Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaaa... matur sembah nuwun.

Chan Sung akhirnya memutar videonya. “Kamar kosong. Tidak ada apa-apa.”

“Yoona bilang, dia merasakan sesuatu saat telepon berdering.”

“Benar ada di sini” Ucap Man Wol tbtb ada di dalam ponsel. Yang lain pun melihat ponsel yang dipegang Chan Sung.

“Aku masih bisa merasakan dendam hantu di sini. Dia pemilik ruangan ini.” Man Wol bicara di dalam video.”

“Jadi, maksudmu ini bukan konten yang divideokan secara ilegal?”

“Tidak. Ini hanya kamar yang dibangun oleh arwah. Pasti ada beberapa lagi yang seperti ini.”

Ji mengatakan. “Yoona bilang, dia merasakan sesuatu yang menakutkan. Bahkan sebelum pria itu memutar video.”

“Dia mengirim video hanya ke targetnya.” Ucap Ahjumma Choi. “Maka pasti ada target selanjutnya.”

“Di mana dia sekarang?” tanya Chan Sung.

“Mungkin dia sudah mengirim video kamar yang seperti ini pada target berikutnya. Dan dia harus menunggu seorang pria untuk memutar video.”

****

Dalam suatu keluarga, ayah nampak sibuk dengan ponselnya.

“Letakkan ponselmu saat bersama Mi Ran.”

“Ini untuk pekerjaan. Aku harus mengirim sesuatu untuk klien.” Lelaki tadi masuk ke kamarnya.

Video diputar. Seperti biasa, hantu kunti keluar, lelaki tadi wajahnya masuk ke dalam mangkuk, matanya jadi merah dan pingsan.

Istri dan anaknya pun masuk. “Yeobo..”

***

Chan Sung bicara dengan seorang perempuan di kafe. “Sudah lima tahun sejak adikku meninggal, tapi videonya masih ditemukan secara online. Kamu pasti sudah tidak asing lagi jika sudah melihat kasus korban video tsb.”

“Ya. Apakah yang membagikan video itu dihukum?”

“Dihukum? Yang mereka lakukan hanyalah membayar denda saat Ga Young meninggal.”

Chan Sung memperlihatkan foto. “Apa orang ini terlibat dengan insiden itu?”

“Dia senior Ga Young. Video itu dibagikan dalam obrolan grup. Disitulah video itu bocor. Orang-orang di kampus yang dia temui setiap hari menonton video bersama.”

“Apa kamu ingat siapa yang meneonton video itu?”

“Bagaimana aku bisa lupa? Aku ingat namanya satu per satu. Kalau saja salah satu dari mereka memberi tahu ada video itu, kami akan mencegahnya menyebar secara online. Mungkin adikku tidak akan meninggal. Adikku mengunci diri di kamarnya seperti orang gila dan mencari di internet untuk melihat apa dia bisa menemukan lagi video dirinya. Dia perlahan-lahan sekarat. Sebagai arwah, dia pasti dalam damai bebas dari rasa sakit. Benarkah?”

“akupun berharap demikian.” Ucap Chan Sung.

*padahal mbak kunti masih galau.

“Orang yang merekam video dan menjualnya juga merupakan anggota obrolan grup. Menariknya, kini pria itu memiliki platform video sharing dan menghasilkan banyak uang.”

***

Chan Sung dan Man Wol pun melihat pria itu dari kejauhan.

“Dia benar-benar menjalani kehidupan terbaiknya. Sehingga aku ingin membunuhnya.” Ucap Chan Sung pada Man Wok.

“Jangan marah. Buang-buang tenaga. Ini enak cobalah.” Man Wol menawarkan makanan.

“Tidak usah.” *masih sisa satu kuenya.

“Yang terakhir adalah yang terbaik. Lihatlah? Arwah mendendam meninggalkan yang terbaik untuk yang terakhir juga.”

“Itu sebabnya aku yakin dia akan datang padanya. Yang perlu kita lakukan adalah mencegahnya sebelum video terkirim.”

“Entahlah. Apa kamu pikir hantu kunti benar-benar akan meninggalkan taget terakhir dan mengikuti kita.”

“Aku tidak percaya dia sangat kaya sesudah melakukan hal yang buruk. Hidup ini tidak adil.”

“Itu sebabnya aku tidak suka hidup.” Ucap Man Wol. Ia makan kudapan yang terakhir. “Emmm… seperti yang kukatakan, yang terakhir selalu yang terbaik.”

****

Man Wol dan Chan Sung mendatangi pria tadi dan memberikan kartu namanya.

“Hotel del luna? Kamu manager umum? Pasti hotel baru.”

“Tidak. Sudah berdiri sejak lama.”

“Apa kamu datang untuk mengunggah iklan di situs kami?”

“Tidak. Kami datang atas nama tamu kami. Dia mati-matian ingin bertemu denganmu.”

“Aku? Siapa? Kenapa dia ingin bertemu denganku?”

“Dia yang menaruh banyak kebencian terhadapmu.”

“Terhadapku? Aku tidak pernah berbuat salah kepada siapapun.”

Eehh Man Wol malah melihat-lihat sambil jeprat-jepret. “Apa yang kamu lakukan?” tanya pria itu.

“Kamu memiliki kapal pesiar yang sangat bagus. Aku juga berencana membeli sesuatu yang sama.”

“Dia pemilik hotel.” Ucap Chan Sung.

“Aigoo, kamu sudah bepergian ke banyak tempat yang luar biasa. Aku seharusnya pergi ke tempat-tempat ini sebelum mati.” Masih jeprat-jepret.

“Cukup. Tidak sopan mengambil foto ruang pribadi seseorang tanpa izin.”

“Benarkah?” jepret lagi… “Aku memotret bokongmu.” Ucap Man Wol. “Berapa biaya untuk mengunggah foto terlarang seperti ini situs webmu? 100 won? 200 won? Aku penasaran berapa banyak dari foto-foto ini yang perlu diunggah agar kamu dapat membeli kapal pesiar ke semua tempat itu? 1M won?”

“Apa kamu sedang menggali sesuatu? Wartawan? Polisi? Hotel itu suatu kebohongan bukan? Tidak heran. Aku belum pernah mendengarnya.”

“Sepertinya kami harus mengundangmu suatu hari untuk menunjukkan bahwa itu tidak bohong.”

“Keluar dari sini segera.”

“Kapanpun kamu ingin melihat hotelku, silakan coba datang.”

“Ayo pergi.” Ucap Chan Sung.

Man Wol melihat tulisan di dalam bingkai. “Selalu melakukan yang terbaik. Dewa akan mengurus sisanya.” Kamu percaya hal semacam ini?”

“Aku orang yang sangat religius.”

“Jika dewa memberimu kehidupan seperti ini bahakan sesudah apa yang kamu lakukan, itu hanya menunjukkan betapa tidak masuk akalnya dewa itu.”

Bersambung lanjut ke part 5 yaaa guys klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!