku juga suka uang.

Chan Sung melihat hantu sumur dan memberi salam. “Selamat datang.”

“Bolehkah aku masuk?”

“Tentu saja. Silakan masuk.”

“Manusia yang ramah. Terima kasih.”

Chan Sung melihat air di lantai. Saat hantu melewati Chan Sung. Basaaahhh deeehhh Chan Sung kek kesiram ujan tbtb.

Dewa sumur pun masuk dan basah di mana-mana.

**

Pimpinan ngobrol dengan Man Wol.

“Konglongmerat pasti memiliki dana rahasia yang tidak diketahui siapapun. Karena mereka kaya raya, mereka punya uang sehingga lupa memberi tahu orang-orang sebelum meninggal. Mungkin di rekening bank swiss, atau sebuah brangkas berisikan uang yang ada di ladang, atau semacamnya, kamu punya?”

“Entahlah.”

“Pikirkan baik-baik.” Kemudian Cangkir teh milik Man Wol mendadak meluapkan air yang banyak.

***

Man Wol keluar dan melihat hotelnya sangat becek. “ini air.”

Nona Choi lari dan melaporkan. “Sajang-nim kita dalam masalah. Sesuatu yang seharusnya tidak ada di dalam hotel, ada di sini sekarang.”

***

Man Wol turun dan hotel benar-benar kacau. “Hotel ini dibanjiri air. Ada apa ini?”

“Itu terjadi saat aku masuk. Dia bukan roh manusia. Dia adalah pengunggu yang menyamar di tubuh seorang pemuda.”

“Penunggu?” *man wol ingat kejadian di sumur. “Aku tahu itu. Bagaimana dia bisa masuk ke sini?”

“Area ini dikendalikan oleh Mago. Dewa-dewa lain tidak bisa masuk tanpa izin.”

Kemudian Chan Sung datang lagi dalam kondisi basah.

“Mungkin seseorang membiakannya masuk.” Ucap Man Wol yang melihat Chan Sung.

***

“Jujur, aku pikir itu hanya tamu biasa. Lalu siapa itu?” Tanya Chan Sung.

“Penunggu di sumur desa ini.”

“Penunggu? Maksudmu seperti penunggu seperti penunggu gunung dalam cerita rakyat kapak emas?”

“Benar. Dia penunggu sumur. Bagaimana kamu bisa membiarkan dia masuk?”

“Aku tidak tahu, aku belum pernah melihat hantu seperti itu. Bagaimana aku tahu dia bukan hantu biasa?”

“Itu semua karena hotel baru saja pindah. Dan karena Hyun Joong tidak ada. ini semua salahmu!!”

“Ya. Anggap saja semua salahku. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kusuruh saja dia keluar?”

“Kamu tidak bisa mengusir dia. Kita tidak bisa menyuruhnya keluar karena kita mengizinkannya masuk. Ckk… kita tidak punya pilihan kecuali melayaninya.”

“Kenapa penunggu meninggalkan sumurnya dan datang jauh-jauh ke sini?”

“Pasti ada sesuatu yang mengganggunya. Aahhh pasti akan ada bencana di luar sana karena tidak ada penunggunya. Aaahhh bambang palaku puyeng.”

Lanjut ke bagian 7 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!