Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 5 Part 1 – Halo… mimin sudah mandi, sudah hari minggu. Waktunya nggak kemana-mana dan malah buat sinopsis yaaa… yokkk lanjut aja. Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Setelah acara kisseu dan Chan Sung malah menutup matanya karena emang ena? Bagaimana kelanjutannya? Saling tatapanlah mereka. Ehh ternyata nggak nambah guys. Padahal mah cuma nempel gitu doang. Wkwkw.

Hantu dari kemari pun terlihat. “Dia tamu di sini. Kamu akan gila jika menatapnya. Jangan berbalik. Keluar dari sini saat pintu terbuka.”

Pintu terbuka sendiri dengan kekuatan Man Wol. Layaknya kuntilanak terbang, hantu itu terbang mengikuti Chan Sung yang langsung menutup pintu dan menahannya.

Mbak Kunti pun nampak menggendor-gendor kayak kalian nggak dapet pintu sama Emak kalian sebab pulang kemalaman.

Chan Sung menahan pintu dengan tubuhnya.

“Son-nim… kamu tidak akan pernah bisa keluar dari pintu itu. Maaf karena telah membangunkanmu. Masuk kembali, dan lanjutkan istirahatmu.”

Kemudian. Perlahan, kunti mendekati Man Wol dan tampak marah. Man Wol yang keknya lebih seram daripada semua hantu langsung mendorong hantu ke dinding dengan kekuatan magisnya.

“Rupanya aroma dupa membuatmu gila. Kamu sudah dikurung di lemari itu untuk waktu yang lama, dan kamu masih marah saat melihat manusia? Apa kamu ingin keluar dan melapiskan kemarahanmu? Karena kamu adalah tamu… aku tidak akan memaksamu untuk masuk kembali ke dalam. Kamu harus diam merangkak kembali ke dalam sendiri.”

Kemudian hantu itu terjatuh…

Chan Sung lari.

***

Hantu dimasukkan kembali ke dalam lemari.

Kemudian nama terdengar… “Ku Chan Sung… Ku Chan Sung…”

Nama itu terdengar oleh Chan Sung seperti suara Man Wol. Chan Sung yang larinya belum jauh pun mendengar namanya dipanggil.

***

Man Wol tersenyum sinis mendengarnya. “Berhenti bersikap bodoh. Kamu tidak tahu betapa penakutnya dia. Tidak peduli beberapa kali kamu memanggilnya, dia tidak akan kembali.”

Belum apa-apa. Chan Sung balik lagi dan membuka pintu.

Chan Sung langsung memeluk Man Wol dan mbak kunti malah terbang, lompat, dan lari keluar.

Di dekat pintu. Sudah ada ahjumma Choi dan ahjussi Kim, “Barusan yang berlari dengan gila, apa si pilihan ke tiga?”

“Sunbaenim, bahkan sambil menutup mataaa… itu jelas bukan Chan Sung,” Ucap ahjumma.

Ahjussi masih merem. “Aku juga berpikir begitu. Rambutnya kusut dan berantakkan.”

“Dia tamu kamar no. 13. Dia sudah meninggalkan kamar.”

“Rencana sudah gagal, ini masalah serius.”

***

Eeeh pelukan makin erat. “Ku Chan Sung. Dia sudah nggak ada. kamu bisa melepaskanku.”

Chan sung melepaskan pelukannya. “Kamu menatapnya bukan?”

“Hanya sekilas,”

“Jadi, kamu udah gila?”

“Aku nggak gila. Aku sangat ketakutan sampai tidak bisa tenang. Apa kamu terluka? Kamu baik-baik aja Jang Man Wol?”

“Ku Chan Sung…”

“Apa kamu terkejut? Tidak ada yang salah denganku, aku baek-baek aja.”

“Elu tu ye. Kamu sudah sedikit sambleng rupanya.”

“Aku kan Cuma becanda. Kamu sungguh nggak nyangka? Lalu, benarkan jadi gila jika menatap hantu itu? Aku pikir kamu bilang itu hanya untuk menakutiku.”

“Ya. Beneran, kamu mungkin sedikit gila karena sekilas menatap. Jika kamu sungguh menatapnya, kamu akan benar-benar gila.”

“Benarkah? Dia masih di sini bukan?” Ku Chan Sung sembunyi di balik man wol.

“Dia sudah kabor.”

“Aku pikir kamu akan mengurusnya, kenapa kamu membiarkan dia?”

“ohhh… aku tidak mengira si penakut akan mengumpulkan kebaraniannya dan terbirit-birit sampai buka pintu lebar-lebar. Aigooo bodohnya.”

Man Wol pergi dan diikuti oleh Chan Sung,

“Kamu memanggilku penakut?”

“Apa ada orang yang bodoh sekali?”

“Bodoh? Itu kali pertama kudengar itu seumur hidupku. Gelarku MBA harvard…”

“Diem lu.”

“Itu kekerasan verbal. Tarik kembali perkataanmu.”

“Kutarik.”

“Apa kamu bercanda?”

“ada hantu….!!!”

“Di mana.”

“Penakut.”

“Duhhhhh ya ampun… kupikir ada hantu beneran.”

***

Chan Sung menghadap Pak Kim lagi.

“Maaf, aku pasti sudah membuat kesalahan saat membakar dupa.”

“Syukurlah kamu selamat.”Pak Kim menatap sambil memegang tangan Chan Sung. “Choi Siljang, kamu harus mengurus kamar dengan benar. Tamu berbahaya itu bisa mengancam manager kita.”

“Tidak… maaf telah membuat khawatir.” Chan Sung pergi. Masih belum tahu apa-apa.

***

Ahjumma dan Ahjussi ini pun bergibah.

“Lihat kita telah memprovokasinya, si pilihan ketiga sama sekali tidak tahu  bahwa kita menempatkannya di kamar itu dengan sengaja.”

“Entahlah… wajahmu nampak sangat bersalah. Sepertinya Ku Chan Sung adalah orang bodoh karena nggak sadar dikerjai.”

“Bahkan kalau dia bego. Dia bakalan sadar saat si pilihan keempat tiba. Aku harus memberitahu Hyun Joong untuk menunda membawa si pilihan keempat.”

***

Pilihan keempat. Alias Kim Yoona yang didalamnya berisi Jung masih di sekolah. Dan saat itu, Ji Hyun Joong mendatanginya di depan itu.

Yoona diam. Teman-temannya merasa jalannya dihalangi. “Kim Yoona, lagi apa? Minggir!!!” teman-temannya lewat dan menembus tubuh Ji.

Yoona pun lewat pintu lain.

Teman-temannya berunjing.

“Kamu baru saja melihat Yoona?”

“Ya..”

“Aku dengar, dia kerasukan arwah Su Jung. Sepertinya itu benar. Jika kamu memanggil namanya, dia akan menoleh..”

Yang lain pun ribut seakan tidak percaya.

Lanjut ke bagian 2 klik dimarih.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *