Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Untuk tahu link selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa.. terima kasih dan selamat membaca cuy.

Man Wol nampak sibuk mengacak-acak baju dari kopernya dan mengeluh. Kemudian, Nona Choi berkata. “Sajang-nim, aku mendapat telepon dari agen real estat. Dia bertaya apa kamu membayar pajak warisan.”

“Pajak apa?”

“Jika kamu tidak membayar itu, mungkin ada masalah dengan pajak pemindahan. Aku tidak begitu yakin apa yang dia katakan.”

“Bagaimana aku tahu?”

“Haruskah aku menghubungi Manager Ku?”

“Sudah. Bagaimana bisa kita menghubungi dia. Aaahhh apa ada hantu yang mengerti soal ini?”

***

Choi menunjuk salah satu tamu. “Dia dahulu bekerja di firma hukum terbesar di korea, Jang&Young. Kemudian dia meninggal karena kelelahan bekerja. Dia bilang dulunya dia pengacara yang sangat kompeten.”

“Benarkah?”

“Jang &Young, jadi apa masalahnya? Apakah ada masalah dengan pajak warisan?”

Dokumen diteliti. “mendiang No Jun Seok meninggalkan gedung untukmu, Jang Man Wol. Dan dia menyiapkan semua dokumenmu untuk membayar pajak warisan. Kamu bisa mengubahnya.”

“Dengan apa?”

“kamu tidak menyiapkan sesuatu?”

“Tidak tahu. Orang yang menyiapkan itu tidak ada. aku tidak tahu bagaimana dan apa yang dipersiapkan orang itu.”

Pengacara membolak balik dokumen lagi “Kamu berencana menjual tanahmu untuk membayar pajak-pajak itu. Dan kamu harus membayar pajak warisan pinjaman keamanan dan pajak pindahan. Ayo lihat.” Kalkulator pun dipakai. “Tidak ada yang tersisa banyak sesudah menjual tempat itu.”

“Kenapa? Itu tanahku. Katanya tempat itu sangat mahal. Jika kujual, kenapa tidak ada sisanya?”

“Begitulah cara kerja pajak. Kamu harus membayar pajak warisan dan menanggungnya.”

Dan hantu merasa pusing kemudian pingsan. Wkwkkwkw. Drama ini ada-ada aja.

“Dia meninggal karena kelelahan bekerja. Dia pingsan jika membaca apapun selama lebih dari lima menit.” Ucap Choi menjelaskan.

“Situasi konyol macam apa ini?”

***

Choi menghubungi broker real estat. “Omong-omong, bagaimana kamu tahu soal pajak warisan?”

“Aku datang untuk melihat bangunan. Dan aku bertemu seseorang bernama Ku Chan Sung. Dia bersamaku sekarang.”

“Di sana? Bisa aku bicara dengannya?” Choi mulai berbisik.

****

Choi bicara pada Man Wol yang kesal dengan dokumen-dokumen. “Sajangnim, kenapa kamu tidak bicara secara langsung? Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan.”

“Dan apa kamu pikir aku tahu?” wkkwkwkw.

Kemudian ponsel diserahkan pada Man Wol. “Hei, budongsan. Jelaskan secara ringkas dan sederhana. Berapa banyak yang akan kudapatkan? Jangan mencoba menipuku. Aku memiliki karyawan berbakat yang mendapatkan gelar MBA dari harvard.”

“Tapi kamu memecatku.” Ehhh Chan Sung yang bicara.

“Ku Chan Sung.”

“Kamu tidak tahu soal pajak warisan atau pajak pindahan bukan? Kenapa kamu memecat karyawan berbakatmu?”

“Kenapa kamu di sana? Apa kamu direkrut oleh si Budongsan?”

“Aku datang ke sini karena binging sudah dipecat secara tbtb. Kamu pasti menyesal memecatku. Jika kamu memintaku untuk kembali, aku bisa pergi ke sana.”

“Katakan ini pada Budongsan. Dia harus mengusir siapapun yang tidak terkait, dan kunci tempat itu dengan baik.”

“Baik. Aku mengerti.” Ucap Chan Sung. Telepon ditutup.

“Apa Manager Ku ada di sana?” Nona Choi pura-pura nggak tahu. “Ahh dia pasti mencari kita sepanjang malam.”

“Bahkan jika dia menelepon baik. Katakan padanya untuk menelepon saat dia sudah meninggal. Aaahhhhh Ji Hyun Joong dan Yoona memang sialan!!!! Periksa apa mereka sedang dalam perjalanan.”

“Baik.”

****

Ost diputar lagi. Can You see my heart lagi. Man Wol melihat sepatu belang yang ia belikan untuk Chan Sung.

“Kenakan sepatu cokelat norakmu,dan pergilah bekerja di hotel biasa. Ku Chan Sung.”

**

Chan Sung masih di del luna, pintu akan dikunci. Dan akhirnya Chan Sung pun pergi.

***

“Ahjussi di mana ini?” Tanya Yoona pada supir.

“Kita tersesat saat mengejar mobil lain.”

“bahkan GPS tidak mendeteksi jalan ini. di mana kita?”

Ahjussi mendadak berhenti karena ada hantu lelaki di depannya.

“Ajusshi, kenapa?”

“Aku melihat seseorang di jalan. Maafkan aku. Mobil ini tidak mau bekerja sama.”

“Tidak ahjussi, sepertinya kamu datang ke tempat yang tepat.” Ucap Yoona.

Mereka akhirnya keluar.

“Aku akan pergi ke jalan raya untuk bertemu dengan perusahaan asuransi.” Ucap Ahjussi yang kemudian pergi.

“Barusan ada lelaki bukan?” Tanya Yoona pada Ji. “Orang di mobil sebelumnya adalah perempuan. Ayo lihat.”

“Yoona. Sepertinya akan terlalu berbahaya.”

“Aku juga hantu. Aku juga mantan hantu.”

“Bukan itu. Apa kamu melihat pengemudi mobil itu?”

“Dia adalah seorang pria muda yang mengenakan kacamata hitam.”

“Ada arwah meninggal di mobil pria itu, dan saat kita mengejarnya. Kita menemukan arwah lain. Rasanya sedikit….”

“Apa kamu pikir mereka dibunuh oleh orang itu?”

“manusia lebih berbahaya daripada hantu.”

“Jika mereka meninggal dengan tidak wajar. Aku tidak akan membiarkannya. Aku pun mati dengan tidak wajar. Aku akan berhati-hati.”

“Maka kamu harus berjanji akan lari ke mobil jika melihat manusia. Mengerti?” Ucap Ji.

“Mengerti. Biasanya manusia yang takut hantu. Tapi, kita hantu yang takut manusia.”

“Benar. Dia terlihat seperti orang biasa.”

Lanjut ke bagian 5 yaaa… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!