Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih dan selamat membaca.

Man Wol di kamarnya sedang menuangkan minuman. “Jang Man Wol sshi, aku akan mengembalikan lukisan gunung baekdu. Dan untuk obatnya, kamu bisa menyimpannya. Ayo kita lupakan cara untuk aku melarikan diri dan untuk kamu yang ingin meninggalkanku dengan aman.” Chan Sung bilang dari balik pintu kamar Man Wol. “Aku akan menunggu telepon darimu. Dan makanan yang kita makan hari ini. rasanya enak. Ayo pergi ke sana dan makan lagi.”

Chan Sung pun pergi. *ost lagi nih….

semua ost baru udah bisa diunduh di tg chanel mimin ya.

***

Seorang pria nampak resah sambil menelepon seseorang. “Istriku belum pulang selama beberapa hari. Itu sebabnya aku meneleponmu. Jika dia meneleponmu, tolong bilang, aku minta maaf. Tolong katakan padanya untuk kembali ke rumah. Terima kasih.”

Telepon ditutup dan pria tadi sampai di mobil biru. Ia melihat ada yang aneh di mobilnya. Bagasi bagian belakang pun dibuka.

“Tidak… yeobo… apa yang terjadi denganmu? Apa ini? yeobo?”

Polisi langsung datang. Ketuanya adalah lagi-lagi Yeon Woo.

“Ini seperti petunjuk, ada mayat di sini.”

“Kamu ditahan karena membunuh istrimu, Lee Do Yeon.”

“Aku tidak membunuhnya.”

“Kamu berhak untuk tetap diam. Dan kamu memiliki hak untuk memanggil pengacara.”

Ji Won nampak ada di dalam mobil “Bagaimana dengan sekop? Ambil sekop yang ada kotoran di atasnya.”

Salah satu anggota tim pun mengambil sekop dari mobil berisikan mayat.

“Ahh benar begitu. Kamu harus menangkap seorang pembunuh berantai.” Ji Won memegang sesuatu. “sampai jumpa.” Ucapnya pada orang yang tidak bersalah dan ditangkap polisi. Benda itu adalah gantungan pasutri yang tadi.

Kamera bergeser. Di belakang Ji Won ada hantu. Hantu berteriak dan membuat jari Ji Won terluka karena sesuatu.

***

“Kenapa kamu begitu membenci Seol Ji Won?” Tanya Mi Ra pada Sancez saat nyantai-nyantai di rumah Sancez. “Ada sesuatu yang terjadi antara kamu dan dia di amerika?”

“Bukan antara kita berdua saja. Diantara 3 orang.”

“Chan Sung juga terlibat?”

“Itu sesudah kamu kembali ke korea. Seorang siswa internasional korea bunuh diri di Boston. Tapi ada desas-desus konyol bahwa bunuh diri itu karena aku.”

“Apa? Karena kamu Sancez? Tidak mungkin, siapa yang akan percaya itu?”

“Orang-orang memercayainya. Rumor konyol itu mengembang. Kemudian orang-orang bilang bahwa aku mempermainkan siswa internasional yang miskin dan menyuruhnya melakukan perbuatan buruk dengan teman-teman lainnya. Lalu, aku jadilah sampah. Sesudah itu, di forum online, orang-orang mulai bertaruh apa aku akan bunuh diri atau tidak. Dan orang yang mengatur semuanya…”

“Seol Ji Won?”

Kilas balik kisah Sancez.

Sancez berkata. “Itu kamu, bukan? Kamulah yang menyebarkan desas desus soal Jae In.”

“Aku hanya bilang aku melihat kamu mengundang Jae In ke pesta bersama dengan teman eropamu.”

“Dia..dia datang untuk bekerja sebagai pelayan. Dia bilang, dia butuh uang untuk membayar uang kuliahnya jadi, aku memberinya pekerjaan.”

“Dia bisa melakukan hal lain di pesta itu. Jangan terlalu berusaha karena tidak ada yang memercayaimu. Sebenarnya, semua orang sudah muak karena sikapmu yang sok kaya. Semangat. Aku bertaruh bahwa kamu, sancez, akan tetap hidup.”

Sancez juga mendapatkan poscard berisi ancaman. Tidak hanya itu, ada senjata juga.

Saat Sancez memegang senjata, Chan Sung pun datang. “Apa yang kamu lakukan di sini? Aku mencarimu ke mana-mana. Ayo kita makan Hyung.”

Kilas balik selesai.

***

“Saat aku benar-benar tersiksa dan berpikir untuk mati, Chan Sung mendatangiku. Hari itu, dia mengambil kotak dan pistol itu, lalu pergi menemui Seol Ji Won. Sesudah itu, Seol Ji Won kembali ke korea secara tbtb.”

“Apa yang dilakukan Chan Sung hari itu?”

“Aku juga tidak tahu. Yaaahh, pokoknya sesudah itu, Chan Sung selalu menemani untuk makan bersamaku. Sampai desas desus mereda.”

“Itulah kenapa kalian berdua begitu dekat.”

Chan Sung pulang membawa dua kantong besar. “Siapa yang membuang ini? itu seharusnya dibuang besok, bukan hari ini.”

“Mian.” Ucap Mi Ra.

“Chan Sung ah, aku membungkus pizza untukmu, sana mandi.”

“Terima kasih. Tidak ada sampah daur ulang pada hari sabtu.” Chan Sung pun pergi ke dalam rumah.

Sancez bicara pada Mi Ra. “Jangan beri tahu Chan Sung bahwa kamu bertemu Seol Ji Won di pertemuan hari ini. aku tidak ingin Chan Sung berhubungan dengan si berengsek itu.”

“Baik. Aku tidak akan memberitahunya. Aaahh sayang sekali, tidak ada pria yang lebih baik dari Chan Sung.”

***

Pimpinan Wang bicara pada Man Wol dan Kim.

“Sepertinya Ku Chan Sung adalah calon menantu terbaik.”

“Aku tidak bisa memberikan preferensi, tapi kamu sudah meninggal. Bagaimana bisa kamu menyampaikan pesan pada cucumu?” Ucap Man Wol.

“Ya itu… aku menginginkan layanan khusus hotelmu.. bartendermu mengatakan semuanya. Aku dengar, hotelmu menyediakan layanan panggilan mimpi di mana orang yang meninggal dapat bicara dengan manusia di mimpi mereka. Aku dengar, aku bisa membayar dengan uang dari alam dunia. Aku baru ingat aset yang lupa kuurus.”

Lanjut ke bagian 5 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat