Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys sudah mengikuti sinopsis dimarihhh,..

Mi Ra mendapatkan tasnya kembali atas bantuan supir bus. Ia pun memeriksa. “Bagaimana bisa ada di bus? Aahh fotonya tidak ada.”

***

Foto itu sedang dipandangi Man Wol.

“Taman hiburan. Kelihatannya Lee Mi Ra bahagia.”

Man Wol keluar karena mengira ada Ku Chan Sung. Ternyata yang datang Choi Siljang.

“Manager menyuruhku untuk menyiapkan ini. dia cukup khawatir saat kamu tidak kembali. Sesudah menghilang tanpa kata.”

“Aku menjumpai seseorang. Jadi, perlu waktu untuk berpikir.”

“Saat dia khawatir, kuceritakan alasan kamu tidak punya alasan selain kembali ke hotel.”

“Begitukah? Di mana Ku Chan Sung berada?”

***

Chan Sung ada di atap gedung dan Man Wol datang.

“Kamu baik-baik saja? Temanmu, aku menjatuhkannya ke dalam air. Apa dia mati?”

“Dia baik-baik saja.”

“Sayang sekali. Kenapa kamu diam dan tidak bertanya? Kenapa aku menjatuhkannya dan apa yang kulihat di wajahnya? Kamu seharusnya memberikan banyak pertanyaan, memarahi, dan menghentikanku.”

“Jika aku mengentikanmu. Apa itu akan berhasil? Aku benar-benar tidak tahu. Kamu sebut dirimu orang jahat. Dan melihat kamu terjebak di sini lebih dari 1000 tahun. Sepertinya itu bukan sesuatu yang mudah. Saat kulihat kamu di dalam mimpiku, kamu hanyalah orang yang sedang jatuh cinta. Jadi, apa yang terjadi barusan?”

“Apa?”

“Kemana kamu pergi setelah menelantarkanku? Tidak ada yang bisa kamu lakukan dengan kartu kreditmu.”

“Aku tidak membutuhkanmu dan kartu kredit untuk bersenang-sennag. Aku menghadiri pesta dansa dan makan enak di pesta.”

“Pesta dansa?”

“Ya. Menari dengan mereka yang punya kapal pesiar.”

“Dan kamu pergi ke sana sendirian? Kamu bisa mengajakku.”

“Jika kamu ada di sana. Sepertinya akan bagus.”

“Kedepannya, apa pun yang menghibur kita akan lakukan bersama. Selalu lebih bagus berbagi pengalaman menyenangkan. Pemandangan jauh lebih baik sekarang, karena aku memiliki teman.” Ucapan Chan Sung kayak Ko ttg kunang-kunang ya. “Aku tidak peduli tempat ini penjara atau pagar untukmu. Aku akan berada di sini bersamamu.” Ihhhh kalau ada yang bilang begini. apa nggak klepek-klepek?

<<<<<<

Malam hari yang seram. Di sebuah rumah, tbtb piringan hitam berputar dan mengeluarkan musik.

Pemilik rumah malah mengambil piringan hitam dan menghancurkannya.

Sayangnya. Piringan hitam lainnya yang menyala. Kemudian hantu muncul.

“Seonsengnim… sedang turun hujan. Aku selalu senang setiap kali turun hujan. Karena aku akan bersamamu.” Hantu sangat senang.

“Aku bukan doktermu.”

“Tetaplah bersamaku sampai lagu terakhir.”

Eehh malah nyanyi. “Di pantai biru. Kamu menggapai tanganku yang gemetaran… dengan mata berbinar.”

Lampu menyela. Seorang perempuan masuk.

“Yeobo.”

Lelaki itu pun pingsan.

****

Chan Sung baru pulang pagi-pagi. Ia bertemu dengan sancez dan koper di samping sancez. “Apa itu?”

“Kamulah yang bilang dia harus tinggal di sini bersama kita.”

“Aku? Kepada siapa?”

“Aku?” Ucap Mi Ra sambil gosok gigi.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku takut sendirian. Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.”

“Apa yang terjadi?” tanya Chan Sung.

“Aku menemukan dompetku yang hilang di bus. Padahal aku tidak pernah menaikinya.”

Sancez berkata. “Tunggu. Artinya, si tas naik bus sendiri?” wkwkw.

“Kalian berdua, saat di rumah, aku ingin beristirahat dengan hal yang berbau supernatural.”

“Tapi ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.” Ucap Mi Ra.

“Seseorang pasti mengambil dompetmu dan menginggakannya di bus. Apa kamu kehilangan uang atau kartumu?”

“Aku tidak pernah membawanya. Makanya, Sancez pinjami aku uang.”

Sancez malah pergi. Wkwkkw.

“Aku akan membiarkannya tinggal di sini untuk sementara,”

***

Di del luna, Ji bicara dengan Man Wol.

“Kamu akan membuka taman hiburan hotel lagi?” Tanya Ji.

“Ya. Seseorang tampaknya memiliki beberapa kenangan indah dari taman hiburan.”

Mereka berjalan menuju ruangan.

“Siapapun orang itu, dia akan bersenang-senang di sini.” Ucap Ji.  “Jadi, kapan tamu itu akan tiba?”

“Bawa dia dengan hati-hati.”

“Baik. Jadi ke mana kamu mengirim Kim dan Choi?”

“mencari tanah.”

***

Kim dan Choi benar-benar mencari tanah.

“Di sini menakitkan dan penuh dengan energi negatif. Tidak ada bangunan di jalan juga. Aku suka tempat ini.”

“tidak ada pusat perbelanjaan atau restoran dalam 15 menit berkendara. Sajang-nim tidak akan menyukainya.” Ucap Choi. “Ayo pergi dan ke sauna sebelah.”

“Kenapa tbtb mencari untuk membeli tanah? Kelihatannya, Sajang Nim tidak bisa melunasi tagihan kartu kreditnya.”

“Benar. Dia harus menjual tanah yang dimilikinya.”

“Tidak mungkin. Sajang-nim menyukai tempat itu. Sebuah departemen store dan restoran ramen berada dalam jarak cukup jalam kaki saja. Mungkin karena Chan Sung cukup ketat tentang masalah uang dan itu membuatnya mendadak menjual tempat itu?”

“Sajang nim memilih tempat itu sesudah banyak pertimbangan,  tidak mungkin dia menjual tempat itu. Ayo pergi.” Ucap Choi.

Dan di dalam bangunan pun ada hantunya.

Lanjut ke bagian 4 yaa. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!