Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 1

Sinopsis Hotel del Luna Episode 11 Part 1 – Hiyaaaa sudah minggu lagi guys, saya sudah nyuci baju kemarin jadi bisa buat sinopsisnya tanpa memikirkan rendaman para celana dalem dan kawan-kawannya. Hayookkk lanjut, gimana setelah minggu kemarin mereka berdua jadian.

Episode sebelumnya ada di sini. Untuk link daftar selengkapnya ada di sini. Jangan tanya kenapa part nya banjak. Ini drama 1 episode aja udah kayak sepur saking banyaknya. Episode kali ini 1 jam lebih 18 menit.

Kembali ke masa lalu. Man Wol menatap kendi yang ada di pohon.

Kemudian Ko sendiri ada di tepi sungai sambil membawakan semacam hadiah gitu. Tusuk konde atau apalah kek gitu.

Man Wol naik kuda buru-buru abisan nggak ada abang gojek.

Begitulah sekelebatan mimpi Chan Sung. “Ko Chung Myeon. *sebut Bambang aja ya nanti biar gampang ngetiknya. Orang itu. Apakah dia di sana untuk menemuinya?”

Sancez teriak. “Chan Sung aaahhh… Chan Sung aaahhh….”

***

Chan Sung dapat paket. “Man Wol yang mengirimkannya.” Ucap Sancez.

“Jang Man Wol?”

“Ya.”

Chan Sung membuka suratnya dan isinya hanya tulisan gumawo.

*Chan Sung ingat kejadian malamnya yang pelukan itu.

“Dia tidak memecatmu. Tapi dia akhirnya memulihkan posisimu. Kurasa dia berusaha bersikap baik. Bukan?”

“Ketulusanku menyentuh hatinya.” Ucap Chan Sung.

Setelah dibuka. Isinu baju motif harimau. Wkwkwkwkwkkwkwkwk. Saya nggakak. Sancez juga ngakak.

“Apa ini? apa ini jas harimau?”

“Aeeeehhhhh perempuan ini serius rupanya.” Wkwkwkw Chan Sung inget saat Man Wol udah janji kalau harga lukisannya bisa laku tinggi.

“Ini merk mewah. Sangat seksi. Cobalah ini. ini pasti lucu.” Wkwkw duh.

“Lupakan. Siapa yang memakai jas harimau?”

“Tapi jika kamu tidak memakainya. Man Wol akan kesal. Kelihatannya sangat mahal. Dan aku pun akan marah. Aku ingin lihat kamu memakainya.”

“Uang yang kudapatkan dari luksian tidak kuberikan kepadanya. Dari mana dia mendapatkan uang untuk membeli ini?”

“Yakkk… ini sebenarnya sangat bagus. Veronica akan mengunjungi korea minggu depan. Haruskah aku memakainya untuk bertemu dengannya? Mungkin akan membuatku terlihat liar dan berbeda.”

“Jangan Veronica akan terkejut.”

“Kamu tidak tahu apa-apa soal berkencan. Sangat penting untuk mengejutkan pasanganmu sesekali.”

“Bodo amat.”

“Man Wol bilang dia akan berbelanja di departemen store saat terakhir bertemu. Rupanya saat itulah dia membelikan ini.”

“Kamu bertemu dengan Jang Man Wol?”

“Ya. Beberapa hari lalu. Dia memintaku untuk membantunya menjual semacam warisan dari kakeknya.”

“Warisan kakek?”

***

Man Wol ketemu Sancez di kafe. Man Wol membawa brosur. “Ini adalah sepasang kuda arab murni dari sebuah peternakan Qatar. Aku dengar keluarga kerajaan ingin memiliki kuda. Apakah kamu dapat membantuku menjualnya? Aaahh kamu dekat dengan Mansour?”

“Mansour? Tidak. Tapi kuda murni sangat langka. Jadi, mungkin seseorang dari klub kuda kami sangat berminat.”

“Baguslah. Jika kamu membantuku menjual kuda itu dengan harga mahal, aku akan membelikanmu jas putuh yang sangat bagus.”

“Kenapa minta bantuanku? Bukan Chan Sung?”

“aku tidak memercayainya,.”

“Kenapa?”

“Dia baru kerja lagi, jadi sibuk baget. Tolong bantu. Jika kamu ke hotel kami nanti, aku akan memperlakukanmu dengan baik.”

“Benarkah?”

“Tentu saja.”

&&&&

“Pimpinan Wang.” Ucap Chan Sung.

“aku menjual kuda demi kamu. Omong-omong, kuda-kuda itu harganya mahal.”

“Kuda itu didapatkan dari jasa “panggilan”. Aku tidak boleh lengah. Aku harus mengencangkan kendali.”

***

Dengan wajah serius, Chan Sung ke hotel. Tbtb ada Nona Choi. “Manager Ku, semua tamu meminta layanan khusus. Mereka mendengar karena Pimpinan Wang. Banyak sekali yang ingin membuat panggilan mimpi. Ini adalah layanan yang Sajang-nim tawarkan secara rahasia untuk para tamu yang membayar biaya khusus.bagaimana ini?”

“Kita harus adil dalam memberikan layanan kita. Aku akan mengurus ini.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat