Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sinopsis di besoksore yaa…

Chan Sung dan Man Wol beranjak pergi. Mereka ada di dalam mobil. “Ini ponsel pria itu.” Ucap Chan Sung.

“Kerja bagus, Ko Chan Sung.”

“Kita harus ke hotel sebelum video dikirim ke ponselnya. Kita harus bergegas.”

“Chan Sung melakukan yang terbaik terlepas dari betapa lemahnya dia. Aku penasaran apa yang akan dilakukan dewa terhadapnya.”

***

Berempat menapat ponsel…

“Sudah lama. Kenapa file videonya belum datang?” tanya ahjumma Choi.

“Apa kehabisan battery ponselnya? Wi fi ini berfungsi dengan baik.” Ucap Kim.

“Bukannya yang lain menerima lewat ponsel?” tanya Ji.

“Ada jalan lain selain ponsel.” Ucap Chan Sung.

****

“Suda memeriksa CCTV. Orang yang tadi sore datang pasti mencurinya.” Ucap pria mesum kaya pada pegawainya.

“Rekaman CCTV sudah dihapus karena beberapa alasan.”

“Sudah gila? Ada banyak CCTV, temukan.”

“ya”.

***

Chan Sung melapor pada Man Wol. “Kelihatannya dia bisa mengirim file video melalui jalan lain. Aku akan kembali ke sana.”

“Chan Sung, tugasmua sudah selesai. Sisanya akan diurus.”

“Siapa yang urus?”

“Mago. Aku ingin tahu dalam wujud apa dia akan muncul. Aku ingin tahu apakah dia akan berbelas kasih atau kejam.”

***

Pria itu akhirnya membuka video lewat email. “Apa ini? ini bukan rekaman CCTV dari kantorku. Apa ini?”

Pria itu mematikan laptop, eehh nggak bisa. Akhirnya laptop ditutup gitu aja.

Ia pun beranjak pergi. Melewati kantornya yang sepi.

Kemudian semua layar monitor memperlihatkan wajah hantu mbak kunti. Ketakutan deh.

Mbak Kunti dengan mata merahnya berkata. “Tatap aku.” Kemudian pria tadi tidak bisa bergerak.

Pelan-pelan mendekat. Ingin mencekik.

Tiba-tiba layar menggelap. Seolah mati lampu. Kaca yang tadinya ada hantu yang hendak mencekik tadi pun pecah. Pria itu pun terjatuh dan mencoba kabur.

***

Tubuh Mbak Kunti jadi panuan. Ehh maksudnya ada merah-merah kayak alergi.. eeehh maksudnya kayak api. Mbak kunti pun menangis kayak remaja yang diputusin pacarnya.

Chan Sung lari ke TKP.

Yang muncul adalah Mago keempat.

“Kamu adalah arwah jahat yang sudah melukai manusia. Kamu akan ditiadakan.”

Mbak hantu berubah jadi serbuk marimas rasa strawberry.

Eh ada Chan Sung datang telat kayak datang bulan. Eh maksudnya polisi india. Chan Sung hanya mengingat kakak mbak kunti yang tanya apakah adiknya bebas dari rasa sakit saat menjadi arwah.

Chan Sung hanya menatap Mago Keempat yang pergi tanpa kata. Kayak mantan pacar mimin.

***

Di atap gedung. Saat bulan purnama. Man Wol mengambil serbuk marimas yang beterbangan. Kemudian dilepaskannya kembali.

*ost baru lagi.

***

“Kenapa Dewa tidak muncul dalam wujud yang diinginkan manusia?” Tanya ahjumma Choi pada Kim di bar.

“Segelas untuk arwah yang sudah pergi.”

“Sepertinya manager umum terluka hatinya.”

“Dagunya meninggi sesudah mengirim beberapa pelanggan.  Tapi kejadian ini membuatnya terluka.”

“Dia terluka karena dia tulus. Ku Chan Sung adalah pria baik. Aku bersalah karena membencinya.”

***

Ji menemui Chan Sung yang galau di ruangannya.

“Tidak ada yang berubah sekalipun kamu tiba di sana lebih awal. Itu sudah diputuskan oleh Dewa.”

“Kalian pun juga akan pergi seperti itu?”

“Ditiadakan? Benar. Kita semua adalah arwah. Jika kita tetap tinggal di dunia ini, alih-alih pergi ke alam baka, selalu ada kemungkinan hal yang sama terjadi pada kita.”

“Kalau begitu. Kenapa kamu tidak pergi? Apa kamu mengalami kematian yang menyedihkan seperti dia? Apa kalian semua yang di sini seperti ini? Kim Sunbae, Choi Siljang-nim juga?”

Ji mengannguk sambil tersenyum. “Tapi, kami tidak lari dan membuat masalah. Jangan kahwatir.”

****

Man Wo di ruangannya sedang menuliskan undangan seseorang untuk datang ke del luna.

***

Man Wol memberikan amlop undangannya pada Chan Sung. “Kirim surat ini.”

“Apa ini?”

“Undangan. Kita sudah berjanji mengundang seseorang.”

“Apa kamu akan mengundangnya? Tapi tamu kita sudah pergi.”

“Kita gagal menjaga tamu kita. Itu sebabnya kita harus melakukan apa yang tamu kita inginkan. Kita akan melakukan yang terbaik.”

Berlanjut ke bagian 6 yaa… klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!