Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 6 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. hadudududu… ini mati lampu guys, hapeku mati satu. Hikss… jadi mian agak lambretaaa gitu ya.

Surat itu sudah sampai ke tangan pemiliknya. Sebuah undangan merah. Merinding membuka undangannya, undangan itu pun dibuang ke tong sampah.

Butiran tinta dalam undangan mendadak memisahkan diri dari kertasnya. Tinta melayang.

***

Bos mesum sedang menyetir mobil. Tinta undangan merasuk pada peta di mobil. Tbtb, bos mesum dituntun ke del luna tanpa disadari.

Suara gps sendiri adalah suara dari Man Wol. Suara gps yang galak. Wkwkwk. Bilang stop aja mendadak.

Akhirnya bos sampai.

“Tempat apa ini? hotel del luna? Apa tujuanku benar ke sini?”

Bos masuk dan bertemu Jin.

“Selamat datang. Kamu datang karena menerima undangan? Sajang-nim menunggumu. Lewat sini.”

***

Bos naik menggunakan lift dan bertemu dengan Chan Sung. “Selamat datang. Kami menyiapkan kamar untukmu.”

“Ahhh jadi del luna itu benar ada. bagaimana kamu melakukan ini? apa kamu meretas mobilku?” Bos memberikan undangannya.

“Kamu datang ke sini dengan undangan dari sajang-nim. Silakan ikuti aku.” Ucap Chan Sung.

**

“Ini kamarnya, seperti yang kukatakan terakhir kali. Ini adalah kamar tempat orang yang mencarimu.” Kamar no 13. “Kamu bilang tidak ada yang punya dendam padamu. Apa yang kamu ingat sesuatu sekarang?”

“Aku perlu memeriksa dan melihat kenapa kamu melakukan ini kepadaku.” Bos mesum pun membuka pintu no. 13.

Chan Sung ikut masuk juga. Nampak ruangan normal. Nggak kayak gua-gua seram saat ditunggu hantu Mbak Kunti.

“Kamu tahu di mana ini?” tanya Chan Sung.

“Ini kamar lamaku.”

“Apa kamu juga ingat apa yang kamu lakukan di kamar ini?”

Kilas balik….

Di dalam sebuah kotak. Kamera tersembunyi ditaruh. Sang pria langsung mendatangi mbak kunti saat masih hidup.

Kilas balik selesai…

***

Kembali ke Chan Sung dan bos.

“Kenapa kamar ini ada di sini sekarang? Tempat apa ini?”

“Hotel. Tempat di antara dunia ini dan alam baka. Hotel untuk para arwah.”

“Jangan becanda. Tidak ada hal seperti itu.”

Bos keluar ruangan. Ada sinar terang.

Eehhh jadinya  malah duduk di dalam mobil.

“Apa itu mimpi?”

“Bukan.” Ucap Man Wol tbtb ada di sebelahnya.

“Siapa kamu?”

“Aku mengundangmu ke hotel.”

“Jadi, ini bukan mimpi?”

“Ini bukan tempat kamu bisa bermimpi. Kamu hanya bisa datang saat sudah mati.”

“Apa aku sudah mati?”

“Tidak. Kamu belum mati. Aku ingin bertanya, jadi, aku harus membawa rohmu ke sini. Kamu sedang berdiri di antara hidup dan mati.”

“Apa?”

Kemudian terdengar bel pertanda kereta akan lewat. Mobil ada di perempatan kereta yang akan melintas.

Bos panik.

“Kenapa begitu terburu-buru? Aku bilang aku punya pertanyaan.”

“Apa? Apa yang ingin kamu tanyakan?”

“Apa kamu sekarang ingat sesudah pergi ke kamar itu? Tamu kami yang mencarimu. Apa kamu ingat siapa perempuan itu?”

“Wanita itu…… siapa wanita itu.”

“Kamu membunuhnya.”

“Aku tidak pernah membunuh siapapun.”

“Kamu membunuhnya. Karena kamu me ne la n ja ng i dan menyebarkannya ke internet. Dia ditikam oleh mata semua orang dan terbunuh. Kamu pasti ingat.”

Teng teng teng suara pemberitahuan makin terdengar.

“Aku tidak tahu. Aku tidak tahu siapa dia.”

“Itu perbuatanmu. Kenapa kamu tidak tahu? Mengakulah!!!”

“Benar. Itu perbuatanku. Tapi aku tidak tahu siapa wanita itu? Yang mana?”

Kereta akan melintas.

Ketika mata terpejam. Kereta menghilang dan Man Wol pun ikut hilang.

“Ahhh aku pikir, aku benar-benar mati.”

Lanjut ke bagian 7 ya. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!