Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 3 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa… terima kasih sudah membaca.

Nenek mago meletakkan bunga di tubuh Chan Sung yang tertidur. Bunga itu mekar di tubuh Chan Sung.

Kemudian, entah bagaimana, ada bayangan dua pria yang mendekati Man Wol, mereka adalah Ko dan Yeon Woo. Mereka bertiga hadir di mimpi Chan Sung. Lokasinya tepat di bawah pohon.

***

Sampailah kita pada potongan episode lalu di mana, Chan Sung melihat Man Wol dari bawah tangga. Kemudian, mereka pun saling berbincang.

“Terima kasih duah menyelamatkan aku sebelumnya”

“Kamu beruntung. Aku tidak akan menyelamatkan kamu jika kamu mengenakan sepatu warna lain. Itu jauh lebih baik daripada sepatu warna coklat norak itu. Kamu menungguku memakai sepatu yang kupilihakan untukmu.”

“Aku tidak pernah menunggumu.”

“Aiiihhh… kamu mengirimkan aku pesan dengan dalih harimau itu, dan menungguku.”

“Aku hanya penasaran.”

“Ya, kamu penasaran. Karena kamu hanya bisa memikirkanku.”

“Apa kamu memantraiku? Itu sebabnya kamu membuatku memimpikanmu?”

“Kamu memimpikanku?”

“Melihat hantu seperti ini sudah merepotkan. Aku tidak ingin melihatmu dalam mimpiku juga.”

“Kenapa? Apa aku memakanmu dalam mimpimu?”

Nggak…. malah nampak senyum.

“Lupakan. Aku tidak menganggap itu kamu. Jika itu kamu, pasti kamu tidak akan bergitu.”

“Aku memaafkanmu. Kamu sudah dewasa wajar bermimpi seperti itu.” Wkwkwkkwkwkwk mimpi anu guys dikiranya.

“Apa? Bukan mimpi seperti itu!!!”

“Koo Chan Sung, kupikir kamu lemah. Tapi kamu sangat sehat.” Man Wol tersenyum.

“ya. Aku sangat sehat.”

“Benar… tetaplah sehat. Jika kamu pingsan lagi, aku akan sangat kerepotan.”

“Bagaimana kamu membawaku ke sini? Kamu bisa berteleportasi?”

“Tidak. Seperti kamu yang membawa gerobak, aku membawa sesuatu untuk mengangkutmu.”

****

Kilas balik.

Ji datang… “Masuklah ke tubuhnya.” Ucap Man Wol. *jadi, Chan Sung dirasuki oleh Ji. Itu yang biasa ada di lobi.

“Sajang nim… aku sudah masuk.” Chan Sung sudah berdiri.

“Ayo pergi.”

***

Mereka pun sudah di hotel de luna… Man Wol melemparkan tusuk kondenya.

“Keluar…”

“Ahhhh sajang-nim. Sekarang aku ada di tubuh manusia, bolehkah aku keluar dan berpesta sedikit?”

“Keluar…”

“Aku tidak mau keluar… sajang-nim…”

Abis itu dikaplok guys… wkwkwkkw sajangnim galak banget. Chan Sung pun terjatuh di sofa.

“Pasti sakit.” Ucap Ji.

“Keluar!”

***

“Kamu hanya perlu tahu aku memindahkanmu ke sini dengan aman. Kamu bisa menggerakkan kepalamu?” Man Wol menyentuh Chan Sung.

“Ya. Kenapa?”

“Bagus jika baik-baik saja. Ayo.. karena kamu di hotelku, aku akan memberimu tur.”

***

Chan Sung bertanya. “Apa tempat ini benar-benar ada di dunia nyata?”

“Seperti yang kukatakan terakhir kali. Hotel kami terdaftar secara resmi di kantor jung-gu. Dan kami membayar pajak juga. Kami memang ada di dunia nyata, tapi kehadiran kami sangat kabur. Jadi, manusia tidak memperhatikan kita. Tapi kadang kita bisa dilihat saat cuaca buruk atau jika orang itu memiliki indra keenam yang baik. Tapi 3 sampai 4 kali setahun, ada orang yang datang untuk memastikan.”

Ilustrasinya ada seseorang yang masuk. Saat dikasih list harga yang sangat mahal. Dia berani membayar.

“Aku akan chek in.”

Suara Man Wol masih menjelaskan. “Kami punya ruangan istimewa hanya untuk orang seperti mereka.”

Ruang 404. Ahjumma Choi lah yang mengantarkan tamu masuk. Tamu nampak sedikit ketakutan.

****

Man Wol dan Chan Sung sudah di depan kamar 404.

“ada orang yang sudah masuk ke ruangan ini. tapi dia belum chek out.”

“Apa yang kamu perbuat kepadanya?”

“penasaran? Kamu ingin tahu?”

Chan Sung membuka pintunya. Adegan pelan bgt…. eehhh nggak berani dibuka beneran. wkwkkww

“ ada tempat yang harus kamu lihat.”

“Baik.” Chan Sung langsung melepas gagang pintunya. Wwkkwk “Kalau begitu, ayo kita ke sana.

Kamar 404 masih misteri.

****

Man Wol memilih kacamata hitam yang akan ia pakai. *ini sponsor sih.

“Kenapa harus pakai kacamata hitam?” Chan Sung bingung. Tapi kebingungannya berubah menjadi takjub saat melihat pantai dan laut. Padahal ruangan kolam renang.

“Aku tidak sering ke sini. Matahari terlalu silau.” Ucap Man Wol.

“Di Seoul? Tempat ini beneran ada? tempat apa ini?”

“bagian dalam hotel bukanlah dunia nyata. Waktu dan ruang di sini berbeda dari dunia tempat tinggalmu. Peta dan jam tangan tidak akan berlaku.”

“Waaaahhhhh…..”

***

Kemudian beralih ke atap gedung.

“Jadi, ini bukan dunia nyata?”

“Benar. Segala sesuatu di hotel ini tidak ada di dunia nyata. Tidak peduli betapa indahnya, tidak ada di dunia nyata.”

“Apa itu masalah untukmu juga?”

“Benar.”

Chan Sung akan memegang bahu Man Wo tapi nggak jadi. “lantas, aku tidak akan mati jika jatuh dari sini bukan?”

“Hati-hati, kamu masih hidup. Jika kamu jatuh dengan tubuh lemah, kamu akan menghadapi kematian.”

Tangan Man Wol menyentuh dada Chan Sung.

“Seperti itukah rasanya memiliki tubuh yang hangat dengan detak jantung. Kamu harus hidup dan melakukan banyak hal untukku. Tinggalah di sisiku, Koo Chan Sung.”

“Jika kau tidak mau, apa kamu akan mendorongku? Waktu dan tempat katakanlah tidak nyata, tapi berilah gaji nyata. Dan aku akan memakai sepatu semuaku.”

“Kamu takut aku mendorongmu? Itu sebabnya kamu berubah pikiran?”

“Aku datang jauh-jauh ke sini. Aku tidak berpikir ada lebih banyak alasan untuk kabur. Sejujurnya, aku juga sedikit penasaran. Dan ini terlihat menarik juga. Aku ingin lebih tahu banyak. Tentangmu dan hotel ini.”

“Baik. Aku bahkan memberikan kesempatanmu kabur beberapa kali. Sudah kubilang aku menyukaimu.” Man Wol senang dan pergi.

Sementara Chan Sung memikirkan mimpinya. “Benar. Wanita itu.”

Pas nengok ke belakang ada hantu. “Bisa tambahkan kopi lagi?”

“Ya.” Chan Sung menunjukkan pintu keluar.

****

“Ahh iyaa. Yeobo. Ayo mampir ke toko kelontong sebelum pulang.” Ucap sang istri pada suaminya yang sedang menyetir.”

“Kita harus putar arah. Pergi lain kali saja.”

Dari arah atas, ada seseorang jatuh tepat di atas mobil. Seorang anak sekolah. Pasangan ini pun turun dan bingung. “Bagaimana ini? apa dia sudah mati?”

Di atas.. ada perempuan. Anak sekolah lagi. Karakter baru. Kim Yoo Na.

“Seseorang tertabrak mobil” Ucap suami yang menelepon ambulance. “Tidak… dia mendadak jatuh dari atas. Bisakah datang dengan cepat?”

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat