Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 4 – Lanjutan episode yang ini. episode langkapnya kamu bisa cari tahu di sini. “Apa kita punya taman?” Tanya Koo Chan Sung.

“Sepertinya kami meninggalkan meja depan dan bar tanpa pengawasan terlalu lama. Lebih baik sekarang kita pergi.” Ucap Ahjumma.

“Aku tidak boleh bermalasan di tempat kerja atau dikirim ke alam baka. Akan aku ceritakan kisah panjangku sambil mentraktirmu martini.” Ucap Tuan Kim.

“Kupikir, kamu sebaiknya pulang malam ini.” Ucap ahjumma.

“Di mana kebun dengan pohon besar? Aku tidak melihatnya hari ini.”

“Dia mungkin tidak menunjukkannya padamu karena tidak perlu.”

“Apakah ada semacam ikatan antara sajang-nim dengan pohon itu?”

“Koo Chan Sung Sshi… berapa lama kamu ingin bekerja di sini?”

“Sesingkat mungkin. Karena aku tidak datang ke sini karena pilihan.”

“Maka yang terbaik adalah mengakhiri keingintahuanmu.”

“Semakin lama aku di sini, semakin aku tahu….”

“Aku akan mengurus tamu yang datang. Yang harus kamu lakukan adalah mengurus pekerjaan yang berhubungan dengan manusia.”

“Ya.”

****

Chan Sung pun pulang naik kereta. Usai pertualangan barunya di hotel del luna.

****

“Hei apa kamu kerja?” tanya teman Chan Sung. Sancez.

“Tidak. Pulang kerja.”

“Apa shift malam?”

“Tidak. Aku harus keluar dari tempat hotelku berada.”

“Kenapa?”

“Aku sekarang bekerja di tempat yang berbeda.”

“Hotel apa? Karena kamu pergi ke tempat lain padahal berada di hotel terbaik di seoul?”

“Hotel yang memiliki pantai pribadi dan bar langit yang menjulang tinggi. Seperti itu.”

“Apakah ada hotel seperti itu di seoul? Aku akan pergi ke sana.”

“Jangan. Jika kamu datang, kamu akan berada di kamar 404.”

“Ada apa di kamar 404? Apa kamar suite?”

***

“benar, di sini tempat nyata. Aku punya teman. Punya tempat tinggal. Ada banyak tempat lain yang memintaku untuk bekerja. Jangan bingung…”

Kemudian dari jas yang dipakai Chan Sung, ada tanda biru, saat diambil,,, ehh lenyap begitu saja. “Hal aneh sudah mengikutiku ke dunia nyata.”

****

Malam hari, 3 orang menikmati malam.

Saat itu, Yeon Woo bermain musik. Ko dan Man Wol minum-minum.

“Bulan, itu artinya milikku.” Ucap Man Wol.

Dengan menggunakan tangan Man Wol. Ko membimbing jari Man Wol menuliskan sesuatu…

“Man… Wol…tulisannya begitu bukan?” tulisan ada di batu. Ditulis dengan air anggur. “Aku membayarmu kembali atas anggur yang lezat.”

****

Dan bangunlah Chan Sung dari tidurnya. Ponselnya pun berdering…. tatatitut…

“Dia di dalam mimpiku, dan sekarang dia meneleponku. Membuatku bingung.”

“Tidak bisakah kamu cepat mengangkat?” Man Wol ngambek.

“Ada apa?”

“Ada pekerjaan pertama untukmu.”

“Apa?”

“Aku ingin menjual lukisan gunung baekdu.”

****

Keduanya nampak di depan lukisan.

“Arwah makhluk mitos. menjadikan energi lukisan ini lebih bagus. Aku akan bisa dapatkan dua kali lipat harga normal.”

“Jika kita jual ini, bagaimana dengan harimau di dalamnya?”

“Barusan dia pergi. Lukisan ini kosong.”

“Sudah pergi?”

“Harimau itu hidup di bonbin sepanjang hidupnya. Dia bosan tinggal di gunung dalam beberapa hari.” Wkwkwkkwkw bisa ya? “Sesudah bersenang-senang. Dia pergi ke alam baka. Aku yakin dia akan terlahir kembali dengan baik.”

“Alasanmu mendapatkan lukisan bukan untuk menjualnya bukan? Bukan karena kamu peduli terhadap harimau.”

“Tentu saja aku peduli terhadap harimau itu. Aku bahkan mengenakan ini untuknya.” Leging belang guys. Wkwkwkkwkwk

“Aiihhhh/…”

“pastikan kamu mendapatkan harga yang bagus untuk ini. kemudian sebagai hadiah, aku akan membelikan jas dengan motif harimau juga.” Wjwjwjjwjw

“Tidak. Nggak usah. Siapa yang mau memakai pakaian seperti itu?”

“Kenapa? Kamu suka sepatu coklat norak. Aku beli mobil baru dengan warna itu. Hanya untukmu,”

“Mobil baru?”

“Pastikan untuk menjual hari ini. aku harus beli mobil baru.”

“Kamu mau beli mobil?” Chan Sung kaget. “Mobilmu yang kemarin juga baru.”

“Aku bangkrut sekarang karena membeli mobil baru. Pastikan kamu mendapatkan harga yang pantas. Dua kali lipat.”

IU pergi sambil menyanyi… “Ayooo ambil mobil baruku.”

***

“Kenapa penasaran? Dia hanya berburu uang. Apa benar harimaunya akan pergi? Harimauu….” Chan Sung malah edan dan bicara pada lukisan.

*****

Kim Yoo Na ada di dekat jembatan. Ada Kim Yoo Na lagi.

“bukan dirimu! kamu sudah mati.” Ucap Yoo Na yang nggak pakai kalung pada Yoo Na yang pakai kalung.

Yoo Na masuk ke tubuhnya dan gagal.

“Kembalikan tubuhku.”

Jadi, hantu itu masuk ke tubuh Yoona. Yoona nggak dapat tubuh.

***

Chan Sung naik mobil merah. “Ya. Aku sedang menuju galeri sekarang. Sampai jumpa nanti.”

Dan saat berkendara inilah. Chan Sung melihat Yoona di jembatan. Kemudian Yoona muncul di depannya. Chan Sung mulai oleng akan menabrak. Kaget cuy…

Kaget belum selesai. Yoona sudah di samping Chan Sung di dalam mobil.

Yoona menunjuk pada badannya yang dirasuki.

****

Yoona ada di del luna.

Kemudian tuan kim gibah dengan Ji. “sepertinya Chan Sung membawa pelanggan yang sangat menjengkelkan.”

“Dia sepertinya punya masalah. Dia terus bilang tidak mati.” Ucap Ji.

“Ini bukan kali pertama melihat orang mati yang bilang masih hidup. Mereka selalu bilang hidup dan tidak mati atau bertanya mengapa mereka mati. Kita mendengar itu sepanjang waktu.”

“Sajangnim akan menanganinya bukan?”

****

“AAAAAAHHH Aku bilang pergi untuk menjual lukisan.kenapa membawa pelanggan yang tidak diinginkan?”

“Kamu bilang kamu menghibur arwah. Dia sepertinya punya masalah. Kenapa kamu tidak mencarikan solusi untuknya?”

“kamu bilang melihat dia berkeliaran?”

“Ya. Dia bilang kehilangan tubuhnya. Jika benar, kita harus menemukannya.”

“Yang kamu bawa adalah roh yang keluar dari orang hidup.”

“Jadi dia sekarang berkeliaran sebagai roh?”

“Kamu bilang tubuhnya dicuri!  Tubuhnya diambil oleh roh lain.”

Lanjut ke bagian 5 hahaha. Mau beli jus dulu cuy. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat