Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 2 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini… terima kasih sudah mengikuti yaaaaaaa…. episode genap hari senin guys. Pantengin aja.

Chan Sung melihat foto Man Wol dari masa ke masa. “Dia hidup… dari dulu sampai sekarang?”

Tuan No pun masuk. “Dia akan segera datang.”

“Permisi… apa kamu sudah lama bekerja di sini?”

“Aku mulai bekerja di sini sekitar berusia 40 tahun. Jadi, sudah lebih dari 30 tahun. Aku satu-satunya yang menuai di hotel ini. Dan sekarang, kamu akan mengambil alih pekerjaanku.” Tuan No pergi.

“30 tahun? Apa artinya aku harus berada di sini sampai setua itu?”

****

“Kamu terlambat.” Ucap Man Wol yang datang. “Kamu tidak pakai sepatu yang kemarin kupilih.”

“Sepatu itu terlalu mencolok untuk dipakai di hotel tempatku bekerja saat ini. Aku hanya mampir. Aku akan berangkat kerja.””

“Gadis dengan kacamata hitam pasti sudah  membuatmu repot.”

“Kamu membuatnya tetap di sebelahku? Kamu membuatnya di dekatku padahal aku tidak berbuat salah padanya?”

“Ohh… dia berkeliaran di sekitar orang yang punya koneksi dengannya. Begitu mereka membuat koneksi. Koneksi secara otomatis berlangsung selamanya.”

“kamu pikir aku adalah router nirkabel?”

“Metafora yang bagus. Kamu memahami banyak hal dengan baik. Aku mulai sangat menyukaimu.”

“Aku tidak mau kamu menyukaiku. Dan aku benci melihat hantu-hantu itu.”

“kamu harus melihatnya. Dan lebih baik jika kamu terbiasa. Hantu-hantu itu akan jadi tamu kita mulai sekarang.”

“Apa ini sejenis agama baru atau semacamnya? Apa ini rumah dukun yang dilewati para hantu?”

“Ini hotel… bahkan terdaftar di kantor wilayah Jung Gu.”

“aku mencari di web sepanjang malam untuk menemukan situs web hotel. Tapi aku tidak dapat menemukan satu situs web atau pos mengenai hotel del luna.”

“tentu saja, kamu tidak dapat menemukan situs web hotel. Sudah kubilang, hotel ini bukan untuk manusia.”

“Ahhhhhh… kamu bilang tempat ini untuk menghibur hantu, bukan? Lalu layanan apa yang kamu sediakan? Pengusiran setan?”

“Kami tidak melakukan pengusiran setan. Tapi pengobatan…”

****

Ahjumma memberikan layanan kamar. Anjaayyyy itu makanan semeja gede… ada hantu lagi makan.

“Makan semua yang bisa kamu makan saat masih hidup. Kami punya semua jenis makanan yang kamu inginkan.”

Sumpaahhh sereemmmm…

****

Kemudian di kamar lain.

“Pelanggan…. sekarang sudah merasa hangat?” ahjumma pun membakarkan kayu bakar. “Aku akan membakarkan kayu untukmu. Sampai kamu merasa hangat.”

***

Ke kamar lain.

Buku-buku diberikan ahjumma pada son-nim.

“kamu bahkan membaca salinan aslinya sekarang. Kamu akan segera selesai membaca setiap buku di ruangan ini. Belajar sebanyak yang kamu inginkan. Aku akan dapatkan buku apa pun yang ingin kamu baca.”

“Terima kasih.” Ucap hantu nenek.”

***

Man Wol berkata… “Hotel del luna adalah tempat di mana arwah yang dahulunya adalah manusia datang untuk beristirahat dan melakukan sesuatu yang gagal mereka penuhi saat mereka masih hidup. Dengan kata lain, ini adalah kesempatan untuk mengisi ulang energi. Hal itu bukan hanya untuk manusia. Hantu juga perlu melakukannya agar pergi tanpa penyesalan.”

“Para tamu adalah hantu… jadi, manager adalah hantu. Kenapa kamu butuh seorang manusia?”

“Karena hanya ada sesuatu yang hanya bisa dilakukan manusia. Mendaftarkan bisnus di kantor wilayah, membayar pajak, menerima pemeriksaan kebersihan, dsb. Ada begitu banyak hal yang harus kamu lakukan.”

“Aku ingin menyelesaikan ini layaknya manusia.” Chan Sung menunjukkan tabungannya. “Ini adalah uang yang kutabung sehingga bisa membayar kembali. Uang yang kamu pinjamkan pada ayahku, berikut juga dengan bunganya. Ambil ini dan biarkan aku pergi.”

Man Wol mengambil tabungannya.

“uuuhhhh… kamu menabung cukup banyak… kamu sangat rajin dan pintar. Sepertinya aku tidak perlu khawatir kehilangan uang. Aku akan mengambilnya karena kamu menawarkannya.”

“Maka artinya kita impas? Aku akan pergi.”

“Baik. Sebenarnya aku menunggumu sehingga kita bisa pergi bersama. Ayo pergi.” Ucap Man Wol.

“Aku tidak berencana pergi bersamamu.”

“Kamu akan pergi sendirian?”

“Ya.”

“Baiklah kalau begitu. Cobalah pergi.”

Lanjut ke bagian 5 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat