Sinopsis Hotel del Luna Episode 6 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 6 Part 1 – Haiii guys, sudah senin kembali. Untuk episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih. Terima kasih sudah mengikuti sinopsis dimarihh…

Chan Sung pulang seperti biasanya. Ia mengingat percakapan dengan Man Wol sambil melamun di stasiun kereta.

Lanjutan obrolannya begini. Man Wol akan pergi. Tapi tangannya ditarik oleh Ku Chan Sung. “Kenapa? Kamu ingin aku pergi sekarang juga?” Tanya Man Wol. “Jangan terburu-buru. Masih belum tepat waktunya. Kamu sungguh berpikir aku akan pergi dengan mudah? Aku akan membuatmu sengsara, muak dan bosan denganku. Saat kepergianku, kamu mungkin akan gembira dan merasa lega.” Kemudian Man Wol pergi.

Kilas balik selesai.

****

Chan Sung masuk ke kereta dan ternyata ada ahjussi tiduran dan kepalanya bocor. Doi hantu. “Pak..  kamu seharusnya tidak di sini.” Ucap Chan Sung. “Pak. Aku tahu kamu melihatku, kamu bisa mendengarku kan?”

Ahjussi marah… Chan Sung ketakutan. Orang normal yang melihatnya malah melihat Chan Sung kayak orang gila.

“Pak jangan meludahiku! Hentikan?”

Orang lain bilang… “Seberepa banyak dia minum? Sepertinya dia tidak mabuk.. ah dia hanya gila.” Wkwkw.

“Ahjussi tenanglah dan ikuti aku.” Ucap Chan Sung.

“Ahhh banyak orang aneh.” Bisik penumpang lain.

“Omoo kasihan.”

****

Chan Sung dan ahjussi kini di depan mini market.

“Sudah kubelikan. Bir yang telah aku janjikan.”

“Terima kasih.”

“Pergi ke hotel yang kukatakan sesudah minum bir. Kamu akan dapat mengikutinya jika mengikuti jejak bulan.”

“Baik.”

***

Di dalam minimarket rupanya ada artis yang doyan makan yang sering diceritakan Man Wol. Artis itu membayar di kasir dan banyak anak sekolah melihatnya dengan antusias dari kaca minimarket. Saat itu pun Chan Sung bengong melihatnya.

Ahjussi hantu tadi malah ngikutin artis Kim.

“Tak kusangka. Dia juga populer di kalangan hantu.” Ucap Chan Sung. “Jang Man Wol juga menyukainya.”

***

Man Wol sedang menonton acara kuliner Kim dan ahjumma Choi bicara. “Pilihan keempat datang hari ini dan dia sangat pintar. Dia menawarkan diri untuk magang di sini. Izinkanlah.”

“Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan.”

“Lalu aku akan menyuruh Ji Hyun Joong melatihnya. Aku akan pastikan Ji mengajari dia dengan baik, agar bisa mengambil alih sesudah Chan Sung berhenti.”

“apa Ku Chan Sung sudah pergi?”

“Ya. Sore ini dia cuti dan pulang lebih awal.”

Acaranya lagi makan gurita gitu.

“Anda ingin makan itu?” Tanya Ahjumma Choi. “Harukah aku meminta si magang membelikannya?”

“Tidak usah. Aku benar-benar tidak ingin makan apapun hari ini.”

Man Wol melihat sepasang anting di mejanya. “Apa kamu yang menemukan ini?” Tanyanya pada Choi.

“Bukan.”

“Aku pikir sudah hilang. Jika aku memakainya, aku akan mengajaknya makan kaki gurita,” maksudnya Chan Sung guys.

****

Man Wol menelepon Sancez menanyakan perihal keberadaan Chan Sung. “Man Wo Ah, sepertinya Chan Sung akan pulang larut malam ini. pacarnya datang.”

Eehhh padahal Man Wol udah dandan dan siap pergi gitu. “Apa katamu?”

“Dia pacarnya saat di amerika. Dia berkunjung untuk menemui Chan Sung. Tapi kelihatannya mereka bertemu di luar.”

Layaknya hantu… saat sancez berbalik. Man Wol sudah ada di depan Sancez.

“Kamu mengagetkanku. Kamu sudah tiba?”

“Ku Chan Sung punya pacar? Siapa? Cantik?”

“Itu…”

“Jangan katakan. Kenapa kamu ceritakan padaku? Aku tidak pernah bilang penasaran. Aku tidak tertarik. Sampai jumpa.”

“Tapi aku bahkan belum bilang apapun.”

“Jika ingin ceritakan, cobalah. Aku akan dengarkan. Apa perempuan itu cantik?”

“Ya cantik. Dia cantik.”

“Sancez, kamu benar-benar lambat. Kamu tidak tahu apa-apa bukan? Kamu sangat bodoh. Aahh apa dia cantik?”

“Ya. Dia sangat cantik. Dia juga pintar. Dia dan Chan Sung juga menjadi pasangan serasi. Ada fotonya. Kamu mau lihat? Aku akan mencarinya. Tunggu saja.”

Sancez masuk dan Man Wol berkata sangat-sangat gemas gitu. “Jika dia benar-benar cantik. Kamu akan mati, sancez.”

***

Sancez keluar dan membawa tablet. Tapi Man Wol udah ilang. “Aku penasaran apa Chan Sung pulang larut karena bertemu Mi Ra.”

Guysss… ingat tentang putri yang dibawa oleh tandu yang dirampok pasukan Man Wol??? Mi Ra adalah putri itu.

Ada suara mago tbtb. “Mereka sudah memulai hubungan lama sekali…”

Mago ada di depan pohon rupanya.

Lanjut bicara. “Aku harap dia menjaganya dengan baik. Sehingga dia tidak berakhir terluka lagi.”

****

Padahal Ku Chan Sung ada di kerumunan anak-anak yang melihat Kim Joon Hyun.

“Hei… apa mereka syuting the guys who died after eating?” tanya Chan Sung.

“Ya. Apa kamu datang untuk minta ttd Kim Joon Hyun juga?”

“Seseorang yang kukenal adalah fansnya.”

Chan Sung jadinya masuk ke kumpulan para bocah pengejar ttd.

***

“Mungkin aku harus memberi ttdnya. Dia pasti suka.” Ucap Chan Sung seorang diri dan tbtb ada Man Wol di depannya. “Jang Man Wol Sshi… sedang apa di sini? Kamu tahu aku ada di sini?”

“Aku sudah mendengarnya. Kamu menemui dia?”

“Ya… ini.” Chan Sung nunjukkin kertas.

“Kamu pasti sangat senang. Bagaimana?”

“Dia lebih langsing dari yang kukira.” Wkwkkw siapa bahas siapa. Yaa… “Dengan wajah kecil dan kulit yang luar biasa. Kenapa kamu tidak melihatnya sendiri? Aku yakin dia masih di sana. Jika cepat, kamu bisa melihatnya.”

“Lupakan… kenapa aku harus lihat. Aku keluar untuk makan kaki gurita.”

“Kaki gurita? Kamu ingin makan kaki guriya dengan pakaian seperti ini selarut ini?”

“Benar… kaki gurita itu adalah satu-satunya alasanku di sini.”

“itu anting temukan?” Tanya Chan Sung.

“Ahh… aku membeli ini untuk memakainya saat pergi makan kaki gurita. Aku berniat makan kaki gurita saat menemukan anting ini. ikut denganku karena kamu yang menemukannya.” Anjayyy bahasa sederhanya kencan yok tong!

“Kamu hanya mengidamkan kaki gurita. Memberikan alasan yang tidak masuk akal. Hentikan.”

“Kenapa? Kamu muak dan lelah denganku? Kamu tidak tahan lagi?” Man Wol muleii kesel.

“Jika mau makan kaki gurita sekarang. Kita harus ke Noryangjin. Tidakk… pantai barat terkenal dengan kaki guritanya. Apa kamu ingin pergi ke laut?”

“Baiklah. Sepertinya kita bisa melihat matahari terbit dan jalan juga.”

“Meskipun aku tidak yakin apa kita bisa melihatnya di pantai barat.” Wkwkwkwkkwkw ngagak. “Ayo…!!!”

“Baik. Kita akan kendarai mobil coklat norak yang kamu sukai. Ayo kita cari kaki gurita, Chan Sung.”

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!