Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya di tulisan yang ini. Man Wol terus lanjut berbelanja dan Chan Sung malah mengeluarkan kartu nama yang Mago berikan kepadanya.

*****

Chan Sung pergi ke alamat yang tertera. Ia menemukannya dan masuk ke dalam ruangan.

“Nenek tua. Aahh kamu benar-benar ada di sini.”

“Siapa?” tanya Mago yang agak beda penampilannya.

“Aku Ku Chan Sung dari hotel del luna. Kamu menyuruh datang ke alamat ini untuk mencarimu. Serta kita pernah bertemu di kereta bawah tanah.” Kartu nama diberikan.

“Ahh ini bukan aku. Ini kakak perempuan tertuaku.”

Kemudian ada perempuan berteriak…. “Unnieeee…. cuaca di luar sangat bagus!!!!! Aah siapa kamu?” saat si baju pink melihat Chan Sung.

“Dia datang dari hotel del luna untuk bertemu unnie.”

Wkwkwkw mukanya sama semuaaa… “Ahh Del Lunaaa…. Unnie kita sering ke sana untuk memetik bunga bukan?”

“Apa kalian kembar?” Tanya Chan Sung. “Maksudku, kembar tiga.”

“HOHOHO….. Lebih dari sekedar tiga. Kenapa kamu mencari unnie kita?”

***

Nenek Pink yang bertanya. “Akan ada pernikahan hantu di del luna?”

“Mempelai wanita tidak menginginkannya dan mempelai pria sangat ketakutan. Apa ada cara untuk memperbaikinya?”

“Seperti yang dikatakan bosmu, akan lebih baik melakukan upacara untuk menjaga keamanan hidup.”

“Ahh tidak ada pilihan selain pernikahan?”

“Aku tahu! Kita bisa mengganti mempelai pria. Alih-alih orang yang hidup, kamu dapat mencari hantu sebagai mempelai pria.”

“Di mana kita bisa menemukan hantu mempelai pria?”

“Ada banyak pelanggan di hotelmu.”

“Ahhh benar.”

“Benar bukan? Mempelai wanita dapat memilih mempelai pria yang disukainya untuk memberikan kantung merah. Kedua arwah bisa bersama dan pergi ke alam baka berpegangan tangan.”

“Ya. Aku akan mencobanya. Terima kasih. Aku pamit.”

***

Sebelum pamit. Ahjumma yang kacamata mengentikan Chan Sung. “Hei, kamu pasti bekerja di malam hari. Kamu mungkin tidak bisa tidur nyenyak. Coba minum ini, ini akan membantu.” Ajumma memberikan botol obat. “Ini teh herbal.”

“Terima kasih.” Chan Sung malah langsung  meminumnya.

Nenek Pink malah keluar. “Unnie pasti menyukaimu. Itu obat yang berharga. Kamu akan merasa energik bahkan dari tidur yang singkat.”

“Sungguh?”

****

Ahjumma Choi memberikan berkas pada Chan Sung. “aku meringkasnya khusus tamu yang tinggal sebelum menikah.”

“Ah yaa. aku lebih baik mengunjungi mereka satu per satu untuk bertanya apa mereka tertarik. Ayo kita mulai 507.”

Pintu diketuk Chan Sung. “Maaf menggangu istirahatmu. Apakah anda tertarik untuk kencan buta?”

Akhirnya. Malah diadakan pertemuan. Pesertanya banyak juga yaaa…

“Kita akan memulai kencan antara Lee Su Min, dan lima calon mempelai pria.” Ucap Tuan Kim jadi host.

Ji malah ikutan coba. Wkwkwkwkkwkw..

“Kenapa kamu duduk di situ?” Tanya Tuan Kim.

“Karena aku juga ingin menikah.”

“Karyawan tidak boleh berpartisipasi.” Wkwkkwkw…. eliminasi cuy.

“Bahkan aku sudah mamaki jas. Ini nggak adil.”

“Kita mulai lagi… karena batas waktu, kita akan mempercapat. Silakan saling sapa saat jam pasir berjalan. Ceritakan padanya soal apa yang kalian lakukan saat masih hidup. Aku harap kalian melakukan perkenalan yang tulus.”

****

Man Wol malah sibuk milih baju.

“Chan Sung membuang-buang waktu lagi.”

“Setidaknya mempelai perempuan bisa menikah dan dapat berhubungan baik.” Ucap ahjumma Choi.

“Aku tidak tahu. Aku ragu akan ada pria yang disukai mempelai wanita. Aaahhh aku suka baju ini,”

***

Hantu pengantin wanita bengong gitu…

Chan Sung mendekat dan berkata. “seperti yang kamu tahu, temanku sancez punya hati yang lemah, dan dia tidak bisa melakukan upacara. Kamu harus memilih salah satu diantara mereka untuk pergi ke alam baka bersama. Itu hal terbaik yang bisa kulakukan untukmu.” Chan Sung memberikan kantong merah.

Host Kim mulai lagi. “tolong berikan kantung merah pada orang yang kamu suka. Ayo dimulai.”

Jeng-jeng….

Jam pasir akan habis. Tapi hantu malah memberikannya pada Chan Sung. “Tolong terima ini. jika aku menikah dengan pria lain. Aku harus pergi bersamanya. Aku ingin pergi sendiri. Aku ingin kau, manusia, untuk mengambilnya sehingga aku bisa pergi sendiri.”

“Tapi…”

“Jika kamu tidak mau, aku akan berpegang pada rencana semula. Mohon bawa temanmu.”

Semua diam….. ChanSung malah mengambilnya.

Lanjut ke bagian 7 ya. klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!