Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasihhh……..

Chan Sung keluar ruangan Man Wol. Di lorong. Ia bingung. Ia pun mencoba berjalan. Kemudian ada suara-suara tawa.

Saat menekan lift. Ada suara anak kecil. “Lantai 3.”

“Baik.” Ucap Chan Sung.

Eeehh anak kecil itu menekan tombol sendiri dan ada ngambang gitu… anak kecil itu pun dadah-dadah… Chan Sung menekan tombol berkali-kali agar lift terbuka.

****

Langsung kalap. Chan Sung masuk ruangan Man Wol kembali dengan membuka pintu dengan kasar. “kenapaaaa??? Kenapa aku masih melihat hantu? Aku sudah membayarnya, jadi, harusnya aku tidak melihat mereka lagi.”

“Kamu hanya membayar utangmu. Dan apa yang kuberikan padamu adalah hadiah ulang tahun. Kamu harus hargai itu.”

“Apa kamu bercanda? Bagaimana kamu mengarapkanku hidup normal. Saat aku bisa melihat hantu?”

“Maka sepertinya kamu tidak punya pilihan selain bekerja di sini.”

“Kembalikan mata normalku.”

“Aku akan pergi. Apa kamu mau ikut? Tetap di sini jika kamu tidak mau.”

“Ayo kita lanjutkan pembicaraan kita sesudah keluar hari ini.”

****

Akhirnya. Chan Sung ngekor Man Wol.

****

Tuan No pun bergibah dengan Tuan Kim.

“Pria itu terlihat sangat lemah. Aku mulai khawatir.” Ucap Tuan Kim.

“Dia sangat terlihat berani bagiku. Aku lebih takut pada sajang-nim daripada hantu. Tapi, dia sepertinya tidak kesulitan bicara dengan sajang-nim.”

“Itu karena dia tidak tahu kenapa sajang-nim menjadi pemilik tempat ini. Dari semua hantu di sini, dia yang paling mengerikan dan menakutkan.”

****

Mobilnya guysss…. anyayyyy banyaknya.

“Mobil ini milikmu?”

“Hari ini… yang ini…” Man Wol memilih mobil.

“Kamu pemilik semua mobil ini?”

“Sudah kubilang semua tamu kami adalah hantu. Kamu pikir mereka menyetir ke sini?”

****

Dengan mobil kece badai berwarna merah, mereka pun keluar.

“Kamu punya banyak mobil mewah.”

“Kamu pikir aku adalah hantu pendendam, tapi apa aku nampak seperti manusia sesudah melihat semua mobilku?”

“Sepertinya kamu mendapat banyak uang sambil menghibur arwah.”

“Kamu benci melihat hantu, tapi kamu suka hal mewah seperti mobil ini, bukan? Apa kamu mau bekerja untukku?”

“Aku tidak mungkin mengerti bagaimana bisa kamu mengumpulkan kekayaan dengan menghibur mereka dalam arti supranatural.”

“Kamu mulai tertarik dengan struktur laba hotel. Seharusnya aku tunjukkan mobilku terlebih dahulu, bukan hantu.”

“Aku tidak tertarik.” Kemudian Chan Sung tertawa.

“kenapa tertawa?”

“Lucunya hantu mengenakan sabuk pengaman. Aku akan mengantarmu ke tempat tujuan. Tapi kamu harus memperbaiki mataku.” Kemudian Man Wol yang tertawa. “Kenapa kamu tertawa?”

“Aku hanya merasa lucu kamu percaya aku akan memperbaiki matamu.”

“Kita sudah sepatakt. Jika kamu tidak memperbaiki mataku, aku tidak bisa pergi bekerja.”

“Benar. Kamu tidak akan pergi bekerja di hotel lain. Karena kamu perlu mengurus hal lain.”

“Mau ke mana kita?”

“Ahhh menangkap harimau.””

“Kamu bercanda bukan?”

****

Mereka pergi ke museum. “Ini…kehidupan harimau.”

“bisakah harimau tinggal di hotelmu?”

“Ini adalah makhluk mistis, jadi bisa.”

“Ini adalah harimau baekdu terakhir yang ditangkap di semenanjung korea. Aku ingat menonton berita soal menerima harimau dari korea utara sebagai hadiah. Harimau itu tidak cocok dengan harimau lain dan tidak dikawainkan dengan harimau lain. Harimau itu tinggal sendirian sampai saat terakhir.”

“Hariamau sudah mati. Tapi mereka membuatnya tampak seperti hidup. Kemudian dipajang di sini.” Man Wol memandang dengan banyak melamun. Hingga membuat Chan Sung bertanya Man Wol adalah makhluk apa dalam hatinya.

****

Seekor harimau muncul pada mimpi seorang kakek yang tidur di kamar mewah. Kakek terbangun. Pelayannya langsung datang.

“Pak… kamu bermimpi buruk lagi?”

***

Man Wol dan Chan Sung makan bareng lagi.

“Presdir hotelku menerima harimau dari korea utara. Saat dia mengunjungi korut waktu itu, dia menerima harimau sebagai tanda persahabatan.”

“Begitu?”

“Tapi, kamu bilang kamu mencari harimau. Kenapa kamu datang ke restoran bubur kacang merah? Apa restoran ini ada kaitan dengan harimau?”

“Bubur kacang merah adalah makanan favorit harimau. Bukankah wajar bagiku teringat bubur kacang merah saat aku berpikir tentang harimau?”

“Aku tidak mengerti apa hubungannya? Kamu hanya ingin makan bubur kacang merah, bukan?”

“Restoran ini tayang di the guys who died after eating. Kim Joon Hyun…” jepretttt…… foto-foto lagi.

“Dia lagi.”

“Dia makan 5 bola kue beras ketan dalam 1 gigitan. Orang itu. Dia bukan manusia biasa.” *ada posternya di tembok. “Berapa banyak yang kamu makan dalam satu gigitan?”

“Sudah kubilang aku harus berangkat kerja. Aku tidak punya waktu bersantai dan makan ini sekarang.”

“kamu harus bersantai sambil makan ini. Jika kamu makan ini dengan tergesa, kue beras ketan panas akan membakar mulutmu.”

“Aku memberimu uang. Karena kamu menerima uang itu, tolong perbaiki mataku.”

Lanjut ke bagian 6 yaa klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat