Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaaa… terima kasih. Lanjut kisahnya, usai Chan Sung bilang ke Mago kedua bahwa dia naksir dengan Man Wol.

Man Wol, Kim dan Choi memandang sebuah tempat. “Jika sudah tua, setidaknya harus terlihat antik. Jika masih muda. Seharusnya terlihat menggemaskan. Tidak peduli seberapa banyak kulihat ini, terlihat sangat mengerikan.” Ucap Man Wol melihat hotel barunya.

“Ini adalah satu-satunya lahan yang bisa kita beli dengan dana kecil. Tapi ada pemakaman di atas bukit sana. Tanahnya gelap dan lembab, jadi sangat bagus.” Ucap Choi.

“Dan tempat ini airnya luar biasa, sehingga terkenal dengan anggur beras juga. Mengingat ketika kamu miskin dan kelaparan saat kamu menjalankan sanggarloka man wol.  Kamu selalu makan anggur beras dengan kimchi lobak, ingat? anggur beras ini dibuat di sini.” Ucap Kim.

“Berhentilah membicarakan masa lalu. Bangunannya terlihat sangat jelek. Aku mulai merasa miskin seperti dulu.”

“Bagaimanapun udaranya benar-benar segar, tidak ada debu halus di sini.”

“Debu halus, jika ada, kamu bisa menghirupnya?” tanya Man Wol. “Aku tidak percaya hantu membicarakan air dan udara segar. Baik… aku bisa abaikan bagaian luar. Semuanya sama begitu masuk ke dalam.”

Mereka pun mulai masuk ke del luna yang baru.

Yhaaa ternyata sama saja. “Lobi terlihat lebih kecil bukan begitu?”

“Terlihat sama. Itu hanya imajinasimu.” Ucap Choi.

“Orang-orang yang kamu kirim ke alam baka mulai mengeluh. Mereka tidak cukup puas, tentu saja kita jadi miskin.” Ucap Kim.

“Sebentar lagi pertengahan bulan jadi kita akan datang lebih banyak tamu. Kita juga memiliki lokasi yang bagus.” Choi masih berpikiran positif.

“Aku haus. Aku akan berada di kebun sambil memandangi pohon bulan. Bawakan sampanyenya.”

“Tidak ada sampanyenya, karena barang-barangmu belum tiba.”

“Apa??? Kenapa belum tiba? Apa mereka bermalas-malasan di tempat lain?”

“Kenapa kita tidak minum anggur beras sekali saja?” tanya kim. “Ayo kita mengingat masa lalu kita.”

“Barusan kubilang, jangan bicarakan masa itu. Kamu lupa apa yang baru saja kukatakan. Kim Sunbae, mungkin itu karena kamu lupa dendammu selama 500 tahun. Seperti ikan mas.”

“Ikan mas? Aku seorang sarjana yang lulus ujian negara. Aku bisa menjadi bangau yang anggun, bukan ikan mas.”

“Bagau?” Man Wol tertawa. “Baik ikan mas atau bangau sama-sama bodoh.” Man Wol pergi meninggalkan Kim yang sangat kesal.

***

Man Wol pergi ke pohon bulan, ada Mago pertama.

“Hei, aku kira mereka semua akan berguguran sesudah pindahan, tapi mereka masih ada.”

“Apa kamu memastikan bahwa Ku Chan Sung tidak bisa melihat arwah lagi?”

“aku memberinya obat. Jika dia memakannya, dia tidak akan melihat arwah lagi.”

“Benar. Baguslah.”

“kuikuti caramu karena kamu meminta dengan baik untuk kali pertama. Tapi yang putuskan meminum obat atau tidak, adalah dia. Apa yang akan dia lakukan?”

“Apa menyenangkan? Selagi aku baik. Biarkan aku meminta bantuan lain. Bisakah kamu gugurkan bunga-bunga ini?”

“Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Itu yang kamu rasakan. Bunga ini bermekaran karena kamu. Tunasnya terlihat sangat cantik. Aku akan merasa sangat bersalah jika bunga itu tidak bermekaran.”

“Jangan berharap. Aku tidak akan melihat bunganya. Jangan bermimpi melihat bunga di sini.” Man Wol kesal dan pergi.

***

Chan Sung ke del luna lama. “tidak ada yang berubah dari tempat ini ketika malam hari.” Chan Sung pun membawa obat dari Mago. Ia pun mengingat bagaimana jahatnya Man Wol.

Tapi, tbtb ada kunang-kunang hijau yang kemudian berbentuk manusia.

“Kamu mencari hotel? Hotel del luna sudah tidak ada lagi.” Ucap Chan Sung. Aku ingin membawamu ke sana, tapi aku…tidak bisa pergi ke sana lagi. Maaf.”

Hantu hijau kemudian berbentuk kunang-kunang lagi.

Lampu pun tbtb menyala. Ada seorang manusia datang.

“Apa kamu manusia?” tanya Chan Sung.

“Apa aku terlihat seperti hantu? Siapa?”

“Kamu?”

“aku dari kantor real estat. Aku datang untuk mengambil foto dan dijual ke situs web kami.”

“Dijual? Mereka akan menjual tempat ini?”

“Ya. Apa ada masalah?”

“Ya. Ada banyak masalah di tempat ini.”

Lanjut ke bagian 4 ya. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!