Sinopsis Hotel del Luna Episode 6 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 6 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih guysss!!!!

Man Wol melihat raja Gwencana yang sedang menelepon daepyonim. “Aku tidak peduli soal drama sukses atau tidak. Katakan saja pada mereka bahwa lukaku serius”

“Aoo…. bagaimana wanita itu bisa menjadi ratu saat tidak ada raja?”

“Bayaran akting?? Aku tidak butuh 1.000.000.000 won. Aku hanya ingin keluar. Aku tidak peduli jika mati. Atau jika aku terbunuh. Katakan saja pada mereka jika Yu Oh sudah mati.”

“Tunggu… bahkan jika wajah hantu itu tidak terlihat… dia bisa menerima bayaran akting.”

****

“Raja tidak muncul sebanyak yang kukira.” Ucap Chan Sung membawakan naskah pada Man Wol. “Dia hanya memiliki satu adegan. Ayo kita bantu dia.”

“Dengan adegan yang hanya satu ini. dia harus menunjukkan bagaimana dia bisa berakting seolah dia kesurupan.”

****

Raja Gwencana sedang membaca naskah. Ia latihan. “Ratuku… kamu satu-satunya, yang kucintai.”….. “waaaahh aktingku sangat buruk. Apa yang harus aku lakukan?”

Kemudian nampak seorang ratu lewat. Raja Gwencana mengikutinya untuk meminta bantuan latihan akting.

“Bisakah kamu membahas naskah denganku?” tanya raja. “Sutradara sangat kesal denganku. Tolong bantu aku.”

Ternyata IU ratunya.

Raja masih sibuk membolak balik naskah. “Adegan 42 adalah adegan emosional.”…. “Mengagetkan… kamu siapa?”

“Lihat aku dengan baik Yang Mulia.”

Saat raja Gwencana bengong. Raja hantu pun merasuk.

Ekspersi mulai mantapppppp jiwa.

*****

Akting dimulai.

“Raja. Aku ratu palsu. Aku bukan ratu asli.”

“Apa itu sebabnya kamu ingin meninggalkanku?”

“Jika aku tinggal bersamamu, kamu berada di dalam bahaya.”

“Jika kamu bersembunyi di pergunungan, aku akan menebang semua pohon untuk menemukanmu. Jika kamu pergi ke laut. Aku akan mengeringkan laut untuk mengentikanmu.”

“Yang Muliaa.”

“Ini perintah raja negeri ini. jangan tinggalkan aku.”

Pelukan.

*cut….

Semua senang…. raja hantu sudah keluar.

****

“Kerja bagus yang mulia.” Ucap Chan Sung pada Raja Hantu.

****

Eeehhh Man Wol di kediamannya nonton drama…

****

Kemudian suara Ji terdengar bicara dengan Chan Sung. “Tamu kita sepakat untuk membantunya berakting hingga drama berakhir?”

“Kenapa? Aku pikir sajangnim mengirimkannya pergi?”

“Wajahnya mungkin tidak muncul di TV bahkan jika dia berakting. Tapi dia mendapatkan sesuatu yang lain.”

****

Raja Gwencana senang saat bersama Man Wol. “Sulit dipercaya. Sesudah membahas dialogku denganmu, tbtb aku berakting seperti kesurupan. Aku merasa seperti dirasuki oleh orang lain saat berakting. Kebentulan… apakah kamu guru berakting?”

“Apa kamu mau melanjutkan ini?”

“Tentu saja. Tolong bantu aku dan terus membantuku.”

“Lalu…ayo mulai negosiasi gajimu.”

“Gajiku? Ohh tentu saja. Rupanya kamu sudah tahu. Kamu bisa mengambil semuanya.”

“berapa kamu dibayar untuk setiap episode?”

“Aku dibayar 120.000.000 setiap episode. Aku seharusnya absen selama dua minggu. Tapi tidak lagi. Jadi 4 dikali 12.000.000 adalah 480.000.000 aaahh itu cukup untuk sewa rumah. Silakan ambil semua. Tidak apa.”

****

Chan Sung ngasih ceramah lagi ke Man Wol. “Tamu kita yang sebenarnya bekerja untuk uang itu. Dan kamu setuju dengan itu. Jadi aku tidak keberan.”

“Hei. Aku tidak tahu gaji aktor sebanyak itu. Chan Sung.. bagaimana jika kamu mulai karir akting?”

“aku tidak bisa berakting. Aku seorang aktor yang buruk.”

“Benar. Sekali lihat, aku tahu kamu buruk. Jadi, katakan padaku. Kamu bilang, aku tidak punya cukup uang untuk membeli semangkuk mie ayam. Tapi itu bohong, bukan?”

“Memang benar bahwa pinjamanmu telat. Tapi aku berbohong soal mie ayam. Kamu cukup uang untuk kaki gurita.”

“Ohh benar. Kaki gurita. Aku tidak bisa makan karena kamu.”

“benar… itu semua salahku. Ayo pergi ke pantai.”

“Kenapa begitu baik? Aaahhh… karena aku akan menjadi tamu terakhirmu? Aigooooo hoteliers yang luar biasa.”

“Aku tidak terlalu luar biasa. Hoteliers tidak seharunya memiliki perasaan pribadi pada tamu mereka.”

“Apa? Perasaan pribadi apa yang kamu miliki untukku.”

“Daun… kamu menunjukkan kepadaku bahwa aku punya dua daun.” *eehh daun yang jatuh itu kok jadi dua???

“Jangan pergi hari ini. aku punya terlalu banyak sampanye. Kita akan makan gurita besok.”

“Kita akan ke lokasi syuting.”

“Kamu tidak perlu pergi. Aku merekrut magang.”

****

Yoona bertemu dengan Chan Sung. “Kamu yang magang?”

“Ya.”

“Jangan ragu untuk berhenti kapan pun kamu mau. Kamu harus berangkat ke sekolah.”

“Aku berencana untuk tetap sekolah. Aku melakukannya demi seseorang yang dulu menyukai sekolah. Sekolah sudah berakhir hari ini, jadi, aku bisa pergi bersamamu bukan? Aku bisa ke hotel.”

“Ayo pergi lain kali. Aku sudah punya janji.”

“Siapa yang kamu temui? Hantu?” Tanya Yoona.

“Tidak. Manusia. Teman.”

“Aku tidak tertarik pada manusia. Aku pergi.”

****

Di luar, Yoona bertemu dengan Sancez.

“Aku dengar kamu dekat dengan Man Wol. Sering-seringlah datang.”

“Baik.” Yoona pergi berpapasan dengan Mi Ra.

“Hai Mi Ra, Chan Sung menunggu di dalam. Silakan masuk.”

****

Mi Ra pun bertemu Chan Sung.

“Katanya teman. Ternyata pacar.” Ucap Yoona yang memperhatikan mereka.

“Sudah lama” Ucap Mi Ra.

“Ya.”

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!