Sinopsis Hotel del Luna Episode 1 Part 9

Sinopsis Hotel del Luna Episode 1 Part 9 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guysss… gumawo ajaaahhh…. sudah mau mengikuti sinopsis drakor di mareehhh.

Akhirnya, setelah saling ancam. Makan barenglah mereka. Eehhh Jang Man Wol malah jeprat-jepret makanannya kayak anak milenial.

“Buka matamu. Orang bisa mati saat kelaparan. Aku membawamu kemari agar kamu tidak mati. Kamu tahu “The Guys Who Died After Eating”? restoran ini adalah tempat mereka saat makan 30 pangsit. Mereka tidak bisa memakannya lagi.”

Kemudian pemilik restoran menuliskan “kehabisan bahan di pintu.”

“Lihat… kita hampir tidak mendapatkan makanan jika terlambat sedikit lagi.”

***

“Astagaaa aku lebih baik memindahkannya.” Ucap pekerja restoran di depan kedai saat melihat sampah.

Dari arah luar…. ada kakek yang makan makanan sisa dan matanya tertuju pada Man Wol yang sedang ada di dalam restoran.

Ahjussi itu adalah wali kota yang saat itu ditembak Man Wol. Dia nampak seperti gelandangan. “Dukun itu yang menembakku.”

****

“Apa aku harus melihat hal yang menakutkan sepanjang waktu?” Tanya Chan Sung.

“kamu hanya tidak beruntung. Kamu hanya melihat salah satunya. Tak semuanya menakutkan. Eemmmm lihatlah dia. Seseorang seperti dia tak begitu menakutkan.” Ada hantu anak kecil lagi makan.

“Jika kamu melihat sekilas, kamu mungkin akan berpikir bahwa dia manusia. Kebanyakan dari hantu seperti dia, jadi, jangan jadi penakut.”

“Sedang apa dia?”

“Sebagian dari mereka berkeliaran karena mereka mati mendadak. Dan tidak sadar bahwa mereka mati. Sebagian dari mereka terobsesi dengan apa yang mereka sukai saat mereka masih hidup. Apa dia terobsesi dengan pangsit? Sulit dikatakan.”

“Kenapa kamu membuatku melihat hal seperti itu?”

“Kamu akan tahu saat datang ke hotel del luna. Kenapa kamu tidak datang saat aku menyuruhmu? Maka kamu tak harus melalui semua masalah ini.” Man Wol akan makan tapi kepanasan. “Ahhh panas. Bagaimana Kim Joon Hyun memakan 5 dalam 1 gigitan? Dia membuatku takjub. Kamu harus coba juga.”

“Kamu luar biasa. Sekilas dan bahkan dari dekat, kamu terlihat seperti orang normal. Apa kamu yakin sudah mati juga?”

“Aku bukan orang mati. Aku masih belum mati. Aku hanya di sini.”

“Apa maksudmu “masih”? maksudmu, kamu mungkin akan mati suatu hari?”

“Kenapa kamu bertanya? Kamu mau mencoba membunuhku? Cobalah memakannya dengan satu gigitan. Jika berhasil, aku akan memberimu kesempatan.”

“Aku hanya….ingin kamu menghilang dari pandanganku.”

****

Akhirnya jalan bareng mereka…

“Urrie Ko Chan Sung, orang uang benci melihatku. Pergilah ke seberang jalan untuk membelikanku teh susu agar aku tidak mati.”

“Apa kamu tahu berapa pangsit yang sudah kamu makan? Apa kamu pernah bertemu dengan Kim Joon Hyun? Dia bukan manusia.”

“Cepat…. jika tutup karena kamu terlambat, kamu akan mati.”

Chan Sung pun pergi meninggalkan Man Wol untuk membeli minuman.

****

Wajah mantan wali kota nampak mengerikan. Ia mendekat pada Man Wol.

“Kamulah yang menembakku, bukan? Aku yakin kamu menembakku.”

“Kejahatanmu sangat parah, jadi kukira itu sebabnya kamu hancur. Kamu akan menantikan alam baka. Dan itu akan lebih buruk lagi.”

Mantan wali kota mengacungkan sebuah besi. “Semua karena kamu. Salahmu. Mati!!!!!”

Besi ditancapkan di dada Man Wol hingga dalam.

“Apa yang terjadi?” teriak Chan Sung yang mendekati Man Wol.

“Apa kamu ditusuk?” Tanya Chan Sung.

“Kenapa manusia tidak pernah memikirkan kesalahan mereka dan hanya menyalahkan orang lain?”

“Aku bilang apa kamu baik-baik saja?”

Lanjut ke bagian terakhir di sini. Di bagian 10. Wkwkwkwk. Klik di marih.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat