Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih sudah mau ngikutin sinopsisnya dimarih…

Mas-mas muda yang membawa mobil dengan hantu di mobilnya ada di pom bensin.

***

Kembali ke Man Wol yang uring-uringan. “Ini adalah koktil yang paling disukai para tamu. Tears.”

“Apa kamu membuat ini?”

“Tentu. Mereka bermimpi hidup di sini sambil mabuk. Ini mungkin tetes air mata terakhir sementara mereka memimpikan hidup mereka.”

“Kenapa kamu menyebutnya dalam bahasa inggris padahal kamu seorang sarjana konfusianisme? Kamu berusaha terlalu keras untuk terlihat keren.”

“Apa kamu tahu membuat nama hotel del luna mempunyai nama megah dan penuh dengan kritik?” wkwkwk iya.

Man Wol minum. “EEEMMMM… koktail yang dibuat oleh hantu tidak enak. Aku dengar anggur beras terkenal di daerah ini. apa tidak ada makgeoli?”

“Kamu sendirilah yang bilang untuk tidak membawanya. Apa kamu lupa?”

“Sejak kapan kamu patuh dengan perintahku?” Tanya Man Wol. “Aku kehilangan nafus makan karena koktail ini.” Man Wol pergi.

Kim mulai mengeluh. “Dia tidak bisa berbelanja karena bosan, jadi dia bersikap temperamen kepadaku.”

****

Anggur besar boram nampak dikemas. Seorang kakek meminumnya. “Sangat enak.”

***

Nampak Man Wol sekelebat. Ia menaruh uang di tumpukkan botol anggur dan minum banyak sekali. Kakek tadi pun bingung kenapa botol berantakan dan ada uang.

***

Man Wol mabuk-mabukan di luar. “Ahhh tempat ini membuat anggur beras yang luar biasa. Aku penasaran apa ada sesuatu untuk cemilan? Apa ada lobak di sekitar sini? Ini akan terasa enak dengan lobak.

Man Wol menemukan sumur. “Tidak heran anggur beras terasa begitu enak.”

Di dekat sumur. Sesosok pria nampak seperti di film-film cina.

Man Wol memberikan hormat. Wkwkwkwkkw yaaak ampun, dia yang jadi Na Moo muda di Come and Hug Me, anjay, drama ini peran dadakannya bintang besar semua.

“Apa kamu pohon besar di balik bukit itu?” tanya hantu.

“Benar.”

“Aku lihat kamu sudah membangun rumah yang sangat bagus. Tempat itu pasti sanggarloka bulan,  tempat arwah datang untuk tinggal sebelum mereka pergi.”

“Benar. Aku pemilik tempat itu.”

“Aku penunggu sumur desa ini.”

“Desa ini punya sumur yang dilindungi dewa. Tidak heran air di sini tampak begitu enak. Aku bisa mendapatkan anggur yang enak berkatmu.”

***

Mira, Sancez dan Chan Sung berkumpul.

“Kamu dipecat? Apa gara-gara aku?” Ucap Mira.

“Mira apa yang kamu perbuat sampai Chan Sung menyebabkan banyak masalah di hotel?”

“Aku tidak ingat. aku ingat merasa sangat gembira karena hotel itu sangat bagus. Tapi aku tidak bisa mengingat hal lain setelah itu. Dan saat bangun, aku mabuk di taxi. Mungkinkah karena alkohol?”

“Mungkin begitu, kamu kan suka alkohol. Kamu mungkin mabuk dan menyebabkan masalah.”

Chan Sung bicara juga. “Bukan karena Mira. Aku dipecat hanya karena dia berpikir aku mengganggu. Aku harus menemukan cara untuk kembali.” Chan Sung pun masuk ke dalam rumah.

***

“kelihatannya Man Wol mencampakkan Chan Sung.” Ucap Sancez.

“Tapi mereka tidak berkencan.”

“Chan Sung menyukainya. Man Wol menginggalkannya dengan lukisan yang sangat mahal. Aku sudah melihat beberapa anggota dari klub kapal pesiarku melakukan hal yang sama. Tapi aku tidak berpikir Man Wol akan melakukan itu juga. Dia sangat jahat.”

“Apa kamu bilang lukisan harganya mahal?” *jangan bilang mau dicuri.

“Apa dia benar-benar harus memberinya lukisan Gunung Baekdu? Chan Sung akan merasa sangat sedih jika mendengarkan lagu kebangsaan.” Wkwkwkkwkwkw ngakak.

***

Chan Sung masuk kamarnya. Di dalam kamar ada Pimpinan pemilik lukisan dan harimau sebelumnya.

“Pimpinan…”

“Memang benar kamu memiliki kemampuan untuk melihat hantu.”

“Aku melihat di berita, bahwa anda sudah meninggal. Maaf tidak bisa mengunjungimu.”

“Aku ingin melihat lukisan ini untuk terakhir kali sebelum pergi. Apa harimau ada di dalam lukisan?”

“Harimau itu menghabiskan waktu yang nyaman di hotelku dulu, dan akhirnya pergi ke alam baka.”

“Hotel?”

“Hanya hantu sepertimu yang dapat mengunjungi hotel itu.”

“Kamu bekerja di hotel yang sangat menarik. Aku juga ingin pergi ke sana.”

“Kamu bisa pergi ke sana. Kamu bisa melihatnya dengan jelas.” *saat bulan purnama?

Lanjut ke bagian 6 yaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat