Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 9 Part 1 – Halooooo guys, sudah hari minggu dan hari ini adalah hari raya, saya ucapkan selamat hari raya buat yang merayakan. Kalau mimin, abis nyuci baju dan makan. Jadi, terima kasih sudah sabar menanti yaa. link selengkapnya ada di tulisan yang ini. sedangkan episode sebelumnya ada di sini.

Pada episode sebelumnya, Chan Sung datang ke del luna yang sudah jadi bangunan biasa. Chan Sung yang keluar del luna pun bertemu dengan anak kecil yang ngejer bola, kedua orangtuanya bahkan baru menyadari ada bangunan macam itu di jalan itu. So, intinya adalah del luna lama sudah menjadi bangunan biasa.

“Kamu bisa lihat itu?” Tanya Chan Sung pada anak kecil yang mengambil bola. Anak kecil itu pun mengangguk.

Tak lama, ortu anak tadi membawa anaknya. “Aku tidak menyangka ada tempat ini di Myeong dong.”

Dan diam-diam, Ahjussi Kim dan Man Wol mengintip Chan Sung lewat teropong yang mereka gunakan. *dan anjay… ada ost baru lagi, tunggu updateannya di telegram yaa.

“Manager Ku pasti sangat bingung.” Ucap Kim. “Dia sudah bekerja bersama kita. Bukankah kamu setidaknya meninggalkan pesan?”

“Alih-alih meninggalkan pesan, kuberi sesuatu yang lain. Kuberi dia uang pesangon dan pemberitahuan pemecatan.”

Maksud Man Wol adalah dia memberikan lukisan gunung baekdu.

“Sepertinya kamu hanya menganggapnya manusia ke 99 yang bekerja untukmu.” Ucap Kim.

“Tidak. Ku Chan Sung istimewa. Aku benci menjadi lemah hati. Aku berusaha menjadi lebih kuat.”

“Aku belum pernah mendengar kata-kata sentimental darimu. Ini yang pertama dalam 500 tahun.”

“500 tahun? Apa sudah selama itu kamu meninggal? Apa yang kamu lakukan di sini selama 500 tahun?”

“Aku seharusnya tidak mendengar itu dari hantu yang sudah dua kali lebih lama di sini.” Wkwkwkk Pak Kim sa ae.

“Aku tidak bisa pergi karena terikat dengan Pohon Bulan.” Ucap Man Wol.

“Aku tidak bisa pergi karena masih punya rasa malu untuk dibersihkan di dunia ini. aku tidak bisa menghadapi leluhurku di alam baka seperti ini.”

“Bahkan jika kamu pergi ke alam baka, kamu tidak bisa bertemu dengen leluhurmu. Mereka pasti sudah bereinkarnasi berkali-kali. Kamu tidak perlu khawatir.”

“Aku bisa tetap di hotel dan terus khawatir. Tapi apa Jang Sajang, kamu bisa baik-baik saja seperti ini? apa kamu akan baik-baik saja melepaskan kesempatanmu pergi ke alam baka melalui Manager Ku Chan Sung?”

“Aku tidak akan menyerah begitu saja. Kedepannya, cobalah untuk mempercapat dan menjaga rasa malumu yang tersisa dalam hidup ini. tidak ada banyak waktu. jika tidak bisa kamu selesaikan, naiklah ke alam baka dengan bus tanpa penyesalan. Bagaimana dengan para tamu? Sudah kamu kirim dengan baik?”

“Kita memindahkan mereka dengan batuan malaikat maut. Meskipun ada beberapa kebingungan karena mendadak.”

Jadi beginihhhhh…

Orang-orang berbaris. Akan memasuki bis. Kim memberikan pengumuman. “Kalian yang tidak memiliki penyesalan bisa pergi sekarang. Lewat bus sebelah sini. Kalian yang tidak bisa pergi karena penyesalan,  harap berjalan di sebelah sini.”

“Tidak boleh bingung. Sesudah naik bus, kamu tidak bisa kembali.” Ucap Malaikat maut.

“Apa kamu akan pergi ke alam baka?” tanya Kim pada ahjumma yang tadinya jadi pegawai di del luna.

“Anak tertuaku kuliah dan baik-baik saja sekarang. Aku akan pergi sekarang.” Ahjumma memberikan semacam bulatan kunci.

“Kamu ada untuk membangunkan putramu dalam mimpinya setiap pagi. Syukurlah kamu akhirnya pergi. Semoga perjalananmu menyenangkan.” Ucap Kim.

Tibalah pada ahjussi hantu kopi yang masih bingung. “Soonim, kamu harus mengantri.” Ucap Choi.

“Aku tidak bisa memutuskan apa akan pergi ke alam baka atau tinggal di sini.”

“Apa kamu menyelesaikan novel yang sedang kamu kerjakan?” Tanya Choi.

“Tidak. Tidak bisa kuselesaikan saat masih hidup. Sepertinya tidak bisa kuselesaikan juga saat sudah meninggal. Aku lebih baik pergi.” Eehhh baru 2 langkah bingung. “Haruskah aku tinggal dan menulisnya?”

Tuan Kim pun mulai bisik-bisik pada Choi. “Tamu ini tidak bisa mengambil keputusan,”

“Dia tidak akan bisa pegi. Bukannya tidak bisa menyelesaikan novelnya. Dia hanya bisa pergi saat menyerah atas apa yang tidak bisa dia lakukan.”

“Bus ini menuju alam baka. Kalian tidak bisa kembali.” Ucap Kim memberikan pengumuman lagi.

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

*Sabar cuy… yang ngerjain cuma seorang.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!