Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 8 Part 1 – Setelah mati lampu kemarin dari jam 11 siang sampai jam 2 malam. Saya agak kesulitan saat buat sinopsis episode ke 7 karena gelap-gelapan begitu. Hahahha. Mana batery laptop udah mau abis. Jadilah saya ngga banyak komen. Hanya brbr untuk menyelesaikan yang ada saja.

Yhaa… tempat tinggal saya udah gelap di mana-mana. Bahkan jaringan internet mendadak buruk. Pagi ini pun isi pulsa aja susahnya ampun, karena masih maintenance.

Lalu, sekian saja curhatnya. Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih buat kalian yang setia nungguin sinopsis di besoksore.

Kita kembali ke zaman 1000 tahun lalu. Nampak pesta dengan lampion merah dan musik tradisional. Lampion-lampion pun diterbangkan.

Putri dan Ko memakai gaun pengantin merah. Mereka berdua saling tersenyum. Nampak bahagia sih.

Hingga Man Wol mencoba menyelinap penjagaan dan menggunakan pedangnya. Man Wol banyak menelan korban dengan membunuh para penjaga.

***

Tak cukup itu, Man Wol masuk ke kamar pengantin. “Ko Cheong Myung” Ucap pengantin perempuan.

Eehh yang masuk adalah Man Wol. Man Wol nampak penuh dengan amarah, “Kamu nampak bahagia, Putri.”

Pedang mulai ditodongkan. Putri nampak tidak takut tapi marah. “Kenapa kamu ada di sini?”

“Kenapa? Kamu pikir aku datang untuk memberi selamat atas pernikahanmu?”

“Seharusnya aku tidak menunjukkan belas kasih padamu saat itu.”

“Senyum lebar yang di wajahmu tadi sangat indah. Sangat disesalkan. Mempelai pria tidak akan pernah melihatnya lagi. Sebagai gantinya, aku akan menggantikanmu. Meski mungkin tidak akan seindah itu.”

*prang…. satu kali tebasan kek samurai x. Putri pun langsung tumbang. Gambar memburam. Yang ada hanya pucuk teh harum pedang yang dipenuhi dengan darah.

>>>

Kembali ke pinggir laut, diantara kapal pesiar yang mewah. Di mana Mi Ra makin mendekat.

“Dia temanku. Entah bagaimana dia tahu aku ada di sini.” Ucap Chan Sung.

“Ku Chan Sung. Kamu memanggilnya ke sini.”

“Maaf karena membuatmu tidak nyaman.”

“Itu sebabnya kamu datang. Sejak awal. Mereka membiarkan hal ini terjadi.” *maksudnya skenario Mago.

“Jang Man Wol Sshi, apa aku membuat kesalahan?”

Man Wol masih melihat Mi Ra yang tersenyum sambil mendekat. “Dia tersenyum. Tepat di depanku.” Kemudian Man Wol meniupkan angin pada Mi Ra sampai Mi Ra merasa terganggu. Mi Ra yang oleng, akhirnya jatuh ke dalam air.

“Lindungi dia. Itu urusanmu.” Ucap Man Wol.

Chan Sung lari menyelamatkan Mi Ra. Man Wol pun menghilang.

>>>

“Aku memang datang untuk menghalangimu, tapi aku tidak tahu akhirnya akan seperti ini.” Ucap Mi Ra di depan minimarket saat mencoba mengeringkan dirinya.

“Minumlah ini. tadi kamu minum air laut. Ini akan segar.”

“Apa namanya Jang Man Wol? Bosmu. Apa dia pergi gara-gara aku?”

“Apa kamu tahu dia?”

“Tidak, aku belum pernah ketemu. Kenapa? Katanya dia mengenalku? Apa aku berjumpa dengannya di rumah sakit? Pokoknya, ahh ini merepotkan. Itu sama sekali tidak disengaja. Angin tbtb berhembus dan seolah mendorongku. Sangat menakutkan.”

“Apa dia benar-benar mendorongmu?”

“Ahh tidak ada yang berjalan sesuai keinginanku, itu pasti semacam kutukan. Haruskah aku pergi menemui dukun?”

“Kamu harus menaburkan garam.” Ucap Chan Sung. “kamu harus menyucikan dirimu saat arwah jahat mengganggumu. Jangan terjaga sampai larut malam dan jangan sendirian.”

“Sekarang kamu bicara seperti nenekku. Dia selalu bilang, aku harus berhati-hati setiap waktu karena karma buruk dari kehidupan masa laluku. Nenek memberikan ini *Sebuah gelang. Dia bilang ini akan melindungiku.”

“Kamu masih memakai gelang itu?”

“Kamu ingat? Chan Sung Ah…. sepertinya arwah jahat mengikutiku. Tetap bersamaku hingga malam hari.”

“Aku harus bekerja di malam hari. Aku akan memanggilkan taxi. Pulanglah.”

“Dompetku hilang.”

“ongkos taxi akan kubayar. Aku akan menagihmu kembali. Jadi bayar aku kembali. Jangan lupa utangmu yang bahkan lebih menakutkan daripada hantu.”

Ehhh Chan Sung mengingat ucapan Man Wol.

“Apakah dia baik-baik saja?”

****

Man Wol pulang naik bus. Di pangkuannya sudah ada dompet milik Mi Ra. Ia pun membukanya. Ada KTP.

“Lee Mi Ra.” Man Wol pun menemukan sebuah foto.

Kemudian ponsel Mi Ra dilihat foto-fotonya. Ada foto Mi Ra bersama dengan Chan Sung.

“Sungguh suatu takdir yang kejam. Cukup, jangan terus begini.” Foto dihapus dan tas Mi Ra dibuang di dalam bus.

“Berapa lama kalian akan terus begini?” Man Wol marah. Ternyata ada para ahjumma yang lagi joget-joget. Eehh mereka hantu semua.

“Aku sedang banyak pikiran. Tarian konyol itu sungguh membuatku jengkel. Cukup hentikan.”

Radio di bis diputar Man Wol hanya dengan tatapan. Kemudian beralih ke berita.

Park Heung Ja, orang tertua dia negera ini yang masih hidup……

“Kalian bisa beristirahat dan memulai menari lagi sesudah turun dari bus.

Beliau satu-satunya manusia yang masih hidup di negara ini yang lahir pada abad ke 19. Paek Heung Ja hidup sampai 120 tahun dan menjalani kehidupan bahagia bersama anak dan cucunya. Park selalu memberikan kata positif dari wajahnya.  Beliau menjalani kehidupan yang hebat dan meninggal tanpa penyesalan.

Bus melaju. Hantu nampak menghilang dan hanya ada suara berita dari radio.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!