Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah sudah ngikutin di marihh…

Kim Yoo Na berlari. Ia pulang ke rumah mewahnya. Dan anak sekolah yang terjatuh, dibawa ambulance, rupanya meninggal di tempat karena wajahnya ditutupi kain.

Di kamarnya, Kim Yoo Na menggigiti kukunya sambil memandang kalung. “Bedebah sialan. Ahhhh gilaaa… tidak tahu!!!”

Tetesan darah jatuh ke pipi Yoo Na. Saat melihat ke atas, rupanya ada hantu.

Yoo Na terjatuh. Eehhh tapi, tubuhnya masih ada di kasur. Semacam ada dua.

“Apa ini? bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Yoo Na yang sebenarnya. Yoo Na yang lain megang kalung. “Siapa kamu?”

“Ini milikku.”

Yoo Na teriak. Melihat tubuhnya yang kayak menghilang.

****

Man Wol sedang meminum minol. “Kita kedatangan manager baru hotel. Dia pernah direkomendasikan hotel yang masuk forbes. Bisa diandalkan.”

“Aku tahu dia lulusan harvard. Tapi pekerjaan yang kita lakukan di sini tidak berdasarkan pada pengetahuan. Dia memerlukan nyali. Tapi dia tampak sangat lemah dan membuatku khawatir.” Ucap Tuan Kim.

Ahjumma Choi menambahkan. “Bagaimana kalau kita biarkan posisi itu kosong untuk sementara dan pekerjakan seseorang dari kandidat terats yang ada di dalam pikiranmu?”

“Ada dua kandidat selain Koo Chan Sung?” Tanya Ji.

“Ahhh… bukankah kandidat teratas tahu caranya melakukan pengusiran setan?” Tanya Tuan Kim lagi.

Man Wol ngambek. “Lalu kenapa? Dia menangkap hantu yang tidak berguna.”

***

Gini ceritanya. Semacam pastur yang bisa mengusir setan. Kek drama-drama ocn gitu cuy. Kek mau nangkep Park Il Doo kah? Wkwkw.

Dan kalian tahu? Siapa cameo kandidat itu? Itu lhoo pangeran ke empat di drama bareng IU. WKWKWKWKWKWK…

“Kenapa kamu di sini? Siapa namamu?” mantra di rapalkan.

Man Wol galak. “Cukup!!!”

“Jangan ikut campur!”

“Aku tidak bisa pergi ke hotel del luna sebelum menangkap hantu ini. kamu seharusnya pergi.”

Wkwkwkkwkwkw…… kok lucu ya?

***

Kembali lagi.

“Aku memberinya kemampuan untuk melihat hantu. Tapi dia pergi menangkap hantu lain.”

“Bukankah dia akan kembali begitu memangkap hantu itu?” Tanya Ahjumma Choi.

“Tidak mungkin. Hantu itu sangat kuat. Park Il Doo berandalan.” Wkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwk dan dugaan saya bener guysss…. semacam cenayang ini…. eehhh kalian tahu drama ini kan? Yang ada pastur, detektif dan cenayang yang mencari Park Il Doo. Hantu dari laut?

“Siapa kandidat ke dua?” tanya Ji.

“Dia seorang pilot pesawat tempur. Dia pergi ke AS untuk mencarinya. Tapi akhirnya ia menyingkirkan itu.”

“Menyingkirkan apa?” Tanya Ji.

***

Nahhh begini kisahnya.

Seseorang nampak di angkasa sedang memaku entah apa. Pakai baju astronot. Kemudian Man Wol mendekatinya.

Ditoal-toel nggak mau. Sampai akhirnya Man Wol ditendang. Hahahhaha….

***

“Aku tidak butuh dua kandidat teratas. Koo Chan Sung sudah cukup.”

“Kantornya sudah siap. Tempat manager No sudah dibersihkan.”

“Dia bekerja di sini selama 30 tahun, tapi dia tidak meninggalkan jejak.” Ehhh padahal Tuan No menempelkan figura foto Man Wol. Ada misterikah?”

“Ada di sana?” Ji menunjuk pada figura. *aahhh yaaa saya merasa cenayang lagi. Wkwkw. “No Jaebiin-nim mengambil foto itu.”

“Banyak sekali manusia yang bekerja di sini. Tapi mereka semua sangat samar bagiku.” Ucap Tuan Kim.

“Berapa banyak orang di sini termasuk Manager No?”

“Sajang-nim satu-satunya yang tahu.” Ucap Ji.

Man Wol menjawab. “Mereka semua adalah manusia. Tidak ada gunanya menghitung. Sedang apa? Kembali bekerja.”

****

Man Wol membayangkan Tuan No menaruh figura. Ia pun memandang fotonya. “Dia manusia ke 48 yang berkerja di sini. Dan Koo Chan Sung, aku akan menjadikannya yang ke 49 di sini.”

*inget nggak kalau 49 adalah angka sakral??? 49 hari misalnya, di mana arwah bakalan pergi. Inget drakor 49 days bukan?

***

Chan Sung sendiri melihat ruangannya. Penuh dengan buku.

“Aku menyerah terlalu cepat. Itu bukanlah aku yang biasanya.” Kemudian Chan Sung memegang dadanya. Mengingat kalimat Man Wol.

“Aku terbawa suasana.”

Pintu diketuk. Trio hantu masuk.

“Sajang-nim menyuruh kami untuk menyapa manager baru.”

“Jika kalian semua bekerja di sini, apakah kalian hantu?”

“Aku meninggal sekitar 500 tahun yang lalu.” Ucap Tuan Kim. “Choi 200 tahun lalu. Dan Ji meninggal 70 tahun lalu, yang termuda.”

****

Mereka mulai mengobrol.

Tuan Kim masih bicara. “Aku bangsawan yang belajar sangat keras. Sudah lama belajar, aku lulus CPNS dengan skor tertinggi. Tapi kemudian aku mati tepat sebelum mencapai impianku. Dan saat aku bergentayangan, aku menemukan Man Wol. Aku yang terlama di hotel ini.”

“Katamu, dulu kamu belajar. Lalu, sedang apa di sini?”

“Dulu aku sangat cerdas menulis puisi. Sekarang, aku seorang bartender.”

“ahhh kamu bartender yang mengurus makan dan minuman.”

Kini ahjumma Choi yang cerita. “Aku adalah menantu perempuan tertua dari keluarga yang bergensi. Tapi, akhirnya aku dibunuh oleh keluargaku sendiri.”

*nampak kuburan terbelah dan muncullah Man Wol dengan kuda melihat ahjumma menangis dalam kubur.

…. “Selagi tinggal di sini. Aku akan menunggu anggota terakhir dari keluarga yang menjijikan itu mati.”

“Kamu pasti punya dendam yang mendalam.” Ucap Chan Sung.

“Aku bertanggung jawab atas kamar.” Ucap ahjumma.

Kini Ji yang cerita. “Aku meninggal selama perang korea.”

Saat perang Ji, bertemu dengan Man Wol.

…. “Saat itu sangat sulit. Aku menunggui adik perempuanku yang masih hidup.”

Tuan Kim bilang. “kami semua punya cerita panjang untuk diceritakan…..”

“Bagi kami, karyawan datang pertama kali sebagai pelanggan. Selain sajangnim, kami lama di sini.”

“Lalu, apa Jang Man Wol datang sebagai tamu?”

“Tidak. Sajang-nim adalah pemilik hotel.” Ucap Ji.

“Dia diikat di sini oleh nenek tua itu.”

“Ada pohon besar di taman, tapi…” Ji tidak melanjutkan bicaranya.

LANJUT KE BAGIAN 4 GUYS. klik di sini kelanjutannya,

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat