Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 7

Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 7 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… hayokkklaaah dilanjut guys. Mimin belum mandi nihh yaak ampun!!

Jadi guys, dugaan saya adalah Man Wol kali ini menyelamatkan hidup Chan Sung yang mau ketabrak. Kemudian usai kejadian ini. Chan Sung membawa mas tadi ke kantor polisi.

“Kamu menemukan pria yang melakukan tabrak lari minggu lalu? Jadi, kamu menangkapnya sendiri dan membawanya ke sini?”

“Ya…. dia menabrak seorang wanita buta yang sedang menyebrang jalan dengan motornya lalu kabur gitu aja.”

“Begitukah? Astagaa… kamu luar biasa. Dia menabrak wanita buta yang sedang menyebrang jalan…”

***

Kemudian adegan beralih pada Chan Sung yang melewati jembatan penyebrangan. Di sana sudah ada Mbak Hantu yang sudah membawa bunga.

****

Usailah pekerjaan Chan Sung pada tamu pertamanya. Chan Sung mengantarkan Mbak.

“Kamu tamu pertama yang kukirim ke hotel ini. aku dengar. Kamu akan pergi ke tempat yang bagus dengan bunga itu.”

“Gumawoyo… kenangan yang kumiliki tentang tangannya adalah kenangan yang menakutkan. Tapi dengan bodohnya aku mengingatnya sebagai kenangan yang menghangatkan.”

“Mungkin kamu tipe yang seperti itu. Tipe orang yang berusaha mengingat kenangan indah atas sebuah kejadian. Terlepas seberapa kecil kenangan itu.”

Mereka pun pamitan. Mbak naik mobil bagus. Ada Mas Pencabut Nyawa juga.

***

Kini Chan Sung mulai serius bekerja.

Saat ada hantu sedang ngetik kayak mimin…. Chan Sung dengan perhatian berkata. “Soonim. Kamu mau kopi lagi?”

Hantu yang biasanya minta isi ulang pulsa kopi pun mengangguk.

****

Saat berjalan. Chan Sung bertemu dengan mbak hantu yang tadinya dirubung lalat. Kini wajahnya udah mendingan. Chan Sung menyapa dengan lebih ramah.

Kemudian ada ayah dan anak.

“Tempat ini luar biasa bukan?” Tanya bapaknya.

Chan Sung tanpa ragu menyapa mereka. “Ada pantai berpasir jika kamu pergi ke luar. Anakmu akan menyukainya.”

“Terima kasih. Ayooo main…” mereka pun pergi. Di punggung ayah ada semacam bekas jejak ban.

Ji menjelaskan pada Chan Sung. “Ayah dan anak itu datang bersama karena kecelakaan mobil.”

Kisahnya adalah sang anak lari mengejar bola.  Ayah mengejar anaknya. Hingga ada mobil lewat. Keduanya tidak selamat.

Dari lantai di atasnya. Man Wol memperhatikan Chan Sung. “Dia bahkan belum sadar setelah apa yang sudah ia lihat. Ckckckck…..”

Choi Siljang datang menemui IU. “Sajang-nim. Kami sudah melihat pohon di taman. Semuanya merasa sangat khawatir.”

***

Rapat dadakan Tuan Kim. Choi dan Man Wol diadakan.

“Pohon itu sudah mati 1000 tahun. Kenapa tbtb kembali?” Tanya Tuan Kim/

“Mago bilang bahwa seseorang akan datang dan membuatku pergi. Sepertinya orang itu ada di sini.”

“Apa itu Manager Koo Chan Sung?” Tanya Choi.

“Benar.”

“Apa yang manager katakan?”

“Dia bilang akan menjagaku, dan akan mencoba membuat bunga dan daunnya bermekaran. Sepertinya aku akan pergi. sesudah bunga berguguran…”

“Lalu apa yang terjadi pada kami?” Tanya Kim.

“Kenapa tanya kepadaku? Terserah kalian. Kita bisa menyerahkan semuanya dan pergi ke alam baka. Atau kamu bisa bergentayangan di dunia ini sebagai arwah penasaran. Kemudian berubah menjadi abu. Terserah kalian.” Ucap IU.

“Kami harus tinggal di del luna lebih lama.” Ucap Choi. “Sajang-nim juga tidak bisa pergi lebih awal.”

Tuan Kim punya ide. “Kita harus melepaskan Koo Chan Sung. Selain itu, dia adalah pilihan ketiga. Dan ada kandidat keempat.”

***

Jung ada dalam tubuh Yoona. Yoona sedang menulis dan ia marah pada teman-temannya.

“Jangan menggangguku. Pergilah.”

“Maaf. Kami tidak mengganggumu..” Ucap para teman Yoona.

“Apa yang terjadi padanya? Aneh sekali.”

Ternyata Yoona marah bukan pada teman manusianya. Tapi ada hantu anak SMA yang sedang duduk di hadapannya. Hantu itu mengganggu Yoona belajar.

****

Tuan Kim ngomong lagi. “Dia hantu dalam tubuh manusia. Dia juga berani. Dia sangat cocok.”

“emmmmm…. kita punya kandidat lain.” Man Wol mulai setuju dengan Yoona???? “Aku membantunya, jadi aku pasti bisa memanfaatkannya untuk bisa menaklukannya. Selain itu, keluarganya juga kayaahhhh rayaaah….”

“Ayo kita lepaskan Koo Chan Sung.” Ucap Kim.

“Dia tidak akan pergi. Aku menyuruhnya pergi tapi dia menolak.”

“Koo Chan Sung bisa melihat hantu sekarang… dan dia menetap juga.”

“Jika aku melepaskannya, dia akan tetap bisa melihat hantu dan hotel.”

“Mago bisa mengambil kemampuannya untuk melihat hantu.” Ucap Kim.

“Kamu pikir wanita tua itu akan mengizinkannya? Dia bahkan yang mengirimkannya kepadaku.”

“EEMMMM kita tidak bisa membunuh manusia, tapi jika kita membiarkannya, kita akan naik bus.” Ucap Kim yang merasa terancam.

“Ada cara untuk memperbaikinya tanpa membunuhnya.” Choi punya ide. “Kamar no 13 di hotel ini. ditempati tamu sekarang.”

“Kamar nomor 13?”

***

Kamar no 13 berisi lorong dan hanya ada lemari, meja, dan cermin rias.

***

Ahjumma Choi menjelaskan. “Tamu di kamar No.13 membenci suara napas manusia. Jika manusia melihat tamu di kamar no 13. Manusia akan jadi edan…”

“Apa kamu menyarankan agar kita membuatnya menjadi gila?” Tanya Tuan Kim.

Man Wol menabok meja. “Baiklah…. jika dia menjadi gila dan berkeliaran seperti orang gila, dia tidak akan bisa ke sini lagi meskipun bisa melihat hantu.”

“Dunia ini akan mengisolasi orang-orang seperti itu tanpa keterlibatan kita.” Ucap Choi yang licik kayak karakternya di come and hug me.

“Rumah sakit jiwa….”

“Sajang-nim, jika kamu menyetujui ini…bisakah?”

Man Wol berpikir. “Di mana Koo Chan Sung sekarang?”

Lanjut ke bagian 8 yaa… klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *