Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 3

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini, terima kasih yaaahh guys sudah mengikuti. Hehehheheh.

Pimpinan membuka surat dari cucunya. Isinya adalah, “Kakek sayang yang sangat kurindukan. Aku sangat senang bisa menulis surat kepadamu seperti ini.” saat dibalik ada foto cucunya dan seekor anjing.

Chan Sung bicara. “Cucumu sangat sedih tidak bisa menemani di saat-saat terakhirmu.”

“Dia belajar di LN pada saat itu. Aah aku bisa melihatnya seperti ini. aku berutang banyak kepadamu.”

“Kelihatannya kamu sudah mengendarai motor. Cocok untukmu.”

“Apa begitu? Aku tidak pernah melakukan ini saat hidup. Berkatmu, aku bisa menikmatinya.”

“Aku senang melihatmu bahagia.”

“Bukankah cucuku sangat cantik?”

“Ya.”

Foto disandingkan dengan Chan Sung. “Kamu punya kekasih?”

“apa?”

“Cucuku belum punya kekasih. Namanya Jung Ji Eun, dia berusia 25 tahun. Dia hanya belajar, jadi, tidak bisa memilih pria baik. Aku ingin mencari pria yang pekerja keras yang baik untuknya.”

“Ah yaa… dia akan bertemu pria yang luar biasa. Jangan khawatir. Aku pamit.” Chan Sung pun pergi dari bar.

***

Di bar, ada Kim dan Pimpinan.

“Ku Chan Sung tidak punya kekasih. Kamu nampaknya sangat penasaran dengan pria yang sangat bekerja keras itu. Maka maukah kuceritakan lebih banyak tentang Ku Chan Sung?”

***

Man Wol menghela napas sambil melihat dokumen.

“Haruskah aku meminta Ku Chan Sung untuk mengurus ini karena ada di sini?”

“Aahhh Jang Sajang ada di sini.” Ucap Kim.

“Apa?”

“Aku meminta bantuan pada Pimpinan Wang. Sesuai perintahmu.”

“Kerja bagus. Apa kamu menemukan sesuatu?”

“Pimpinan mempercayakanku untuk mengurus sesuatu yang masih sangat mengganggunya.”

“Ahhh bagus Kim Sunbae, memang deh kamu lulus ujian PNS, kan? Sekali lagi, kamu terbukti menjadi aset yang sangat berguna.” Man Wol muji terusss…

“Pimpinan Wang memiliki seorang cucu yang sangat dia kasihi. Dia masih kesal karena tidak bisa menemukan pria yang baik untuknya. Jadi, aku berjanji untuk mencarikannya.”

“Bagus. Jika semuanya berjalan dengan lancar, dia akan membelikanmu jas yang bagus.”

“Dia pimpinan, dia tidak pelit.”

“Kamu benar sekali. Kamu akan menemukan pria yang baik untuk cucunya. Setidaknya dia harus mengurus ini untuk kita.” Man Wol menunjuk pada dokumen.

“Kamu tidak perlu khawatir sekarang.”

“Ya. Kamu adalah andalahn terbaik hotel.”

“Dan Pimpinan Wang menyukai pria yang kurekomendasikan.”

“Ahh Kim Sunbae nim, aku yakin semua pekerjaan di bar membuatmu sibuk. Kapan kamu punya waktu untuk bertemu dengan orang dan merekomendasikan seseorang?”

“Aku memang tidak punya waktu untuk bertemu dengan seseorang. Aku hanya kenal satu orang.”

“Apa?”

“Aku merekomendasikan Ku Chan Sung.”

*terdengar suara petir. Wkwkwkwk. Man Wol kesal. “Maksudmu, manager umum hotel kita? Ku Chan Sung sshi?”

“Dia bukan lagi manager umum kita. Aku tahu itu mengganggumu juga. Ayo kita menikahkan dia dengan keluarga kaya itu. Dia tidak akan mengabaikan kita jika menikahi keluarga kaya itu berkat kita. Kita akan mendapatkan uang dari Pimpinan Wang dan Ku Chan Sung. Kita akan menembak burung dengan satu batu. Hahahha… apa Chan Sung sudah pergi? Aku harus memberi nomor ponsel cucunya. Percaya saja padaku.”

Kim Sunbae pun pergi.

***

Man Wol sangat kesal. “Kim sunbae sangat tidak punya akal…”

***

Kim menemui Ji.

“Apa Manager Ku sudah pergi?”

“Tidak, aku tidak melihatnya pergi.”

“Ahh berarti dia masih ada di sini. Baiklah.” Kim sangat senang.

***

Chan Sung melihat ttd artis Kim dan tersenyum. “Dia masih menyimpan ini.”

Chan Sung akan keluar dan berpapasan dengan Man Wol yang membukakan pintu. “Kamu masih di sini.”

“aku akan segera pergi.”

Terdengar Kim memanggil-manggil Chan Sung. Man Wol langsung menutup pintunya. Dan bersembunyi dengan Chan Sung di balik pintu saat Kim membuka pintu.

“Dia tidak ada.”

“Apa masalahnya?” Tanya Choi.

“Itu, apa dia ada di taman?” Kim pun pergi lagi. Nona Choi pun menutup pintu lagi.

***

Dan pemandangannya kayak gini. Uuwuuwuwuwuwu…

“Apa kita akan terus begini. kenapa kita terus melakukan ini?”

“Kamu tidak suka uang, bukan? Kamu lebih suka sesuatu yang rendahan daripada hal mewah. Maksudku, kamu lebih suka warna kusam seperti coklat. Benar?”

“Inilah caramu menekanku karena aku menolak untuk memberimu lukisan gunung baekdu?”

Man Wol melepaskan Chan Sung. “Benar. Kamu rakus uang.”

“Ya. Benar.” Wkwkwkkw. “Aku ingin menghasilkan banyak uang.”

“Ap menjadi gila uang adalah sesuatu yang bisa dibanggakan? Itulah yang mereka ajarkan padamu di Harvard?”

“Ya. Program MBA mengajarkan cara mendapatkan uang.”

“Bagus sekali. Rupanya kamu penipu uang dari harvard. Aku harap kamu menjadi Chaebol. Lalu kamu menjadi pemilik hotel!!! Pergi sono bambang!!!!”

Man Wol kesal, berteriak dan masuk ke kamarnya. Chan Sung malah bingung.

“Dia sangat marah karena tidak memberinya lukisan. Ckckckkc…”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini yaaa…

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat