Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah menanti. Sabar yaaa guys, dibuat kok kalau bisa selesai hari ini sampai part terakhir. *doakan aja.

Kembali ke Man Wol dan Kim. “Beberapa staf naik bus ke alam baka. Kita akan rehat untuk sementara waktu.”

“Suruh para staf hotel juga untuk pergi ke alam baka.”

“Kenapa kamu bersikap seolah-olah akan menutup hotel? Kita sudah pindah ke tempat baru, sehingga perlu menemukan manager manusia baru.”

“Tidak usah. Kita punya Yoona, apa mereka memindahkan semua barangku?”

“Pintarnya, pilihan keempat (Yoona) memanggil jasa pindahan dan mengurus semua barangmu.” Kim akan masuk ke mobil di bangu penumpang.

“Kamu mau ke mana? Kamu harus mengemudi.” Ucap Man Wol.

“Aku pernah mengunggang kuda. Tapi belum pernah mengendarai mobil.” Wkwkkw ini jadul bgt.

“Kamu belum belajar mengendarai mobil selama 500 tahun?”

“Kamulah hantu aneh yang mengendarai mobil. Aaahh dasar.” Tuan Kim pun masuk ke mobil dan duduk di bangku penumpang di samping supir.

Saat Man Wol melihat Kim menggunakan sabuk pengaman. Man Wol mengingat Chan Sung yang dulu tersenyum melihatnya pakai sabuk pengaman.

“Aku suka ini mobil terbuka. Ini adalah kali pertamanya kunaiki pony-2 mu.”

“Sepertinya, kamu menyukai hal mewah.”

“Naik dan mari berangkat.” Ucap Kim. “Yeaaahhh….” Kim nampak senang.

“Yeaaahh palalo.”

Mobil melaju….

***

Kita ke Yoona dan Ji yang sedang menuju lokasi hotel baru.

“Tempat baru di pinggiran kota? Bagus. Seperti piknik.” Ucap Yoona senang.

“Apa?” Ucap supir yang bingung Yoona ngomong sendirian. Padahal ngomong sama hantu.

“Aku sedang bicara di telepon. Ikuti saja navigasinya.” Ucap Yoona pura-pura sambil memagang pelantang suara di telinganya.

“Aku lebih baik mendapatkan SIM untuk mulai bekerja.” Ucap Yoona.

“Fokuslah pada sekolahmu saja.” Ucap Ji. Duduknya di tengah-tengah. Wkwkwk.

“Liburan musim panas sudah dimulai. Aku juga akan segera lulus. Orangtuaku bilang akan membelikanku mobil jika aku kuliah. Aahh aku memiliki apartemen atas namaku juga. Aku akan punya rumah sendiri juga usai lulus.”

“Sulit bersama dengan orangtua Yoona bukan?”

“Aku hanya membalas dendam untuk Yoona jahat saja. Kamu mau minum?”

“Tidak.” Ucap supir. Wkwkw.

Yoona melihat pada mobil di sebelahnya yang melaju. Ternyata ada hantu di dalamnya.

“Kenapa?” Tanya Ji.

“Ada seseorang wanita di dalam mobil di depan mobil kita.”

“Jangan lihat. Dia bisa berbahaya bagimu.” Ji menutup mata Yoona.

Tbtb radio berbunyi… “Bantu aku… bantu aku…”

Ji berkata. “Ada banyak arwah dalm hidup ini. jangan terlalu khawatirkan mereka.”

“Aku seharusnya menjadi manager di del luna. Ayo ambil arwah itu sebagai tamu kita.”

*Yoona meminta ahjussi ngebut dan menyalip mobil di depannya.

“Kamu akan mendapatkan masalah dengan Jang Sajang. Kamu bahkan bukan manager hotel.”

****

Chan Sung datang ke tempat Mago lagi. Mago kedua yang menjual obat.

“Apa kamu mencari hotel del luna?”

“Kamu sudah tahu? Hotel del luna pindah. Kamu pasti tahu ke mana pindahnya.”

“Jika aku tahu, apa kamu akan mencarinya lagi? Kamu hampir meninggal karena Jang Man Wol. Aku dengar kamu mendekap kutukan kuat itu. Jika kamu tidak melepaskannya, jiwamu akan terluka.”

“Jang Man Wol melindungiku. Aku baik-baik saja.”

“Berkatmu, jang man wol baik-baik saja. Kamulah yang melindunginya. Unnie memilih orang yang tepat. Jadi, terus lakukan perkerjaan baikmu.”

“Apa aku dikirim ke hotel untuk tujuan itu? Ketika nasib buruk datang padanya dari masa lalu, apa aku harus menghalanginya?”

“Kamu berhasil menjalankan misimu, kenapa harus marah? Apa kamu merasa kasiahan pada Man Wol yang kamu lihat dalam mimpimu?”

“Benar. Aku marah karena kamu memujiku karena tidak memihak. Man Wol menelentaranku karena menghalangi jalannya. Apa kamu menyuruhku untuk terus mengalangi jalannya?”

“Bagus untuk memihak. Menghambat itu tidak bagus. Semua orang ingin berperan sebagai “pendekap” dan menghiburnya. Peran lusuh penghalang, bertahan, dan memohon hanya bisa dilakukan oleh orang yang baik.”

“Jangan melebih-lebihkan. Aku tidak ingin mengambil peran yang tidak diinginkan siapapun. Aku bukan orang baik.”

“Begitukah? Maka, kamu bisa berhenti.” Mago memberikan sesuatu. “Makan ini saja.” Chan Sung membukanya.

“Apa ini?”

“Obat itu akan menghilangkan kemampuanmu melihat hantu. Kamu tidak akan bisa melihat del luna lagi.”

“Maksudmu, aku tidak bisa melihat mereka semua?”

“Dia menelantarkanmu juga. Aku harus memberimu kesempatan untuk menelantarkannya juga. Terkadang, kita bisa sangat adil.”

“Aku datang ke sini untuk menemukan dia. Tapi kamu memberi cara untuk tidak pernah kembali.”

“Hasil tidak pernah diberikan oleh para dewa. Hasil dibuat oleh manusia. Hasil selalu sama.”

“Terima kasih telah memberiku ini.”

“Makan sekarang. Tanpa membayangkannya.”

“apa kamu pikir aku tidak akan memakannya sesudah membayangkannya? Karena aku adalah orang baik? Sudah kubilang,  aku tidak cukup baik untuk menjadi sukarelawan hanya untuk mengambil peran yang buruk. Aku hanya masih ragu, karena dia adalah orang yang aku sukai. Memeluk dan menghibur, tidak cukup baginya. Dia wanita yang buruk. Dia menelantarkan aku karena aku menghalangi jalannya. Bahkan jika kembali, dia tidak akan menyambutku. Dan tidak pernah tahu kapan dia akan melakukan hal membahayakan kembali.”

Chan Sung menutup kembali kotaknya. “tapi aku akan pikirkan jika aku sangat menyukainya, aku bisa berlari kembali dan memohon padanya untuk menerimaku.”

Eaaakkk… suka sama hantu cuy. Chan Sung pun pergi.

Lanjut ke bagian 3 yaa…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *