Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 7

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 7 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Chan Sung dan Man Wol masuk ke dalam perpus. “Ada desas-desus bahwa ada hantu disekitar sini. Direktur perpus sangat khawatir. Jika memang ada hantu, kita harus membawanya ke hotel.”

“Ada buku berhantu maksudmu?”

“Ya.”

“Rumornya adalah hantu itu menyumbang buku itu sebelumnya. Dia adalah seorang kepala SD dan dia meninggal belum lama ini. keluarganya menyumbangkan buku-bukunya. Bukankah itu berharga buatnya?”

“entahlah… kebanyakan orang dengan mudah membuang sesuatu yang dulu sangat mereka pedulikan. Mereka melindungi sesuatu yang ingin mereka sembunyikan dengan hidup mereka. Hantu itu pasti gugup saat begitu banyak orang datang meminjam buku itu karena rumor.”

“Ada yang bisa disembunyikan di buku? Mungkin uang daruratnya.”

Man Wol langsung semangat saat Chan Sung bicara uang. Wkwkwkw.

“Aigo… kckckckkc…. dia sangat cepat tanggap saat berhubungan dengan uang.”

****

Mereka sudah di rak yang dimaksud. “Kamu manusia, keluarkan bukunya, maka hantu akan datang.”

“Keberadaan dan waktu.”

“Tidak ada yang mau membaca buku ini.”

“Aku membacanya.”

“ye ye mungkin begitu. Kamu si pandai, Ku Chan Sung. Karena kamu pandai, kamu sangat luar biasa.”

“Ya. Aku membacanya untuk pamer. Tapi sulit dimengerti.”

“Aku sudah hidup selama lebih dari seribu tahun, mencoba untuk melewatkan waktu. bahkan aku tidak tahu apa itu keberadaan atau waktu.” *guysss itu judulnya. Keberadaan dan waktu. “Apa hanya hidup selama sekitar 30 tahun, jadi, bagaimana aku bisa tahu?”

“Ayo kita lihat apa yang diceritakan buku ini soal waktu.”

“Hantu itu mungkin tidak akan muncul jika aku ada di sini. Aku akan berada di dekat rak buku di belakang.” Man Wol mundur  1 rak.

Chan Sung menyentuh buku dan langsung dihalangi oleh tangan hantu.

“Apa kamu bisa melihatku?” tanya Hantu.

“Ya. Aku bisa melihatmu. Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku tidak ingin orang membaca buku ini.”

“Apa ada sesuatu yang berharga di dalam buku ini? atau sesuatu yang ingin kamu sembunyikan?”

“Bisakah kamu menyingkirkan sesuatu di dalam buku?”

“Aku akan membantumu. Untuk melakukan itu, aku harus mengeluarkan buku itu.”

Hantu mengangguk dan melepaskan pegangannya.

Chan Sung mengambil buku dan menemukan foto di dalamnya. Foto yang juga, ada foto dirinya. Saat masih bocah.

“Itu masa lalu yang ingin aku sembunyikan. Keluargaku tidak boleh tahu soal itu. Tolong singkirkan itu.”

Chan Sung terdiam dan masih kaget. Man Wol datang dan menaruh buku ke tempat semula. Hantu langsung ilang.

“Wanita barusan. Sepertinya dia ibuku.”

***

Mereka bicara lagi.

“Aku belum pernah melihatnya sejak masih kecil. Aku bahkan tidak tahu dia meninggal. Aku tidak tahu ayahku mengirim foto-foto ini kepadanya.” *difoto ada tulisan Chan Sung dan aku akan ke AS. “bukanlah sesuatu yang sangat dia hargai. Tapi sesuatu yang sangat ingin dia sembunyikan. Sepertinya, dia tidak ingin aku dilahirkan.”

Man Wol akan menyentuh Chan Sung tapi nggak jadi. “kamu mengajukan diri untuk melalui masalah. Itulah akhirnya kamu jadi tahu kan tentang masalah ini. tidak ada gunanya merasa kesal. Kenapa? Apa aku salah? Apa kamu akan bilang kamu merasa senang melihat ibumu? Apa kamu akan membawanya ke hotel dan menunjukkan kamu anak berbakti?”

“Kamu pikir aku ingin melakukan itu?”

“Syukurlah. Berikan foto itu kepadaku. Aku akan menaruh kembali di sana. Biarkan dia jadi hantu selama-lamanya.”

“Itu bukan yang kuinginkan juga.”

“Lalu apa yang kamu inginkan? Kamu akhirnya melakui ini karena aku membuatmu bisa melihat hantu, jadi, aku harus menghilangkannya.”

“Aku hanya merasa sedih. Aku bahkan tidak bisa merasa senang ketika sudah bertemu dengan ibuku untuk pertama kalinya. Biarkan aku berduka.”

Man Wol menarik baju Chan Sung. “Sudahlah. Kamu pergi saja.” Chan Sung pun pergi.

***

Chan Sung menemui Sancez dengan wajah murung.

“Apa ada masalah? Kenapa kamu terlihat sedih?”

“Itu… aku merasa sangat sedih.”

“Baguslah kamu datang. Aku akan menghiburmu. Ayo pergi. Aku akan membelikanmu minuman. Hei lihat, kamu kehilangan satu kancing jasmu, di mana kamu kehilangannya? Sungguh kasihan sekali kamu.”

*ditarik Man Wol.

“Apa dia mencoba menghiburku?”

***

Sancez dan Chan Sung belum pergi tapi Mira datang.

“Mira sshi, aku baru saja bersiap untuk pergi bersama Chan Sung.”

“Apa ada Chan Sung di sini?”

“Aku tidak berpikir kamu dapat bergabung dengan kami hari ini. kamu harus makan sendiri.”

“Aku punya teman. Seseorang akan datang untuk makan bersamaku.”

Dan Yeon Woo masuk. Chan Sung langsung mengenali Yeon Woo.

“ahh tempat ini bagus.” Ucap Yeon Woo.

Chan Sung bengong mengingat semua mimpi yang ia alami.

“Apa yang sedang terjadi?”

“Chan Sung sapalah, dia Park Yeong Su.” Ucap Mira. “Aku membantunya menemukan sesuatu yang sangat berarti baginya. Jadi, dia datang untuk mentraktirku makan.”

“Dia meninggal karena kamu…” Chan Sung bergumam. Karena dalam bayangannya dia melihat Putri yang kini jadi Mira.

“Apa?” Mira nggak denger.

“Ahhh dia lumayan bukan? Dia seorang polisi. Aku dengar kamu akan pergi bersama Sancez. Sampai jumpa lagi.”

“Kenapa? Kamu kenal dia?” tanya Sancez.

“Tidak. Aku tidak kenal dia. Tapi Jang Man Wol tahu.”

“Man Wol kenal? Bagaimana dengannya?”

“Mungkin orang itu tidak kenal. Hyung, sepertinya aku tidak bisa minum hari ini. maafkan aku.”

Lanjut ke bagian 8 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat