Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 5

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 5 – Episode sebelumnya ada di sini, selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. episode kali ini ada rasa-rasa drama ala-ala detektif nih yeee.

Cucu kakek Wang nampak berbaju putih dan memasuki semacam hutan. Ia melangkah kemudian menemukan kakeknya. “Kakek…” dan ternyata kakek membawa foto cucunya dari Chan Sung. “Kakek menerima fotoku?”

“Kakek sangat suka pria yang memberi foto ini.”

“Ku Chan Sung?”

Dan aslinya sih lagi kayak teleponan gitu. “Benar. Kakek sangat berhadap Ku Chan Sung dapat menjadi suamimu kelak. Biar kakek ceritakan tentang dia.”

Dan Man Wol menutup sambungan teleponnya. “Waktumu habis.”

“Sangat mahal untuk melakukan panggilan ini, tapi kenapa hanya sebentar.”

“Lalu kenapa kamu tidak menelepon lagi.” Ucap Kim.

Man Wol mengambil gagang telepon. “Aturan bilang kamu hanya dapat melakukan sekali panggilan per-hari. Kamu harus memberikan kesempatan pada tamu lainnya.” Man Wol membawa pergi pesawat teleponnya.

***

Kim mengatakan pada Pimpinan Wang. “Kamu seharusnya mengatakan semuanya. Hoho”

***

Pesawat telepon diberikan pada Nona Choi. “Sajangnim, Manager akan menikah dengan chaebol?”

“Anak-anak zaman sekarang jarang mendengarkan orangtua. Lagi pula, dia tidak pernah mendengarkan kakeknya. Jadi, kenapa gadis itu mendengarkannya sesudah dia meninggal? Ckkkk”

***

Cucu kakek bertemu Chan Sung di kedai kopi. “Kakekku menjumpaiku dalam mimpi tadi malam. Dia bilang, dia menerima fotoku.”

“Benarkah begitu? Kamu pasti senang.”

“Juga, dia merencakan hal lain.” Karena grogi, cucu kakek minum air. Eehh gelasnya jatuh, saking gemeternya.

“Ambil ini.” Chan Sung memberikan sapu tangannya. “Ahh pelayan, bisakah kamu membersihkan ini?”

“Ku Chan Sung sshi, kamu sudah makan? Aku ingin bicara lebih banyak soal kakekku.”

“Baiklah. Ayo kita makan. Mau pesan apa?”

***

Detektif menyeret pelaku pembunuhan yang sebenarnya salah orang. Kemudian repoter berkumpul.

“Apa kamu benar-benar membunuh istrimu?” pertanyaan terus meluncur dan tersangka dimasukkan ke dalam mobil wiu wiu…

Berita otomastis sudah keluar. Yoona membacanya. “Ini tidak benar. Ahjussi itu memiliki tubuh yang lebih kurus.”

“Apanya?” tanya Ji.

Yoona mengingat kembali. “Aku tidak berpikir bahwa orang ini adalah pembunuhnya. Yang harus kita lakukan adalah mencari mobil 0963.”

“Kamu mengingat platnya?” tanya Ji.

“Ya.”

“Lupakan saja seperti kamu melupakan kosa kata dalam bahasa inggris,” wkwk.

Chan Sung datang dengan cucu kakek di kafe yang didatangi Yoona. “Temanku pemiliknya, dan makanannya cukup enak.”

“Sancez…” cucu kakek langsung mengenai kakek. Yoona dan Ji pun melihat keberadaan mereka.

“Kamu kenal sancez?”

“Kami berada di klub kapal pesiar yang sama.”

Mereka bertiga nampak sangat akrab.

Yoona bicara. “Aku akan bicara soal mobil dengan Manager Ku tapi dia tampaknya sibuk.”

“Sebenarnya, manager ku sudah tidak lagi bekerja untuk hotel. Dia akan menikah dengan Chaebol.”

***

Man Wol memandangi kontak Chan Sung.

Kemudian Ji dan Kim mendatangi Jang Sajang dengan menari-nari…

“Mereka bertemu, kencan buta terjadi.”

“Apa? Mereka bertemu?” Tanya Man Wol kaget.

“Aku melihat dia bertemu si Chaebol itu. Aku belum pernah melihat Manager Ku tersenyum lebar.”

“Siapa yang menduga Ku Chan Sung berambisi.” Ucap Kim.’

“Entahlah. Ku Chan Sung selalu ramah.” Ucap Man Wol.

“Sajangnim, kamu harus melihatnya sendiri. Mereka sepakat untuk bertemu besok juga. Manager Ku mengundangnya ke rumahnya.”

“Artinya dia akan bertemu dengan ayah Ku Chan Sung.” Ucap Kim

“Ayah manager Ku sudah meninggal. Apakah ibunya masih ada?”

“Apakah ibunya masih ada?” Tanya Kim pada Man Wol.

“Bagaimana aku tahu.”

“Btw, bukankah lebih bagus menuntun Ku Chan Sung mendapatkan keluarga? Kamu tahu betapa hangatnya dia pada tamu kita. Ini pasti karena karma baik.”

“Ya. Semoga dia beruntung.” Man Wol lemes jawabnya.

***

Chan Sung bersih-bersih. Sancez bertanya. “Apa kamu bersih-bersih karena besok Ji Eun akan datang?”

“Ya.”

Chan Sung pindah tempat bersih-bersih.

“Berkencan dengan orang lain akan membantunya melupakan Man Wol. Meski begitu. Dia hanya hanya mengencani wanita yang memiliki hotel.” Wkwkwkkwkwk sancez bener nih.

****

Ada seorang perempuan dengan temannya di perpustakaan.

“Di perpus ini ada buku berhantu.” Ucap Mira.

“Mana ada yang begituan.”

“Sepupuku adalah pustakawan disini dan dia beri tahu aku. Hantu itu datang jika kamu menariknya. Pasti menarik.”

“Di mana bukunya? Ayo post di medsos.

Salah satu dari mereka mencoba menariknya. Kemudian yang satu lagi merekam. Karena susah ditarik, mereka nampak bersemangat. Kemudian muncul sosok hantu perempuan di samping yang akan menarik buku tadi.

Perempuan yang merekam langsung pingsan.

“Sol, apa kamu baik-baik saja?”

Buku itu ditekan kembali oleh hantu. Judulnya adalah keberadaan dan waktu.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini yaaaaaaa…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat