Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah ngikutin di besoksore.com ya.

Chan Sung membawa tamu yang pingsan di ruangan Man Wol. “Kamu pikir ini lobi hotel?” Ucap Man Wol. “Kamu terus membawa tamu ke kantorku. Bukannya ke kamar mereka???”

“Dia punya masalah.”

“Setiap hantu punya masalah. Dan kenapa dia? Apa dia mabuk?”

“Dia kelelahan karena terlalu lama bergentayangan.”

“Sonim… bangunlah….” Man Wol hendak membangunkannya.

“Tidak masalah.” Nggak masalah nyender-nyender gitu.

“Baiklah kalau begitu peluk erat-erat.”

“Dia dipaksa menikah. Dia tidak ingin menikah dengan orang asing. Dan tidak ingin menyebabkan gangguan pada manusia dengan membuatnya kesurupan.”

“Apa ini pernikahan hantu?” *ini pernah kayak gini di drakor masters sun yaa dulu.

Hantu yang sudah membuka matanya tapi masih nyender ke Chan Sung pun mengangguk.

“Di sini diperuntukkan bagi mereka yang terlantar, kenapa kamu tidak ikuti saja? Naikah ke kamarmu, dan pikirkanlah lagi. Hotel kami memiliki aula pernikahan. Jika kamu membayar harganya, kami dapat mengadakan pesta untukmu. Silakan pikirkan.”

“Mari naik ke kamarmu.” Chan Sung membawanya pergi dengan menggendongnya.

Man Wol cemburu dan bicara sendiri. “Ku Chan Sung… kamu cukup kuat hingga bisa membawanya. Dan kamu menggunakan gerobak kubis untukku.” Wkwkwkkwkw iyaaaa waktu episode awal. Wkwkwkkw ngakak.

“Pernikahan hantu…”

***

Man Wol bersama ahjumma Choi masuk ke aula pernikahan.

“Tamu itu mengenakan kain katun halus. Artinya dia berasal dari keluarga kaya. Persiapkan pernihakan.”

“Baiklah..”

“Maka,, aku butuh baju baru, dan aku membutuhkan perhiasan baru juga. Sepatu, dompet, dan apa lagi yang kubutuhkan??? Ada begitu banyak yang harus kupersiapkan. Ku Chan Sung seharusnya lebih cepat dapatkan uang dari penjualan lukisan Gunung Baekdu.”

***

Pagi hari, Chan Sung menghabiskan waktu bersama Sancez.

“Sudah bangun? Sepertinya kamu tidur tadi malam.”

“Ya. Aku tidur nyenyak. Tidak bermimpi. Mungkin karena aku lelah.”

“Kenapa? Apa bermimpi dapat undian?”

“tidak. Aku berharap seseorang dalam mimpiku.”

“Mantan kekasihmu?”

“Mantan kekasih seorang perempuan yang kukenal. Pacar perempuan itu.”

“Itu bukan mimpi. Tapi kamu melewatkan panggilan telepon  dari teman.”

“Teman?” tanya Chan Sung. “Siapa?”

“Man Wol. Dari hotelmu. Ponselmu berdering terus jadi aku menjawabnya. Man Wol tanya kapan  kamu mendapatkan uang untuk lukisan itu?”

“Sancez, apa kamu benar-benar memanggil dia dengan namanya? Man Wol? Dia tidak marah dan berteriak kepadamu?”

“Dia memanggil namaku juga. Oppa sancez. Kami bahkan saling follow di SNS. Kamu tahu? Dia sebenarnya lumayan sopan dan ramah. Mungkin dia stres karena pekerjaannya di hotel. Dia selalu ramah.”

“Dia pasti tahu bahwa Sancez sangat kaya. Itu sebabnya dia demikian.”

***

“Ji,,, kamu tahu caranya main piano bukan?” tanya Man Wol saat menyiapkan di aula.

“Sudah lama tidak mengadakan pesta yang membuatku semangat. Akan lebih baik jika banyak tamu yang datang. Haruskah kita mengundang beberapa tamu?” Tanya Ji.

“Apa akan tampak seperti pernikahan jika ada banyak hantu di sini? Itu akan nampak seperti pemakaman.” Kwkwkw. “Buat sederhana.”

“Baik. Apakah mempelai pria sudah diputuskan?”

“Jika manusia sial menemukan kantung merah itu, dia akan menjadi mempelai pria.”

Ahjumma Choi berkata. “Mempelai wanita nampaknya tidak menginginkan pernikahan.”

“Ku Chan Sung bisa kerumah orangtuanya dan membuat mereka berubah pikiran.” Ucap Ji. “Tidak ada pernilahan jika kantung itu belum ditemukan bukan?”

Man Wol kaget. “Ku Chan Sung pergi mencari kantong merah?”

“Ya. Dia sangat gigih. Dia mungkin sudah menemukannya.”

“Jika manager menemukan itu, itu akan timbul masalah.” Ucap ahjumma.

“kenapa??? Aahhh apakah Manager akan menjadi mempelai pria jika dia menemukan lebih awal?”

“Dia mungkin sangat peduli pada hantu. Dan sekarang dia mungkin akan menikahinya. Mempelai wanita tidak ingin menikah dengan orang asing. Tapi aku yakin dia mau menikah dengan Chan Sung. Itu kabar baik Sajangnim…” Ucap ahjumma.

Man Wol nampak resah. “Sajang-nim, kamu tidak akan membiarkan dia menikah?” Tanya Ji.

Kemudian Man Wol benar-benar marah. “KALIAAANN!!!!!”

***

Kantung merah itu ada di taman di rerumputan dan Chan Sung mencarinya.

“Aku dengar kantung merah itu jatuh di suatu tempat dekat danau.”

Kemudian ketemu Sancez yang lagi sepedehan. “Chan Sung, kamu masih mencarinya? Sedang mencari apa? Aku akan membantumu menemukannya.”

“Tidak apa. Jangan pedulikan aku, teruslah bersepeda. Kamu harus berputar lagi.”

“Hujan akan segera turun. aku akan bersepeda satu putaran lagi. Ayo pulang setelah kita selesai.”

“Baik.”

***

Cari dan cari,,,,, eeehh malah ketemunya Man Wol yang lagi asyik berjemur.

“Sedang apa di sini?”

“Kamu tidak bisa lihat? Aku sedang piknik.”

“Kenapa piknik di saat cuaca panas?”

“Benar…aku menjawab pertanyaan yang sudah kamu ketahui jawabannya. Aku ke sini untuk bertemu denganmu. Aku tidak ingin kamu mencari kantong merah itu. Tinnggalkan saja.”

“Apa kamu khawatir aku mungkin harus menikah jika aku menemukannya?”

“Chan Sung… aku menentang pernikahan ini. aku tidak bisa menerimanya. Biarkan pria lain saja yang menemukannya.”

“Dia tidak ingin menikahi seseorang yang tidak dikenalinya. Siapapun yang mengambilnya akan terkejut. Jika aku menemukannya, kamu akan membantuku.”

“Pikirmu aku akan membantumu? Itulah sebabnya kamu bersikeras?” kemudian Man Wol menggunakan teropong mewah.

“Kamu menggunakan itu untuk menemukannya? Kamu bisa tahu itu di mana?”

Man Wol mencari… “Aku melihatnya.. aku melihatnya…”

Lanjut ke bagian 5 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!