Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini…. terima kasih sudah ngikutin sinopsis di marih.

Man Wol nampak terlihat lemah. “Aku sangat lelah. Apa kamu tahu betapa lelahnya membiarkan hantu berbicara dengan manusia?”

“Tapi, berkat kamu, banyak orang tersenyum saat mereka bangun dari mimpi mereka hari ini. kerja bagus, aku pun akan membantumu tersenyum.”

“Apa? Bagaimana? Apa kamu akan mengenakan jas harimau?”

“Benar. Kamu mengirimnya untuk membuatku terlihat konyol.”

“Yak, aku membelinya mahal. Artinya aku berusaha keras.”

“Aku berusaha sangat keras untu membuatmu tertawa juga. Aku membuat reservasi di tempat sup kue beras di mana kamu gagal makan dan marah berkali-kali. Ayo…..”

“Mereka tidak menerima reservasi, dan aku harus menunggu lebih dari dua jam.”

“Aku menggunakan koneksiku dari harvard.”

“Apa bisa mengambil jurusan kue beras di harvard?” wkwkwkwkkwkwkwkwkwkkwkw.

“Putra restoran itu adalah alumni harvard. Aku mereservasi semua tempat sebelum mereka tutup. Ayooo bergegas. Kamu harus berpakaian yang cocok dengan kue beras.”

“itu bukan sekadar sup kue beras.  Aku akan memakai sesuatu yang istimewa.” Man Wol nampak senang dan masuk ke kamarnya untuk dandan.

**

Acaraaa kulineran lagi anjay!!!!

Man Wol jeprat jepret kayak biasa.

“Sancez hanya tiga tahun lebih tua dariku. Tapi aku makan 3 mangkuk kue beras hari ini. bisakah aku bicara informal seperti yang dilakukan sancez?”

“Apa?” Man Wol sibuk dengan hasil jepretannya.

“Sancez memanggilmu Man Wol.”

“Kamu ingin bicara informal? Baik. Coba makan 13 sup kue beras.”

“Bahkan Kim Joon Hyun tidak bisa makan sebanyak itu.”

“Jangan meremehkan Kim Joon Hyun. Baiklah. 1 kue beras akan bernilai 1 tahun.”

“Tidak. 1 kue beras 100 tahun.”

“Yakkk… penipu dari Harvard. Kamu berusaha mendapatkan bertahun-tahun tanpa usaha.”

“Sesudah aku makan 13 kue beras, aku akan memanggilmu Man Wol.”

“Baik. Cobalah. Ketika manusia berusia 1300 tahun, dia mati.”

“Tantangan. Aku akan makan 200 tahun lebih dahulu.” Njiirrr ngomong apaan mereka. Wkwkkwkw. Chan Sung mulai makan. “Rasanya lebih enak karena nilainya 200 tahun. Aku mendapatkan 300 tahun.” Chan Sung makan lagi.

***

Ji menatap Pohon Bulan lagi. “Sangat cantik sekarang. Kenapa harus berguguran? Menyedihkan.”

Ost lagi. Kemudian ada kunang-kinang hijau diantara bunga pohon bulan.

***

“Tersisa 300 tahun. Kamu sanggup?”

“Lalu, aku akan makan 500 tahun.” Ucap Man Wol.

“Aku akan makan lebih cepat.”

“Aku akan lebih cepat.”

Njirrrrr mereka makan sambil ngomong nggak jelas. Hahahahha.

Mungkin karena lagi pacaran dan saya nggak paham yaaa. Hahahhaa udahlah. Orang yang jatuh cinta memang sulit dimengerti.

***

Kita ke ruangan para detektif. *ganti genre nih.

“Aku sudah menemukan motif pembunuhan itu. Situs web ini disebut hello.” Ucap Yeon Wo.

“Apa itu klub sosial?”

“Ini Hell neraka. Namanya adalah permainan kata-kata. Adalah komunitas lama dengan lebih dari 100rb anggota. Awalnya mereka berbagi masalah di situs. Sekarang sudah seperti lubang api. Isinya umpatan dan fitnah pada masyarakat. Mirip tempat sampah emosional.”

“Lalu?”

“Tersangka memposting beberapa fitnah pada istrinya. Dia menulis komenar pada 6 korban lainnya yang tewas. Fitnah mengenai para korban punya trafik dan komentar yang tinggi.” Yeon Wo kembali menjelaskan.

“Sekarang kita sedang melihat postingan dan komentar yang mengkritik salah satu korban. Jika ada yang memposting fitnahan untuk orang yang dibenci, mereka akan mengumpat bersama. Itulah yang mereka lakukan.”

“Bagaimana dengan tersangka? Apa dia mengumpat juga?” tanya detektif lain.

“Kecuali Lee Do Yeon, istri tersangka, korban lainnya dibunuh oleh seseorang yang belum pernah mereka temui. Mereka juga bahkan tidak tahu alasannya.”

****

Yoona bicara pada para korban di del luna.

“Jadi, pria ini bukan pembunuhnya bukan?” Yoona memberitahu salah satu artikel. Semua hantu mengangguk.

“Lihat aku benar. Pemilik mobil itu adalah pembunuhnya.” Ucap Yoona pada Ji. “Ada hantu di mobil itu juga.”

“Kamu tidak bisa melaporkan ada hantu di sana. Kita perlu bukti.”

“Ahhh buat sketsa. Hal yang selalu kulihat dalam drama investigasi kriminal. Ayo lakukan itu. Aku pandai menggambar.”

“Kamu akan mendapatkan masalah jika Sajang-nim tahu.”

“Ceritakan semua yang kalian lihat.” Ucap Yoona pada para hantu.”

Berlanjut ke bagian 4. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat