Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 7 Part 2 – Lanjutan yang di sini yaaa... link selengkapnya kamu bisa cari tahu di bagian yang ini. terima kasih. Adegan beralih ke hotel del luna yaa guys, Ku Chan Sung nampak bicara dengan seorang tamu. “aku senang kamu pergi dari sini sesudah istirahat dengan baik.”

Ahjumma Choi pun berkata. “Jika kamu menemukan istri yang meninggal bersamu, kamu bisa pergi bersama. Aku harap kamu akan bersatu kembali dengannya di alam baka.”

“Jalur ke alam baka lewat sini. Aku akan mengantarkanmu.” Ucap Chan Sung.

Dan baru beberapa langkah. Tamu tadi menemukan istrinya bersama lelaki lain… “Yeobo.” Ucap ahjussi. “Apa yang kamu lakukan di sini? Aku di sini karena sudah mati. Apa kamu tahu aku mencarimu sesudah aku mati?”

“Kamu mati juga? Omoo… kupikir kamu selamat.” Ucap ahjumma.

“Siapa pemuda itu? Apa kamu berselingkuh dengan pemuda itu sesudah meninggal?”

“Jangan asal bicara. Dia meninggal tiga tahun lebih awal. Dia tiga tahun lebih tua darimu. Oppa.” Ahjumma langsung memeluk kekasihnya.

“Oppa?” ahjussi menarik pria itu namun langsung jatuh karena dihalangi ahjumma.

“Dia cinta pertamaku!!!” Teriak ahjumma. “Ya aku gila. Jangan berani-berani menyentuhnya. Pergilah.”

“Aku akan membunuhmu.”

Chan Sung menahan ahjussi. “Kamu sudah mati. Kamu tidak bisa membunuhnya.” Karena ahjussi sangat marah. Chan Sung sampai terlempar kebelakang karena memegangi ahjussi.

Di saat ribut seperti ini. Man Wol datang.

“Di hotel kami, kami menyediakan semua layanan keinginan tamu. Kalian sudah mati. Tidak sulit bagi kalian untuk mati lagi. Bunuh dia semaunya sampai merasa lebih baik.” Ucap Man Wol sangat santai.

Tbtb keluarlah senjata tajam. Kapak dan pisau. “Silakan pilih.” Ucap Man Wol. Wkwkw.

“Suami. Tusuk dan tikam. Istri, kamu tidak bisa hanya diam. Pangkas dia dengan baik.” Man Wol membagi senjatanya. Pisau untuk suami. Kapak untuk istri. “Nah… akan ada pertikaian darah. Semuanya mundur selangkah.” Wkwkwkkw “Kalian sudah mati. Tapi kalian bisa membuat rasa sakit yang mematikan pada arwah orang lain. Harap maanfaatkan waktu sesuka hati kalian. Potong, tikam, dan hancurkan. Kamu akan melakukan yang terbaik untuk membantu kalian melepaskan dendam.”

“Apa yang kamu lakukan? Saat seseorang berkelahi, kamu seharusnya menghentikannya dan membujuknya untuk hidup dengan baik.” Ucap ahjussi.

“Bagaimana kalian bisa hidup dengan baik. Kalian sudah mati. Kalian bahkan tak punya satu detikpun untuk hidup. Silakan lepaskan dendam kalian. Apa kalian saling tikam, atau mandi darah, nikmati sesuka hati. Sampai jumpa.”

Man Wol pergi dengan sangat santai.

Ahjussi dan ahjumma melepaskan senjata mereka. Ji pun langsung mengamankan senjata yang ada.

***

Choi dan Kim bergibah di meja bar.

“Mereka adalah kekasih saat masih hidup. Sangat disesalkan.” Ucap Kim.

“Cinta yang sangat dia cintai, sudah mati. Dia menikah dengan asal pria.”

“Perkelahian terjadi di depan pintu kematian.”

“Ingat terakhir kali saat para tamu yang punya masalah utang bertemu di sini dan menyebabkan keributan hebat? Mereka tidak menggunakan uang sesudah kematian. Tapi mereka berkelahi seperti kucing dan anjing.”

“Mau besar atau kecil, mereka punya dendam. Berkelahi adalah cara melepaskan dendam.” Ucao Kim

Pelayan lain memberi Nona Choi makanan.

“Aku akan melepaskan dendam sang istri. Dia ingin makan patbngsu yang dia makan dengan cinta pertamanya. saat kencan pertama.”

***

Masih diwaktu yang sama. Di meja bar, Tuan Kim memberikan minuman pada ahjussi yang belum pergi.

“Apa itu?” Tanya ahjussi.

“Ini soju dan daging panggang yang kamu sukai saat hidup. Aku dengar dari istrimu, dia menyarankan ini.”

“Dia sangat jahat.” Ahjussi minum seloki yang disajikan Tuan Kim.

“Ini mungkin bukan pertanyaan yang sopan untuk diajukan. Tapi apakah kamu tidak memiliki seseorang di hatimu?”

“Tidak. Bagiku, istriku adalah cinta pertamaku. Rasanya seperti dia mengkhianatiku.”

“Kamu sudah mati.”

***

Ji sedang bersama Chan Sung di ruangan Chan Sung.

“Syukurlah para tamu sudah tenang.” Ucap Chan Sung.

“Tadi kamu dipukul bukan? Kamu harus berhati-hati pada hantu yang marah.”

“Tidak terlalu sakit.”

“Sakit bukan masalahnya, kamu dipukul dendam jahat. Dendam tamu itu memukulmu.”

“Itu bisa berbahaya?”

“Tapi, karena sajang-nim melihatnya, kamu akan baik-baik saja.”

“Jang Man Wol? Aaahh dia datang mungkin karena berisik.”

“Entah para tamu berkelahi atau melakukan pertempuran darah, sajangnim tidak pernah peduli soal itu. Tapi dia berubah hari ini. sepertinya dia melakukannya karena takut kamu dipukul lagi.”

“Itu… aku tidak akan dipukul lagi.”

“Karena kamu dipukul hantu, kamu harus menaburkan garam untuk menangkal pengaruh jahat.”

Ji pun pergi.

“Katanya dia ingin melindungiku. Dia benar-benar melindungiku.” Ucap Chan Sung. “Tapi ini sedikit memalukan.”

Chan Sung pun memeriksa surat. Di dalamnya surat ada gambar laut dan ia langsung mengingat kejadian dengan Man Wol di pantai.

***

Man Wol lagi pakai kutek dan Chan Sung tbtb datang.  “Jang Man Wol Sshi, aku datang untuk menanyakan sesuatu.”

“Jika kamu akan mengomel, lakukan nanti. Kukuku tampak sangat bagus. Jika ini rusak. Kubunuh kau!!! Aigooo… aku tidak percaya kamu dipukuli oleh hantu pencundang. Ckckckc…”

“Itu warna biru laut.”

“Ya… cantik bukan?”

“Cantik. Sangat menyedihkan. Apa ini alasannya? Kenapa laut terlihat sedih? Karena tidak ada kapal pesiar?” Chan Sung menunjukkan gambarnya.

“Omooo sudah tiba rupanya. Ini dikirim dari norwegia. Jadi, kupikir akan memakan waktu. tapi tiba dengan cepat. Berikaan.”

“Apa kamu membelinya?”

“Aku menjual semua mobilku. Setidaknya aku bisa menggunakan kapal pesiar.”

“Kamu tidak punya tujuan untuk pergi dengan kapal pesiar itu.”

“Tentu saja. Aku punya tujuan. Apa sebutannya itu? Ahhh The Fisherman and the city. Mereka berkeliling mengelilingi bumi dengan perahu untuk nangkep ikan. Jangan khawatir, aku pnya banyak tempat tujuan.”

“Bagaimana dengan uangnya? Kamu mampu membelinya?”

“Itulah masalahnya. Lukisan harimau baekdu itu, apa tidak ada yang mau beli? Coba jual dengan harga seperempatnya.”

“Kamu tidak boleh membeli kapal pesiar. Jika kamu ingin pergi memancing, aku akan membawamu ke lubang memancing di pulau Wolmi. Kita pakai mobil ke sana.”

“Kamu menjual semua mobilku.”

“Masih ada 2 tersisa.”

“Apa? Katanya tiga?”

“Ahh tiga. Aku salah.”

“Ahhh mengagetkan sekali.” Wkwkw. “Syukurlah.”

“Kalau begitu ayo ke pulau Wolmi, aku akan cari restoran yang bagus juga. Aku akan batalkan pembelian kapal”

Chan Sung pergi dan menutup pintu dengan agak kesal.

Berlanjut ke bagian 3 saaay… klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!