Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Masih melanjutakan obrolan Chan Sung dan Man Wol. “Kenapa kamu menyelamatkanku? Jika tidak kan aku bisa gila?”

“aku tidak akan campur tangan, tapi sehelai daun merubah pikiran.”

“Daun?”

Chan Sung mengeluarkan daun dari kantongnya. “Ini…”

“Ya. Hal sekecil itu membuat hatiku berubah.”

“Jadi, aku membuatmu berubah dengan hanya daun ini?”

“Lagi… lagi… lagi…!!! mengajukan pertanyaan yang sudah kamu tahu jawabannya! Apa mereka mengajarimu itu di harvard?”

“Mengajukan pertanyaan untuk memberikan jawaban dapat mengarah kepada penentuan kebenaran. Itu metode socrates. Itulah yang diajarkan para profesor di Harvard.”

“Tapi ini bukan Harvard. Jadi pergilah dan temukan anting-antingku.”

“Apa menemukan anting sepadan dengan daun?”

“Temukan…. dan aku akan membunuhmu.” Heraaaann berantem mulu dua orang ini.

“Katamu kamu akan membunuhku. Tapi kamu tidak bersungguh-sungguh. Katamu kamu tidak akan mencarinya tapi kamu menginginkannya… kamu bukan orang dermawan dan kata-katamu begitu sinis. Begitukah semua hantu menua karena usia?”

“Tidak… aku terlahir seperti ini. aku selalu bersikap sinis. Kamu tidak melihat itu di dalam mimpimu?”

“Kamu baik dan pandai.”

“Aku? Sungguh?”

“Ya. Kamu memperhatikan dia dengan kasih sayang. Namanya Yeon Woo.” *ini yang lelaki satulagi, temannya itu.

“Kamu tahu itu juga.”

“Ya, kamu memanggilnya dengan cinta. Itu sebabnya aku ingat namanya.”

“Kenapa? Apa kamu pikir kamu mungkin dia?”

“Pikiran itu sejanak mampir di kepalaku,  tapi sepertinya tidak mungkin.”

“Yeon Woo adalah orang yang paling mencintaiku. Ku Chan Sung kamu menyukaiku?”

Chan Sung diam. Kemudian… “Aku yakin, tidak.”

“Pergilah.”

****

Man Wol galau. Dan lagi-lagi ostnya kece badai… *kamu bisa mengunduh di tg punya mimin ya.

“Yeon Woo…. yaa…”

Kilas balik.

“Wol aah…dengan pohon yang kamu sukai ini, aku akan membangun rumah terbesar yang pernah ada. lalu, akan kuberikan padamu.”

“Apa? Kamu akan menggunakan pohon ini untuk membuatkan rumah untukku? Nggak usah. Aku tidak mau tinggal bersamamu di rumah itu.”

“Yakk… kamu akan segera menua, yang artinya kamu tidak akan bisa kemanapun. Aku tidak bisa membuat wanita tua hidup di bawah terpal.”

“Ini adalah kehidupan di mana kamu bisa ditangkap dan dibunuh esok hari. Aku bahkan tidak berharap untuk hidup sampai menjadi wanita tua.”

“Tapi kamu bisa menjadi nenek. Peramal bilang, bahwa aku akan berumur panjang seperti pohon ini. aku akan berumur 100 tahun. Setengahnya akan kuberikan kepadamu.”

“Jika kamu beri. Kamu akan mati.”

“Iya juga… tapi nggak masalah. Selama aku mati karenamu, tidak mengapa. Kamu boleh memiliki setengah usiaku.”

Man Wol tertawa bersama. Kilas balik selesai,

Kembali ke Man Wol yang terdiam di kamarnya.

***

Nampak mayat terbaring, seorang dukun. Dan ibu bapak.

Dukun berkata setelah memotong rambut, bagian baju kedalam kantong kecil… “Ini akan menemukan mempelai pria untuk putrimu yang sudah mati.”

*di jari manis mayat itu ada cincin.

>>>>>

“Siapapun yang menemukan kantong ini akan menjadi pasangan arwahnya.” Begitulah ucap sang dukun dan kantong itu diterbangkan dengan lampion berisi mantra.

Ayah berkata. “Aku berharap orang baik menemukan kantong itu.”

“Su Min aahh… kamu akan membuatmu menukah agar kamu tidak kesepian.”

Di belakang hantunya berkata. “Tidak… aku tidak mau menikah dengan orang asing.”

Hantu pengantin berlari.

***

“Kamu akan pulang lebih awal hari ini?” tanya ahjumma Choi pada Ku Chan Sung.

“Ya. Aku sedikit lelah.”

“kamulah orang yang membuat pekerjaan melelahkanmu.”

“Adalah tugasku untuk menjaga para tamu. Sebagai manager perhotelan.”

“Setidaknya kamu sudah sedikit menubah pola pikirmu. Kupikir kamu membenci hotel kami.”

“Aku membuka hatiku untuk seseorang. Aku sebenarnya sedikit lembut, jadi aku cenderung membalas budi sepuluh kali lipat. Jika kamu baik padaku, aku akan berbuat baik. Jadi, tolong bersiap baik padaku.” Chan Sung nyindir ahjumma nih.

Chan Sung pergi.

Tuan Kim mendatangi ahjumma. “Apa yang dia bicarakan? Apa katanya?”

“Dia menggunakan sarkasme untuk mengancamku. Dia bilang dia membalas budi sepuluh kali lipat dari jumlah yang dia terima.”

“Aku tahu Mago tidak akan mengizinkan.”

***

Baru saja keluar hotel dan Chan Sung bertemu dengan hantu pengantin.

“kamu mencari hotel?”

“Tolong bantu aku.”

Hantu pingsan. “Kamu baik-baik saja?”

Lanjut ke bagian 4. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!