Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 4 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys, sudah mengikuti di marihh…

“Mago memberikan bunga pada arwah untuk pergi ke alam baka.  Kemudian arwah berpamitan kemudian menuju kedamaian.” Suara dari Tuan Kim. tapi masih menyorot pada Chan Sung usai mengantarkan kakek dengan sundel.

“Nenek tua barusan. Apakah dia mago?”

Chan Sung melihat kartu namanya. Tertulis alamat toko obat.

***

Seorang pria nampak sedang membuat kue. Kemudian hantu dengan tangan biru nampak menyentuh tangannya.

Saat sang pria geser dari tempat adonan, ia melirik dan melihat adonan bergoyang sendiri.

Sang pria ngacir dari dapur, masuk ke toko kemudian keluar.

saat ada kejadian ini, ada sancez yang sedang memilih roti.

***

“Chan Sung ahhh…..” Sancez membangunkan Chan Sung yang masih tidur.

Sancez bercerita. “Chan Sung, ini. aku membeli roti paling spesial. Ada hantu yang terlihat di toko roti yang sering kukunjungi. Hantu meremas adonan ini, jadi aku menunggu untuk membelinya.”

“Sancez… jangan berkata seperti itu. Aku tidak mau mengengar kata hantu di sini.”

“Yak.. bagaimana jika hantu ini mengikutiku pulang? Karena aku membawa roti ini?”

Chan Sung yang minum langsung tersedak. Kemudian muncul hantu kacamata.

“Kenapa kamu datang? Kenapa kamu datang lagi?”

“Chan Sung ah… kamu sedang apa? Kenapa membuatku takut?” Tanya Sancez. “Tidak ada hantu di sini. Ini hanya roti.”

“Apa yang membawamu ke sini?” Tanya Chan Sung.

Hantu menggeleng

“Apa kamu mengikutiku?”

Hantu mengangguk.

“Chan Sung ah… maaf atas kisah konyolku. Kamu mau makan roti?”

“Tidak. Aku tidak mau makan roti. Sepertinya aku harus kembali bekerja.”

“Chan Sung ahhh…. jika kamu bertingkah seperti ini. bagaimana aku bisa makan roti ini?” Sancez mulai ketakutan.

****

Mbak kacamata dibawa kembali ke hotel.

Trio pegawai bergibah. “Koo Chan Sung membawa lagi tamu yang meninggalkan hotel.”

“Dia keluar hotel, pergi ke toko roti, dan membuat roti. Dia seharusnya tidak melakukan hal seperti itu.” Ucap Ji.

“Dia seharusnya pergi menggunakan limusin hari ini, bukan?” tanya ahjumma Choi.

“Ya. Manager menemui sajang-nim untuk mendapatkan ttdnya. Untuk mengubah reservasi limusin. Apa dia ingin makan roti sebelum meninggalkan dunia ini?”

“Bahkan jika dia tidak bisa makan roti di dunia ini,  dia seharusnya memanggil layanan kamar.” Ucap Tuan Kim. “Kenapa dia malah ke toko roti?” *soalnya nggak ada mamang sari roti lewat di koreyaaa.”

“Ji.. kamu harus perhatikan dengan baik tamu yang datang dan pergi. Kamu ingin naik bus alam baka?” teriak ahjumma Choi.

“Aku menerima banyak tamu kemarin, jadi aku kewalahan.”

“Lakukan pekerjaanmu dengan benar.” Ahjumma pergi.

Ji memeluk kim. “Kejam. Bagaiamana dia berkata untuk pergi naik bus ke alam baka?”

“Ya. Ini agak aneh. Kenapa dia nampak gelisah seperti itu. Oohh tanggal 25 akan segera datang.”

“Hari itu akan tiba, kita akan melewatinya dengan aman bukan?”

“Benar. Jika yang terjadi 42 tahun lalu, terjadi lagi, Seo Hee pasti akan diseret ke alam baka.”

***

Man Wol masih malas-malasan. “Hantu tidak boleh berulah dengan bergentayangan. Belum terjadi hal besar, jadi katakan padanya untuk tetap menjaga reservasi ke alam baka.”

“Aku akan mengubah reservasi. Ttd di sini.” Chan Sung nyodorin kertas “Ada seseorang yang benar-benar ingin dilihatnya.”

Pulpen malah dilempar Man Wol. “Tidak ada hantu yang tidak punya seseorang yang ingin mereka temui.”

Pulpen kedua diserahkan Chan Sung. “Dia tidak pernah melihat orang itu saat masih hidup. Itu sebabnya, dia ingin melihatnya. Dia buta saat masih hidup.”

“Bagaimana bisa dia mengenal seseorang padahal dia belum pernah melihatnya? Dia bahkan tidak tahu namanya. Kenapa dia mencari seseorang yang bahkan tidak dikenalinya. Lupakan… pergi… berhenti menggangguku.”

“Dia mengatakan dia mengingatnya. Jika dia memegang tangannya, dia bisa merasakannya.”

Man Wol menutup matanya. Tertawa. “Itu omong kosong yang dilontarkan hantu. Pergi…”

Dan tangan Man Wol yang mengusir Chan Sung langsung dipegang Chan Sung.

“Apa kamu juga mengatakan omong kosong? Katamu kamu bisa tahu dari perasaanmu. Bahwa aku jelas bukan orang itu. Maka kamu juga tidak tahu.”

“Kamu jelas bukan dia.”

“Jadi, kamu harus ttd ini.”

Chan Sung meletakkan pulpen di tangan Man Wol dan Chan Sung lah yang menggerakkannya. Agak sama dengan mimpi Chan Sung. *orang yang sama. Jelas,…. keknya. Hehe.

Ttd sudah dibubuhkan.

“Aku akan menemukan orang yang ingin dia lihat dan mengirimnya pergi. Dia adalah tamu pertama yang kubawa. Jadi, aku akan melakukan yang terbaik.

Man Wol membuka penutup matanya.

“Jangan mencoba mendapatkan uang darinya. Dia tidak punya.”

“Kenapa kamu melakukan sesuatu yang tidak menghasilkan uang? Kamu telah diperdaya oleh hantu itu. Aigoo kamu sangat lemah. Kamu adalah sasaran empuk hantu. Ckckckck…”

“Benar. Jika aku lebih keras dan bertahan, aku tidak akan berakhir di sini. Aku menyesal menjadi manusia lemah yang sangat kamu sukai.”

“Apa kamu lagi sarkastik.”

“Itu benar.”

“Aku tidak menyesal membawamu dan menyulitkan hidupmu.”

“Kamu benar-benar berpikir melakukan itu? Kamu tahu pepatah manusia menyulitkan hidupnya sendiri? Mungkin bukan kamu yang menyeretku ke sini. Tapi aku. Minumlah… kamu harus banyak minum air sebanyak kamu meminum alkohol sehingga kamu tidak akan merasa kering. Aku akan pergi ke toko roti. Ini juga tempat yang dikunjungi komedian Kim Joon Hyun. Cobalah bermain satu gigitan.”

“kenapa kamu bersikap baik? Kamu membuatku gugup. Apa kamu memberiku racun?”

“Aku akan mencoba menjagamu. Jika aku memberimu roti dan air. Daun yang sudah tumbuh dari pohon yang kering…. mungkin bisa berbunga dan bermekaran, siapa tahu kan?”

“Jangan! Kamu pikir aku benih yang bisa tumbuh saat diberi air? Aku adalah pohon tua yang sudah kering selama lebih dari 1000 tahun.”

“pohonnya kini berdaun. Sepertinya akan bermanfaat.”

“Kenapa kamu menggangguku?” teriak Man Wol.

“Kenapa mengganggumu? Sepertinya kamu tidak merasakan apa-apaa… itu tidak benar.”

Chan Sung pun meninggalkan Man Wol yang kesal.

klik di sini kelanjutannya yaaa///

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *