Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 8

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 8 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa terima kasih. Man Wol mengumpulkan para karyawannya. “Katakan padaku apa Ku Chan Sung pernah mengatakan soal hidupnya. Apa dia punya kerabat yang terus berhubungan dengannya. Bagaimana dengan teman-temannya. Siapa lagi temannya selain Sancez? Kalian tidak tahu? Apapun itu?”

“Manager Ku selalu terjebak di sisimu.” Wkwkwk. “Maksudku, dia selalu menghabiskan waktu bersamamu. Apa kamu tidak tahu apa-apa?” tanya Choi.

“Wajar kalau aku tidak tahu karena aku bosnya. Kalian kan rekannya. Bagaimana begitu tidak peduli? Kim Sunbae, kamu tidak tahu apa-apa?”

“Aku hanya merekomendasikan dia dalam perjodohan karena memiliki hati yang baik.”

“Ji, bukankah kamu cukup dekat dengannya?”

“Ahh dari apa yang kuingat,  Manager Ku, suka warna coklat.” Wkwkwkwkkw

“Aku pun tahu itu.”

Kemudian ada malaikat maut di samping Man Wol yang lagi minum.

“Malaikat maut ada di sini.”

“Apa kamu akan berhenti mengomeli mereka?” tanya malaikat maut. “Kamu juga tidak tahu apa-apa.”

“Bagaimana denganmu? Apa kamu tahu sesuatu? Kamu sangat sering melihatnya.” Malaikat maut malah ngacir pergi. “Waaaahhhh aku mengerti bahwa kalian adalah hantu, tapi kenapa kalian semua berhati dingin?”

“Sajang-nim, kenapa tidak kamu tanyakan saja padanya sendiri? Dia datang…” dan yang lagi diomongin pun datang.

***

Man Wol dan Chan Sung bicara di atap. Lokasi syuting paling ada terus di genre apapun.

“Kupikir kamu akan sedih dalam waktu yang lama. Kelihatannya kamu baik-baik saja.”

“Aku belum baik-baiks saja. Tapi aku datang karena kamu.”

“Karena aku?”

“Kupikir aku mengungkapkan alasan di balik kebaradaan dan waktumu. Aku bertemu seseorang dari ingatan menyakitkanmu.”

****

Detektif Park sedang di depan kantornya. Ia bicara dengan rekannya.

Dalam jarak beberapa meter, ada Man Wol dan Chan Sung.

“Dia dulunya adalah pencuri. Tapi sekarang dia adalah polisi. Dia menjalani kehidupan yang baik lagi. Syukurlah.” Man Wol berkaca-kaca. “Sungguh aku bersyukur.”

“Apa kamu mau lebih dekat dengannya?”

“Tidak. Aku bukan siapa-siapa.”

“Dia seperti keluarga bagimu. Apakah kamu baik-baik saja?”

“Aku tidak akan baik-baik saja. Sedikit menyedihkan.”

“Aku membawa koneksi dari masa lalumu lagi.”

“Terima kasih. Ku Chan Sung.”

*ost can you hear my heart lagi. *lagu terpilu lagi.

Mereka pun saling menatap dari kejauhan. Man Wol masih berkaca-kaca kemudian pergi.

“Kasus pembunuhan berantai. Kamu mendapatkan analisis sial kotoran dari sekop, bukan?” ucap rekan Detektif Park.

“Ah ya. Itu komponsen yang sama dengan tanah di mana mayat-mayat ditemukan.”

“Benar. Tapi kenapa tersangka terus menyangkal bahwa dia tidak membunuh mereka? Memusingkan.”

“Tapi masalahnya. Dia tidak punya motif untuk membunuh istrinya.”

“Dia adalah seorang psikopat. Seorang fanatik pembunuhan.”

****

Seol Ji Won, pelaku sebenarnya malah membakar semua barang bukti. Barang milik para mendiang.

Selesai membuang. Ji Won mendadak ingat bahwa dalam salah satu perjalanannya, dia diikuti oleh jasa pindahan dengan Yoona sebagai penumpangnya.

***

Ji Won melihat kotak hitam videonya. Dia melihat ada truk di belakang mobilnya.

Ji Won nampak menelepon juga “Jadi, ada masalah dengan barang yang dibawa truk hari itu.”

“Semuanya tiba tanpa masalah.” Ucap seseorang di seberang.

“Ahh periksa penyewanya sekali lagi.”

“Pemesanan dengan truk, 3465, dibuat atas nama Ku Chan Sung.”

“Siapa?”

“Ini bukan Ku Chan Sung yang itu bukan?” telepon ditutup.

“Ku Chan Sung? Jangan-jangan…. Ku Chan Sung….. kenapa kita berpapasan di sini?”

****

Chan Sung memandangi foto dari buku hantu. Foto dirinya. Tak lama, Sancez membuka pintu kamarnya.

“Chan Sung, apa kamu tinggal di rumah hari ini lagi?”

“Ya.”

“Man Wol melarangmu pergi ke hotel? Kamu  terus datang ke sana dan bilang padaku akan kembali.”

“Aku punya urusan yang belum selesai di sini. Aku tidak berpikir bisa mengurus hotel jika pergi dari negara ini.” eeehh mau ke mana?”

***

Malam hari. Man Wol mengambil buku berhantu.

“Akankah aku menemukan jawaban sesudah menyelesaikan buku sesulit ini? cara untuk menghibur orang yang keberadaan dan waktunya, dia habiskan yang sepenuhnya ditolak keberadaannya?” Man Wol menutup bukunya usai bicara. Hantu pun muncul. *ditolak itu maksudnya Chan Sung ya, di tolak jadi anak.

“Apa kamu khawatir rahasia yang kamu sembunyikan akan terungkap? Jangan khawatir. Putramu tidak menginginkan itu. Anakmu berduka, dan aku ingin menghiburnya. Aku membutuhkanmu. Aku akan…mengantarmu ke hotelku.”

Lanjut ke bagian 9. Bagian terakhir. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat