Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 6

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaaa… gumawo udah ngikutin sinopsis di sini.

Mago Pink dan Mago Tukang Obat sedang ngerumpi. “Ku Chan Sung belum minum obat.” Ucap Mago Pink. “Maka dia masih bisa melihat hantu.”

“Itu adalah kutukan karena dia bisa melihatnya. Aku dengar kamu membuat dua jiwa yang tidak bertentangan melintasi jalan mereka.”

“Selalu menyenangkan untuk membuat musuh di kehidupan sebelumnya bertemu lagi. Mereka tertarik satu sama lain karena sisa perasaan. Yaaa ampun cantik sekali.” Mago pink merajut love lagi.

****

Mira naik taxi yang tadinya dinaiki oleh Yeon Woo. Kemudian saat duduk, Mi Ra menduduki sesuatu.

“Permisi. Apa ini milikmu?” tanya mira pada Yeon Woo.

Yeon Woo mengambilnya kembali. *kejadiannya mirip dengan Yeon Woo yang dulu mengambil barang dari tandu yang dinaiki Mira.

Taxi baru beberapa meter jalan. Ehehh Mira turun dan mendekati Yeon Woo.

“Permisi. Ini semua karena penamu.” Rok putih Mira jadi kecoret. “Pakaian ini baru beli.”

“Ahh maaf. Bagaimana ya?”

“Bayarlah untuk laundry, berikan nomormu.”

“Tapi ini warna hitam.” *Yeon Woo mencoret di tangannya. Sedangkan noda di rok mira bukan hitam.

“Ah sudahlah.” Mira pergi karena malu. Baru beberapa langkah. Dipanggil lagi oleh Yeon Woo.

“Permisi. Pena ini penting bagiku. Biarkan aku membayar biaya pembersihan. Aku minta nomormu,” di ujung, sudah ada Mago Pink.

Misi Mago pink berhasil.

***

Chan Sung dan Ji Eun kencan di perpus.

“Jadi, ini perpus yang didirikan oleh Pimpinan?”

“Ya. Ini pasti alasan kakekku datang ke dalam mimpiku.”

“Aku juga ingin ke sini juga.”

“Kakek pasti sangat senang.” Keduanya senyum terus.

Nampak di belakang mereka, Man Wol memperhatikan dengan Pimpinan.

“Mereka pasangan yang cocok.” Ucap Pimpinan.

“Lalu, seperti yang kamu janjikan,  kamu akan menyiapkan uang itu. Kamu bisa terus melihat mereka di sini.” Man Wol pergi.

***

Man Wol sendirian di taman.

***

Saat Ji Eun bertemu dengan salah satu temannya lagi. Chan Sung melihat keberadaan kakek. Kakek nampak tersenyum.

***

Chan Sung mendekati Man Wol di taman. “Jang Man Wol sshi, kenapa kamu ada di sini?”

“Pimpinan ingin melihat cucunya. Dia membayar mahal untuk panggilan lewat mimpi, jadi ini layanan khusunya. Kamu dapat mengabaikan ini, lalu pegi.”

“Karena kamu di sini. Bagaimana kalau melihat-lihat perpustakaan? Ada banyak buku bagus. Dan lukisan yang bagus juga.”

“Nggak usah. Aku akan kembali.”

“Jangan begitu. Ada lukisan bagus di sini.” Chan Sung menarik Man Wol.

***

Chan Sung memperlihatkan lukisan gunung baekdu pada Man Wol. “Aku menjual ini. tidak lama lagi, aula peringatan Pimpinan Wang akan didirikan. Cucunya dan aku memutuskan untuk menggantungnya di sini. Aku datang ke sini untuk menjual ini. ada kesepatakan apa antara kamu dengan Pimpinan Wang? Apa biaya lewat panggilan mimpi?”

“Kamu tidak perlu tahu. Ada banyak lukisan bagus di sini. Ayo kita lihat.”

“Berapa banyak yang kamu ambil dari Pimpinan Wang?”

“Hanya sedikit.”

“Sebenarnya menjual lukisan Pimpinan juga merasa membuatku melakukan penipuan.”

“Kamu adalah penipu dari harvard yang rakus dan penggila uang, “

“penipu? Kamu terus memanggil itu.. tarik kembali.”

“Tidak mau.”

***

Seorang ahjumma duduk dan mengobrol bersama dengan Ji Eun.

“Orang yang bernama Ku Chan Sung sepertinya baik. Apa dia orang yang kamu kencani?”

“Akan bagus jika begitu. Dia bilang ada orang yang disukainya.”

Dan kakek menguping pembicaraan ini.

***

KULINERAN LAGI GUYS.

Man Wol makan semangkuk besar. “Emmmmm… kantin perpustakaan ini lumayan juga.”

“Benarkah? Aku sering datang ke sini bersama ayaku saat masih kecil. Makanannya juga enak.”

“Apa kamu tinggal di sekitar sini?”

“Ayahku ingin mengirimku ke SD di sekitar sini. Sewa di sini sangat mahal dan kami tidak bisa dapat kontrakkan. Tapi kami sering ke sini. Karena makanannya murah dan enak.”

“Apa kamu tinggal bersama ayahmu sejak awal?”

“Ya. Alasan kenapa namaku Chan Sung adalah bahwa satu-satunya orang yang ingin aku dilahirkan adalah ayahku. Dia merasa bersalah, sehingga memanggilku Chan Sung. Tapi dia tidak mengenal karakter cina dengan baik. Dan namaku punya arti bintang yang paling cemerlang.”

*bintang dan bulan cuy.

“Alasan ayahmu… bukan karena dia menyelamatkan dirinya sendiri. Itu karena kamu. Karena kamu akan sendirian tanpa dia.”

“Tentu saja aku tahu. Dia satu-satunya keluargaku. Jika sudah selesai. Ayo kiya pergi dan membaca buku.”

“Buku? Aku tidak bisa melakukannya dalam kondisi ini.”

“Kenapa?”

“pakaianku tidak cocok untuk buku,” wkwkwkkwkw

“Apa hubungannya dengan buku?”

“Ada hubungannya. Aku harus mengambil foto di perpus. Untuk mempost di sosmed. Apa yang aku kenakan tidak tepat.”

“Astagaaaaa…”

“Ku Chan Sung, minumlah kopi dan tunggu aku. Aku akan berganti pakaian dan segera kembali.”

“Tidak perlu. Duduk… aku tidak bermaksud pergi membaca buku. Aku ingin menemukan hantu yang melekat pada sebuah buku.”

Lanjut ke bagian 7 klik dimarihhh…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat