Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah mengikuti sinopsis di sini ya. Adegan beralih ke tempat makan roti isi.

“Hotel membuka taman hiburan?” Tanya Yoona pada Ji.

“Ya. Kamu harus melihatnya.”

“akan menyenangkan pergi ke sana bersama pacarku.”

“Apa kamu punya pacar?” Tanya Ji.

“Dari rumor, aku punya satu di setiap sekolah.”

“Kamu punya. Baguslah. Kamu punya teman sekarang. Teruslah belajar, dan datang ke kelas tepat waktu.”

“Sudahlah… sekolah? Itu membuat bodoh.”

“Apa salahnya menyuruhmu giat belajar di sekolah? Alangkah bagusnya giat belajar. Dan menjadi dokter keren seperti pacar manager.” *nunjuk ke Mi Ra dan temannya yang lagi jajan.

“Sajang nim bilang kepadaku untuk mengawasinya, dan juga untuk mencari tahu yang orang pikirkan tentangnya.”

Yoona menulis bahwa Mi Ra suka dengan bawang. Eeh salah tulis mau nulis bawang aja tuh. Ji protes Yoona salah tulis.

“Sajang nim lebih baik dari dugaan. Dia juga perhatian pada orang terdekat Manager.”

“Apa kamu berpikir dia benar-benar baik? Bisakah kamu bersikap baik pada pacarku?”

“Kenapa? Apa pacarmu jahat?”

“Benar. Pacarku kejam dan benar-benar bodoh.”

***

Dan ini adalah obrolan Mi Ra dengan rekannya di jalanan.

“Apa han sunbae baik-baik saja?”

“dia membuatku takut sampai mati setiap malam. Kemarin, dia bernyanyi di ruang kerjanya.”

Mereka pun masuk.

Dari belakang, Yoona dan Ji mengikuti.

“Kamu mau masuk?” Tanya Ji.

“Ya. Aku akan punya sesuatu untuk dilaporkan kepada Sajang-nim.”

Ji dan Yoona pun melihat sesosok hantu ada di lantai 2.

***

Sancez ada di tempat kerjanya. “Aku meminjamkan keramik dinasti qing kepada Mi Ra. Sebenarnya, dia memintaku untuk meminjamkannya sesudah dia mengambilnya.” Dihhh nyolong.

Chan Sung berkata. “Sesudah dijual dan semua uang digunakan, kamu tidak akan mendapatkannya kembali. Aku akan bantu mengambilkannya.”

“Tidak apa. Jika dia tidak membayar, aku akan mengambil gajinya. Kamu tidak bisa melakukannya. Tapi aku bisa.”

“Aku seharusnya mengambil gajinya atas semua orang yang dia ambil dariku.”

“Kamu bilang akan tinggal sebentar di hotelmu. Ayah Veronica baru baru ini mengambil alih sebuah hotel di Sydney. Dua restoran ayahku akan buka di sana. Hotel bintang 5. Apa kamu ingin bekerja di sana?”

“Aku tidak punya niat untuk pindah dari hotel tempatku bekerja sekarang.”

“Apa ada alasan khusus kenapa kamu tinggal di hotel milik Man Wol? Kamu punya latar belakang karir yang baik, dan kamu suka pamer. Tapi ini hotel tanpa nama dan kartu nama yang jelas. Kamu selalu bekerja lembur di sana. Aku pikir itu sangat aneh.”

“Sancez, apa kamu pikir aku bekerja di hotel biasa? Hotelku punya fasilitas berkelas. Para tamu sangat istimewa. Kamu bahkan tidak dapat membayangkan betapa istimewanya mereka. Hanya ada 1 kekurangan. Dan aku tidak bisa membual soal itu.”

“Aku pikir kamu mampu bertahan di hotel jelek itu karena memiliki perasaan kepada Jang Man Wol.”

“Apa maksudmu?” Chan Sung keselek.

“Ketahuan kamu.”

“Hyung terlihat ramah, tapi tidak ramah. Kamu lambat tapi tajam.”

“Benar. Aku terlihat seperti pemilik tempat pizza. Tapi aku seorang chaebol, bukan? Veronica sekarang sepenuhnya mencintaiku. Aku akan memberikanmu banyak minuman,”

Sancez pergi mengambil soda.

Chan Sung mendapatkan panggilan telepon dari Mi Ra. “Mi Ra, kamu menjual keramik milik Sancez?”

“Ahh Chan Sung ah.. apa ada kamar yang tersedia di hotelmu saat ini?”

****

Kembali ke Ji dan Yoona yang masih melihat hantu.

“Aku tidak bisa mengambil foto hantu.” Ucap Yoona.

“Kamu bisa, jika kubuat diriku terlihat seperti yang kulakukan di sekolahmu. Mungkin aku tidak bisa melakukannya dengan lama.”

“Lakukan sekarang.” Eehhh malah foto-foto.

Tbtb Chan Sung datang.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Kami mengikuti pacarmu.”

“Mi Ra?”

“Aku menyuruh mereka.” Man Wol muncul dengan gaun merah.

“Apa kamu ingin mengirim hantu untuk menyiksa Mi Ra?” Tanya Chan Sung pada Man Wol.

“Aku pikir kamu tidak peduli. Tapi sepertinya kamu khawatir aku melakukan sesuatu kepadanya. Apa kamu datang untuk menjaga rumah kekasihmu?”

“Ini bukan rumahnya. Ini rumah seniornya. Mi Ra tinggal bersamaku.”

“Dengan Sancez? Aahhh,,, jadi, kalian hidup bersama.”

“Apa kamu akan terus mengikutinya?”

“Aku hanya ingin tahu seberapa baik kehidupan yang dimilikinya.” Man Wol pergi.

“Kamu mau ke mana? Kita harus mengambil hantu.”

“Aku tidak meletakkannya di sana. Aku bahkan tidak tahu kamu tinggal bersamanya. Jika aku tahu, aku akan melepaskan 108 hantu.”

“Tidak penting. ada hantu di rumah ini. ayo bawa dia ke hotel. Sajang-nim….”

“kamu memanggilku sajang-nim saat kamu menginginkan sesuatu dariku. Cihhh…”

****

Chan Sung  masuk ke dalam rumah. Bertemu dengan Sunbae dari Mi Ra dan yang lainnya.

“Aku mendengar dari Mi Ra. Bahwa kamu terus mendengar suara aneh dan melihat hal aneh. Anda ingin tinggal di hotel sementara waktu, bukan?” Ucap Chan Sung.

“Orangtuaku memberiku rumah yang mereka tinggali ini. rumah ini sudah tua.” Ucap perempuan pemilik rumah.

“Sunbae, aku sudah menceritakan semuanya. Kamu bilang, kamu tidak bisa tidur sesudah pindah.” Ucap Mi Ra pada Sunbaenya. Kemudian Mi Ra bicara dengan Chan Sung. “Kami bisa pergi ke hotelmu. Kamu tidak perlu datang.”

“Aku datang untuk melihat bagaimana keadaan para tamu. Kami tidak menerima tamu biasa.” Ucap Chan Sung. Tapi kamera menyorot pada Man Wol yang melihat figura.

“Itu sebabnya sajangnim mu ikut?” Tanya Mi Ra.

“Ya. Kalian hanya dapat datang ke hotel kami saat kalian mendapatkan undangan dari sajang-nim.”

Man Wol berkata saat melihat-lihat foto. “Ada banyak dokter di keluargamu.”

“Hotelmu pasti dijalankan dengan semacam keanggotaan. Kami hanya butuh hotel biasa.” Ucap Sunbae yang perempuan.

“Lakukan saja.” Ucap Man Wol kemudian pergi tapi Chan Sung mencegahnya pergi.

“Sajang nim, kita harus membawa tamu ke hotel.”

“Lupakan. Apa aku harus mengurus hantu di rumah ini?”

“Ini rumah teman-temanku.”

“Aku tidak suka teman-temanmu, aku tidak suka kamu adalah teman mereka.”

Kemudian ada suara lagu….

“Apa ini suaranya?” tanya Chan Sung.

“Apa kamu mendengarnya juga? Kami tidak gila bukan?”

“Kami memiliki layanan khusus di hotel kami. Terimalah layananya.”

****

Chan Sung dan Man Wol naik ke lantai atas.

“Namanya Gyeong Ah dan dia mengenakan gaya retro. Dia sedang menunggu dokter. Mungkin dia mencari ayah yang meninggal di rumah ini?”

“Entahlah.”

“Jika dia melihatmu, dia bisa kabur. Aku akan masuk dahulu.”

“Apa kamu tidak takut?” Tanya Man Wol.

“aku kan punya kamu,” eeekkk.

Chan Sung pun membuka pintu kamar.

Lanjut ke bagain 5 yaaa…  klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!