Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah membaca sinopsis di marihhh..

Man Wol masih menadangi kuku-kukunya. “Warna biru dan pulau Wolmi tidak cocok. Pulau Wolmu terkenal karena perjalanannya, hantu pang-pang. Aku akan pindah ke warna yang lebih menonjol.”

Kuteknya ganti guys, waran biru telor asin agak terang jebret.

***

Keesokan harinya, saat Chan Sung ada di rumahnya. Ia menaburkan garam ke tubuh, udah kayak telor ceplok mau dibalik, dikasih garem dulu.

“Chang Sung sedang apa?” Tanya Sancez.

“Hyung.” KAGET SETENGAH MATI. “Kamu belum berangkat ke toko?”

“Aku akan berangkat. Apa itu?”

“Garam.”

“Kenapa garamnya? Apa ada masalah?”

“Aku dengar garam bisa menangkal pengaruh jahat.”

“Pengaruh jahat? Kamu tidak bicara soal Mi Ra bukan? Apa Mi Ra mencuri kartu kreditmu lagi? Apa dia meminjam uang atas namamu?”

“Ahh ya, Mi Ra melakukan itu dahulu. Aku baru ingat betapa marahnya aku.”

“Aku ada garam pink himalaya. Apa kamu mau?”

“Aku tidak perlu menggunakan garam sebagus itu untuk melakukan ini? garam dapur sudah cukup.”

“Berikan padaku. Biar aku bantu.”

Sancez melakukannya dengan bar-bar. “Sancez, itu terlalu banyak, apa kamu akan membuat kimci?”

“Man Wol memesan kapal pesiar?”

“Kamu mengenalkan perusahaan kapal pesiar di norwegia?”

“Aku mengunggah foto kapal pesiarku di SNS, dan dia melihat itu, dia bertanya di mana aku membelinya, jadi, aku memberi tahu.”

“Dia akan membeli kapal mahall… ahh.”

“Dia adalah pemilik hotelmu. Dia sangat mampu. Aku akan membiarkan dia bergabung dengan klub pesiar kami juga.”

“Klub pesia? Klub orang kaya?”

“Ini akan membantu bisnisnya juga. Dia tidak berkencan dengan siapapun, bukan?”

“Kenapa kamu bertanya?”

“Akan kukenalkan dengan kenalanku.”

“Jika klun pesiar, kamu hanya harus naik kapal. Kenapa mengenalkan orang?”

“Orang-orang bertemu mitra untuk bisnis. Dan kehidupan mereka di klub semacam itu. Di situlah aku bertemu Veronica?” eeemm Veronica Park bukan yaaa? Wkwkwkkw. Sancez memperlihatkan foto. “Bukankah dia pasangan yang cocok untuknya?”

“Dia terlalu kurus. Man Wol suka orang seperti Kim Joon Hyun. Orang yang bisa makan pangsit lima sekaligus.”

“Begitukah? Kalau begitu, bagaimana dengan dia? Dia lumayan kan?”

“Dia terlalu muda.”

“Dia berusia 30 tahun.”

“Jang Man Wol lebih tua dari yang kamu pikirkan. Tidak peduli seberapa yang kamu kira, dia lebih tua dari itu. Hyung, Man Wol nggak punya uang untuk membeli kapal. Dia tidak memenuhi syarat untuk masuk klub. Jadi, nggak usah dikenalin ya.”

“Kalau gitu, dia bisa gabung di klub tenis.”

“Sancez, sejak kapan kamu suka olahraga? Man Wol nggak suka olahraga. Lupakan. Di mana garam pink himalayan?”

“Di sana. Aaahhh Chan Sung, kamu pasti menyukainya.” Sancez iseng banget menjilat butiran yang jatuh. Ternyata manis rasanya. “Apa kamu menabuh gula di tubuhmu?”

Chan Sung lagi sibuk mencari garam pink.

***

Yoona ada di kelas melukis. Ia merasakan sakit. Lehernya bahkan nampak biru.

Yoona terlihat sangat lemah, hingga mendatangkan dua hantu anak sekolahan yang ingin mengambil tubuh Yoona untuk dirasuki. Yoona nampak ketakutan dan masuk lemari. Teman-teman yang melihatnya, menganggap Yoona sudah edan.

Ji tbtb datang dalam wujud manusia.

“Yoona ini aku.” Ucap Ji yang menetuk lemari. “Sekarang, kamu bisa keluar.” Ji pun membuka lemarinya. Ganti genre drama romantis nih.

Ji menggendong Yoona.

*yhaaa ganti genre.

***

Yoona dibawa ke UKS. “Pasti terjadi sesuatu padanya.”

****

Man Wol ngobrol dengan malaikat maut.

“Mago keempat yang melukai pegawai magang kita, bukan? Yang keempat memakai gaun hitam.”

“Jangan berani menghitung dewa. Meskipun terlihat berbeda, mereka bersatu dengan rencana yang lebih besar.”

“Bukankah bodoh mengatakan bahwa mereka punya rencana yang lebih besar saat mereka tidak muncul dengan cara yang manusia inginkan?”

“Apa yang diinginkan mago, adalah hantu yang penuh dendam itu disingkirkan.”

“Jika mago menemukannya, akankah dia menyingkirkannya?”

“Mago yang lain ingin membuatnya istrirahat.”

“Rencana dewa yang besar itu sungguh membingungkan.”

“Semua yang kamu lihat sama saja.”

Man Wol menjawab. “Mago yang pertama ingin sekali aku mati. Yang keempat, ingin  menghancurkanku saat aku menjadi arwah jahat, kamu benar. Mereka semua adalah dewa. Tapi menurutmu, siapa yang lebih kuat? Pertama atau keempat?”

“Jangan menghitung para dewa.”

“Perkataanmu membosankan. Siapapun yang lebih kuat, mereka hanya punya satu tujuan. Bagaimanapun, aku harus pergi dari sini.”

Malaikat maut menunjuk. “Itulah yang kamu inginkan.” Kemudian ia pun pergi.”

**

Tiga pegawai del luna dan sajang nim lagi rapat. Nampak ponsel dengan obrolan grup.

“Hape Yoona nampak aneh.” Ucap Ji. *lebih tepatnya hp yang ditemukan Yoona.

“Sepertinya tamu kamar 13 melukai manusia dengan menyebarkan video lewat internet.” Ucap Choi. *hantu zaman now viral guys.

“Kita hanya akan tahu saat menonton videonya.” Ucap Kim. “Tapi untuk memanggil hantu, kita harus menggunakan manusia sebagai umpan. Siapa yang akan kita pakai? dipikiranku tidak ada siapa-siapa.”

“Bukankah ada satu di hotel ini?” Ucap Man Wol. “Panggil Ku Chan Sung.”

****

Chan Sung sudah hadir. “Aku tidak mau. Berdasarkan yang dikatakan di obrolan grup. Aku yakin itu rekanan video anu-anu yang direkam tanpa persetujuan. Itu adalah tindakan pidana, begitu juga dengan menontonnya. Aku tidak akan pernah menonton video semacam ini.”

Man Wol tepuk tangan. 3 pegawainya ikutan.

“Pria yang luar biasa. Kamu pria yang cerdas. Tapi kamu harus berani. Kita harus menemukan hantu.”

“Dengan ini?” *nunjuk pada ponsel.

“Itu milik tamu yang tinggal di kamar no 13. Kamu harus memanggil arwahnya.” Ucap Choi.

“Tamu sudah dendam sedudah terlibat dalam insiden video di ponsel ini?” Tanya Chan Sung.

“Video itu mungkin tidak pantas atau menakutkan. Ingin coba?” tanya Man Wol.

Lanjut ke bagian 4. klik di sini.

Mati lampu guys yaa ampun… mana harus nyolok.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat