Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 6 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaa guys. Terima kasih. Masih lanjut di obrolan Man Wol dan Chan Sung saat makan.

“Dahulu kala. Tahukah kamu kenapa penjual kue beras dimakan oleh harimau? Penjual memberikan kue beras saat harimau bilang bahwa kue beras bisa selamatkan nyawa penjual. Itu sebabnya, penjulan dimakan hidup-hidup. Penjual seharusnya bernegosiasi lebih dahulu.”

“Apa artinya aku harus tinggal bersama hantu kacamata?”

“Tidak… bawa dia ke hotelku. Dia bisa tinggal bersama beberapa hari. Lalu, aku bisa naikkan dia ke bus. Tapi, jika dia menjalani kehidupan yang baik, dia bisa naik limusin.”

>>>>>

Sungan Sanzu, dunia manusia… alam baka.

Tamu yang tadi kedinginan akhirnya dibawa dengan limosin.

“aku dengar ada manager baru di hotel.” Ucap Malaikat maut.

“Ya. Aku akan segera pensiun. Aku hendak melakukan banyak perjalanan dan memancing.”

“Kamu tidak punya banyak waktu.” Ucap malaikat maut pada Tuan No.

“Artinya kendaraan akan dikirim untuk digunakan? Aku harus selesaikan semua.” *ihhh misterius nih.

***

Dua orang ini pindah ke restoran lagi. Ini acara kuliner apa yaaaaa???

“Aku tidak akan bekerja di hotelmu. Aku sudah ditawari pekerjaan 3 dari 100 hotel terbaik yang terdaftar di forbes. Posisi di hotel del luna tidak memerlukan manager dengan MBA Harvard.”

“Kamu tidak perlu gelar MBA. Kamu dapat melihat hantu. Kamu sangat cocok untuk hotelku. Apa tadi? Forbes? Aku yakin mereka ingin mempekerjakanmu saat mereka tidak tahu kamu bisa melihat hantu. Jika kamu tidak bekerja di hotel kami, satu-satunya pekerjaan yang bisa kamu miliki adalah jadi dukun. Ckckckckkc…. kamu bisa menjadi komedian jika kamu tahu cara makan roti dalam satu gigitan. Kamu akan melakukan pengusiran setan?”

“Aku bisa terbiasa. Sudah terbiasa melihat hantu, aku akan terbiasa mengabaikan mereka.”

“Begitukah? Haruskah kita lihat kamu dapat abaikan meraka?”

Man Wol memegang api dan tbtb menjadi hitam putih. Ada semacam asap gelap.

“Ambil kopinya. Seperti yang kamu katakan, jika kamu dapat abaikan semuanya dan membawa kopi tanpa menumpahkan setetes pun. Aku akan percaya.”

****

Chan Sung mengambil kopi. Kemudian ada hantu lelaki dengan wajah seram. Dan hantunya makin banyak. Tapi kok dibuat hitam putih ya???

Chan Sung pun mencoba melewati para hantu tanpa tumpah. Man Wo meniup lilin lagi dan sudah normal bukan hitam putih. Para hantu pun menghilang.

“Kamu hampir tidak bisa membawa secangkir kopi. Kamu pikir hotel-hotel mewah itu menginginkanmu?” Man Wol pun pergi.

***

“Tapi, kapan manager baru mulai bekerja?” tanya Ji. “Begitu dia memulai, kamu akan segera meninggalkan hotel? Manager No?”

Tuan Kim menjawab. “Dia sudah lama terjebak di sini. Sekarang Tuan No akan menjalani hidupnya….. datanglah kunjungi kami. Beri tahu kami apa yang terjadi di dunia manusia.”

Ahjumma Choi menjawab. “Apa gunanya bagi arwah seperti kita? Selamat bersenang-senang…dan kembalilah lagi nanti.”

Tuan No angkat bicara. “Kalian harus berusaha kosongkan semua kesedihan dan berjalan menuju alam baka untuk awal yang baru. Aku harap melihat kalian semua melintas selama waktu aku di sini, tapi itu hanya angan-angan.”

“Tanpa kamu, siapa yang akan membantu jika emosi sajang-nim sedang memburuk? Manager baru nampak belum dapat dipercaya.” Ucap Tuan Kim.

Man Wol teriak. “DI MANA SEMUA ORANG?”

“Aku mengucapkan perpisahan kepada semua orang sebelum pergi.”

“Kim Seon Bi, kamu lulus ujian negara selama hidup.”

“Ya. Asal tahu saja…”

“Cukup.” Ucap Man Wol. “Bukanlah lebih baik daripada MBA Harvard modern?”

“MBA bukanlah apa-apa.”

“ahjumma Choi, kamu bilang kamu tinggal di mansion, benar?”

“Benar. Aku punya banyak pegawai.”

“Dan kamu Ji…”

“Aku bersekolah di sekolah favorit di Gyeongseong.”

“Benar… sebelum kalian semua mati. Kalian lebih baik daripada Koo Chan Sung. Dia pikir dia sesuatu karena lelucon daftar forbes itu. Heeeihhhhhhhhhh………”

Lanjut ke bagian 7 guys. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat