Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 2

Sinopsis Hotel del Luna Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini… terima kasih yaaa sudah mengikuti sinopsis di marihhhh…

“Selebriti favoritmu, Kim Joon Hyun, datang ke sini juga. Aaahhh kamu harus mengambil foto.”

*Man Wol jeprat jepret sambil kesal.

“Tidak ada restoran mie dingin di dekatnya. Dan tidak ada pusat perbelanjaan juga. Kenapa kamu tidak kembali saja ke Myeong-dong? Tempat ini terlalu jauh dari rumahku.” Ucap Chan Sung.

“Bekerja sajalah di hotelmu sebelumnya. Pemilik hotel itu, tampak sangat menyukaimu tadi.”

“Aku hanya tertarik untuk disukai bosku saat ini.” wkwkwkkwkwkwkwk pepet terusss. “Dan untuk mewujudkannya, aku akan menantang diriku sendiri.” Chan Sung mengambil potongan daging yang banyak.

“Berjanjilah kamu akan menerimaku kembali jika aku makan ini sekali santapan.”

“Sekali santap? Kim Joon Hyun bisa makan semuanya dalam sekali santap. Kamu tidak sebanding dengannya. Kamu tidak akan pernah bisa melakukannya.”

“Kembalikan saja pekerjaanku jika aku berhasil.” Chan Sung mau makan….

Tbtb Man Wol bilang. “Tidak usah. Aku tidak menonton pertunjukkan Kim Joon Hyun lagi.”

“Waahh kamu dulu menyukainya. Kamu mencampakkannya juga?”

“Ya. Jadi, jika kamu berhasil. Cobalah jadi pelawak daripada jadi karyawan hotelku.”

“Apa kamu menyerah dengan mudah?” Tanya Chan Sung.

“Tidak mudah sih. Dia ada di hampir semua setiap saluran TV. Aku harap makanan di sini rasanya benar-benar mengerikan sehingga tidak memikirkannya lagi.”

Ost yang diputra adalah judulnya only you. *di tg mimin sudah ada.

Dan mereka pulang. Sambil diputra ost tadi. Di jalanan, bahkan Man Wol melihat poster Kim Joon Hyun.

***

Man Wol dan Chan Sung kembali ke hotel.

“Aku bilang di parkiran mobil, pergilah. Kenapa kamu terus mengikutiku?”

“Aku harus mempersulitmu agar menyerah padaku dengan selalu berada di sekitarmu. Tapi, sekarang, aku di sini, untuk bertemu dengan pimpinan.” Chan Sung mengeluarkan surat. “Cucunya memintaku untuk memberikan ini kepadanya.”

“Aku akan memberikannya kepadanya.”

“Tidak. Bagaimana aku bisa memercayaimu? Aku akan memberikannya sendiri.”

“Aku adalah Sajang di sini, dan kamu baru-baru ini dipecat.”

Choi datang… “Sajang nim…. Manager Ku, kamu datang untuk bekerja rupanya.”

“Dia bukan manager umum. Dia hanya berkunjung. Silakan bertemu Pimpinan.”

“Ada sesuatu yang mendesak untuk diberitahukan kepadamu.” Ucap Choi.

***

Rapat berlima, dengan tambahkan Yoona.

“maksudmu tamu yang kamu bawa semua terbunuh?”

“Ya. Tidak ada kuburan normal. Kami melihat mereka terkubur begitu saja di hutan.” Ucap Yoona.

Jin berkata. “Aku menelepon polisi melalui telepon umum.”

“Mereka ada di berita. Semua orang membicarakan. Sejumlah mayat sudah ditemukan dan menjadi pembunuhan berantai.” Ucap Choi.

“Melalui dari apa yang dikatakan para tamu,  tampaknya benar bahwa mereka dibunuh oleh orang yang sama. Mereka semua bilang, pelakunya adalah seseorang yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Tapi mereka tahu bahwa pelakunya adalah seorang pria.” Kim menambahkan.

“Pria itu.. aku yakin pembunuhnya adalah pemilik mobil itu. Aah aku mencatat plat nomornya. Ayo cari dia,” Yoona mengeluarkan kertas.

“Jangan terlibat.” Ucap Man Wol. Tbtb kertasnya ilang. “Hyun Joong sudah memanggil polisi, dan kenyataan mayat-mayat itu ditemukan sudah menjadi berita. Karena pembunuhnya masih hidup, polisi dapat menangkapnya. Yang harus kita lakukan adalah melayani korban yang meninggal sampai naik ke alam baka dengan tenang. Pastikan untuk memasang TV jika mereka ingin menonton berita. Beri mereka jaringan WIFI, sehingga mereka bisa mengakses web.”

“Baik.”

Man Wol pun beranjak.

***

“Tidak apa-apa?” tanya Ji pada Yoona. “Polisi akan menangkapnya.”

“Hyun Jung,, kamu yang melapor ke polisi. Polisi pasti kebingungan sekarang” Ucap Kim.

****

Polisi masih menyelidiki. “Panggilan telepon itu dilakukan dari telepon umum ini,tidak ada yang tertangkap di CCTV di sana.” Guysss.. Tim Jangnim guanteng yang ngurus kasus adalah Yeon Woo. “Apa hantu? Sangat aneh.”

“mana mungkin ada hantu di dunia ini.” Ucap Yeon Woo pada temannya. “Yang aneh bagiku adalah bagaimana telepon umum seperti ini masih ada.” rekan Yeon Woo sedang mengecek lokasi.

Tbtb Mago Pink menemui Yeon Woo.

“Aaaaaa punya koin?”

“Ohh yaaa…. tunggu sebentar.” Yeon Woo merogoh kantong dan memberikan koin pada Mago.

“Ahhh Gumawooo yoohhh… aaah aku akan memberikan ini sebagai balasannya.” Mago memberikan sesuatu. Kaya bentuk love gitu.

“Tidak apa-apa. Tidak usah.”

“Jika kamu kehilangan ini, kamu akan tetap melajang.” Wkwkwkwk jangan sih. “Kamu tidak akan pernah menikah selama sisa hidupmu. Selamaa lamaanyaa… kamu bahkan tidak akan bisa berkencan dengan siapapun. Jangan pernah kehilangan itu.”

Dan dengan konyolnya. Mago mengangkat ponselnya. Wkwkwkkw “Neee Unnieee,, aahh yaaa…” Mago pun ngacir pergi.

“Apa ini?” Yeon Woo akan membuang lovenya. Tapi ingat kata-kata Mago pink. Dan nggak jadi dibuang.

Lanjut ke bagian 3 yaaa klik di sini.

 

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat