Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih… heueueueuue…

Man Wol mengejar Chan Sung. “Yakkk Koo Chan Sung. Jangan lakukan, jangan datang ke sini lagi.”

“Kenapa? Aku harus bekerja.”

“kamu tidak harus ke sini lagi. Aku akan membiarkanmu pergi.”

“Kini aku tidak punya tujuan. Aku meninggalkan hotel yang terkahir karena kamu. Sekarang aku punya reputasi yang buruk dan aku tidak bisa kembali.”

“Ada hotel lain yang disukai forbes.”

“Mereka menyukaiku saat aku tidak bisa melihat hantu. Kini tidak lagi. Dan kamu tidak punya manusia lain selain aku.”

“Kamu urutan yang ketiga. Ada yang ke 1 ke 2 di dalam antrian dan mereka lebih baik darimu.”

“Ohh mereka.. mereka sangat kuat dan tangguh hingga kamu tidak bisa memperdayanya. Kamu butuh target yang mudah sepertiku. Manusia yang bisa membereskan dendam hantu. Di posisi ini, aku nol.”

“Koo Chan Sung, jika kamu terus begini aku benar-benar tidak akan menyukaimu.”

“Kamu menyukaiku karena aku tidak mengganggumu. Kamu tidak menyukaiku karena aku mengganggumu. Aku suka yang terakhir. Aku akan menemui tamu di luar.”

Chan Sung pergi.

Man Wol bicara sendirian. “Dia terus membuatku kesal. Dia pikir aku bercanda karena kini pohon kering itu sudah tidak ada?”

****

Chan Sung berada di depan toko roti bersama hantu buta.

Kisah lamanya adalah, Mbak Hantu masuk ke toko karena aroma roti. Saat di toko roti, seseorang mengambilkan roti yang sedang dipanggang. Karena Mbak buta, pelayan membantu mbak menyentuh roti yang baru dipanggang.

“Roti jenis apa yang kamu cari?” tanya pelayan.

“Roti yang kamu panggang sekarang, baunya sangat enak.”

Pelayan mengambil roti. Tangan mbak dituntun menyentuh roti. “Ini roti kastanye. Hangat bukan? Dan sangat lembut. Aku baru saja memanggangnya.”

***

“Setiap kali aku ke sana. Dia memegang tanganku dengan hangat. Jantungku berdegup kencang aku takut dia tahu perasaanku. Aku bahkan tidak pernah bicara dengan benar.”

“Meski kamu tidak tahu wajah dan namanya. Tapi kamu akan tahu pasti jika memegang tangannya, bukan? Jika kamu menggunakan tanganmu sendiri, itu hanya akan membuatnya takut. Haruskah kuberitahu pelayan di sini kamu mencari dia?”

Mbak menggeleng.

“Baik. Akan aku pinjamkan tubuhku.”

***

Satu persatu dari 3 pegawai yang ada, dengan beberapa cara yang cukup ekstrim dilakukan oleh Chan Sung. Yhaaa masak iyaa tangan orang diremes-remes.

Satu pegawai.

Kemudian pegawai lain.

Kemudian pegawai ketiga saat membayar di kasir.

Chan Sung ditangkap…. dianggap orang mesum.

“Pria ini bertingkah aneh.”

“Apa yang kamu lakukan?”

Kemudian munculah sancez di pintu. “Chan Sung ah…. sedang apa?”

“Sanceseee…” Chan Sung minta tolong

****

Dengan kumpulan roti yang sudah dibayar, Chan Sung ada di depan toko. Kemudian tak lama, sancez pun keluar.

“Apa yang kamu katakan padanya?”

“Aku bilang kamu bukan orang aneh. Aku meminta mereka untuk memercayaiku. Mereka bilang kamu tidak boleh kembali ke toko roti.”

“Maaf sancez”

“Kenapa kamu melakukan ini? kamu bilang akan pergi ke hotel tadi pagi. Sedang apa di sini?”

“Seorang tamu memintaku mencari seseorang di sana.”

“Aigooo… kamu bisa saja meminta nama pegawai, bukan memijat tangan semua pegawai.” Wkwkwk.

“Aku punya alasan.”

“Kamu seharusnya meminta bantuanku. Aku pelanggan tetap di sini.”

Chan Sung memegang tangan sancez, “apa kamu ingat setiap karyawan yang bekerja di sini?”

“Tentu saja, berandal! Lepaskan!”

****

Trio pegawai sudah di depan pohon yang kini sudah berdaun.

“Apa aku satu-satunya yang melihat benda hijau di sini?” Tanya Tuan Kim.

“Dedaunan sudah mulai tumbuh.” Ucap ahjumma.

“Ahhhh bukankah cantik? Ayo kita ambil foto.” Ucap Ji yang bersemangat.

“Kita seharusnya tidak mengagumi tapi meratapi.” Ucap Tuan Kim. “Ini pertanda bahwa hotel akan menemui kekacauan.”

“Kenapa?”

“Jang Man Wol dihukum karena terikat di pohon ini.perubahan seperti ini pada pohon pasti ada sesuatu dengan hukumannya.”

“Apa salahnya itu?”

“Pikirkan apa yang terjadi jika Jang Man Wol pergi? Kita sudah berada di sini karena dia. Jadi, apa yang akan terjadi pada kita?”

Ahjumma Choi menjawab. “Kita harus naik ke alam baka.”

“Ahhh tidak… aku belum bisa pergi.”

“Aku juga.”

“Kenapa bisa-bisa terjadi? Apa yang berubah?” tanya ahjumma.

“Kita kedatangan manager yang baru. Kurasa Koo Chan Sung ada hubungannya dengan ini.”

****

Chan Sung dan Mbak hantu sudah ada di depan toko roti lain.

“Orang yang kamu cari sedang bekerja di sini sekarang.”

Kemudian munculah pemuda yang sedang melayani pelanggan.

“Itu dia. Apakah kamu mau memegang tangannya?”

Mbak hantu mengangguk.

****

“Permisi…”

“Ya.”

“Halo aku adalah pelanggan tetap toko rotimu. Senang bertemu denganmu.” Chan Sung mengulurkan tangan.

“Ohh yaa…”

Keduanya salaman…

Dengan gerakan melambat. Tangan mbak hantu nampak menjabat. Dialah orang yang ia cari. Orang yang pernah menunjukkan roti sebelumnya.

Mbak hantu tersenyum.

Lanjut ke bagian 6 ya.  klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *