Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 8

Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 8 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link ini. ini bagian yang terakhir. Terima kasih buat yang udah ngikutin sinopsisnya di sini. Pengantin pria akan mengkisse pengantin wanita. Tapi….

“Tidak…” kata Su Min. “Kita harus hentikan. Kembali. Pergi!!!” su Min menjadi hantu seram. Pria itu pun lari ketakutan.

Chan Sung yang ada di pintu pun masuk. Kemudian muncullah Man Wol.

Dengan sebuah gunting, Su Min akan memutus benang yang mengaitkan dirinya dengan pria tadi.

***

Kilas balik. Gunting ini dari Mago, sebagai hadiah.

“Kamu harus membuat keputusan yang lebih besar untuk melepaskan daripada bertahan.”

****

Gunting itu Su Min gunakan sambil menangis untuk memotong tali merah. Tali itu pun putus. Cincin yang dipakai sang pria di rumah sakit pun lepas.

Pria itu bangun dari komanya.

***

“Aku mencintaimu. Berbahagialah.” Ucap So Min. Duhhh pengen nangis.

Ostnya bagusss lagi… ampun!!!!!

*trs ada bayangan lagi, Man Wol dengan pakaian merah.

***

Yoona bicara dengan Ji di aula. “Tempat ini terlihat lebih besar  dari yang kubayangkan. Aku akan bekerja sebagai manager umum segera.”

“Kamu masih belum bisa. Masih ada Ku Chan Sung.”

“Maka untuk saat ini aku akan magang. Biar kumulai pelatihan sebagai magang.”

“Teman… sekarang sudah larut. Kamu harus pulang ke rumah untuk tidur agar kamu bisa pergi ke sekolah besok.” Eeehh Yoona malah nambah masuk.

****

Sancez membersihkan kendi yang tadinya ia kasih pipis.

“Maaf aku memanfaatmu dengan cara yang vulgar. Aku yakin kamu tidak tahan sejak dinasti Tang menggunakanmu seperti ini.”

***

Nampak seorang permpuan. Membuka pintu… menaiki tangga dan mendatangi Sancez dangan kendinya.

“Mi Ra Sshi…”

“Sudah lama. Aku datang untuk bertemu dengan Ku Chan Sung.”

***

Hantu pengantin diantar ke alam baka. “Terima kasih sudah membantuku memotong ikatan sebelum keberangkatanku.”

“Aku harap perjalananmu nyaman.” Ucap Chan Sung.

Man Wol ngobrol dengan malaikat maut.

“Gunting itu dari Mago ketiga bukan? Apa dia datang ke hotelku tanpa aku sadari?”

“Chan Sung yang mencari Mago.”

“Apa kini Mago mulai bekerja sama dengan Chan Sung?”

“Kamulah yang dibantu oleh Mago. Chan Sung akan menjadi orang yang mengantarmu.”

****

Chan Sung ngobrol dengan Man Wol.

“Di hotel sebelumnya, aku merasa bangga melihat para pelanggan pergi. Tapi kini aku merasa kesepian.”

“Itu karena kamu tidak akan pernah melihatnya lagi. Ku Chan Sung… kerja bagus. Mago bekerja bagus dengan memilihmu. Kamu layak mendapatkan cinta yang seharusnya kamu dapatkan.”

“Kamu tahu aku bertemu Mago? Dia berpesan untuk menjagamu, sehingga daun akan tumbuh dan bunga bermekaran.”

“Kamu masih melihatku dalam mimpimu?”

Chan Sung ingat Man Wol dalam pakaian merah.

“Ya.”

“Jagalah aku baik-baik… lalu…cobalah untuk mengantarku. Itulah yang Mago inginkan. Aku akan menjadi pelanggan terakhirmu. Karena aku menyukaimu. Ku Chan Sung… ketika nanti kamu mengantarku pergi,  jangan merasa kesepian.”

Bersambung…….. klik di sini kelanjutannya

Komentar!!!!!!!

Pelajaran yang diperoleh dari drama ini adalah perihal melepaskan. Kadang, bertahan bukan menjadi pilihan terbaik. Melepaskan acapkali menjadi pilihan yang paling bijaksana.

Kematian adalah cara Tuhan bilang kepada hambanya untuk melepaskan segala sesuatu saat hidup. Kemudian pergi dengan damai. Mau nggak mau. Suka nggak suka.

Maka, dalam hidup. Mungkin kita harus sedikit demi sedikit melepaskan. Bukan untuk apa-apa. Bukan untuk siapa-siapa.

Melakinkan untuk perjalanan selanjutnya lebih ringan.

Jadi, mau hidup kita ringan? Lepaskanlah. Ikhlaskanlah.

*kemudian menghalahi diri sendiri.

Untuk peran tambahan lagi?

Mantan kekasihkah?

Tentang mimpi/bayangan Chan Sung. Man Wol kayak dipaksa kewong gitu. Terus pengantin prianya mau masuk. Masih belum jelas sih siapa.

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat