Sinopsis Hotel del Luna Episode 1 Part 4

Sinopsis Hotel del Luna Episode 1 Part 4 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah mengikuti sinopsis drama koreaa diii mariihhh…

Eeehh ayah malah masuk ke pintu kolam renang. Setelah dibuka. Ternyata laut guysss… ahhh drama ini kece badaaaayyy…

Ayah sampai bingung. “Kenapa ada pantai di sini?”

Kemudian pelayan hotel datang. “Son-Nim… apa kamu ingin berenang? Kami bisa pinjamkan baju renang. Berapa nomor kamarmu?”

“Tidak…. aku baik-baik saja.” Ayah pun menghindar.

Eehhh masuk lagi ke ruangan bar.

“Selamat datang.” Ucap Ahjussi.

Keluar lagi…

Rupanya ayah ada di atap. “Aku tidak tahu gedung ini setinggi ini. Aneh sekali. Menakutkan.”

*****

Para pelayan berkumpul.

“Orang hidup ada di sini?”

“Sepertinya dia berkeliaran di sekitar hotel bahkan tanpa tahu tempat ini sebenarnya.” Ucap Tuan No.

“Jika dia tidak segera pergi, dia akan mati.”

“Terburuknya, dia akan hadapi kematian, tapi kita akan sangat dimarahi jika sajang-nim tahu.” Ucap Tuan Kim yang tadinya ada di klub. “Dia akan pastikan kita tak lupakan ini selama 50 tahun. Kamu tahu apa yang selalu dia katakan.”

Bayangannya Jang Man Wol bilang begini…. “hanya ini yang dapat kalian lakukan? Kalian pasti menganggapku sebagai lelucon. Jika kalian buat kesalahan semacam ini sekali lagi,  aku akan tempatkan kalian semua di bus ang menuju ke alam baka. Apa kalian mengerti?”

Meja pun digebrakkk…

kembali ke obrolan para pegawai.

“Ahhhh tidaaakkk… aku merasa ini salahku. Bagaimana ini?” ucap mas-mas yang tadinya ada di lobi.

“Kenapa kamu selalu salahkan diri sendiri? Tapi ini salahmu.” Ucap Tuan Kim. wkwkwkkwkw.

“Aku tidak bertanggung jawab untuk ini. Aku masih punya pekerjaan di dunia ini. Aku tak bisa naik bus menuju ke alam baka.” Ucap ahjumma yang tadi di laut. Namanya ahjumma Choi.

“Aku dikutuk. Kenapa manusia bodoh itu harus datang ke sini? Sialan!!!”

Ahjumma Choi berkata. “Cepat atau lambat. Aku yakin sajang-nim akan lihat jiwa manusia yang hidup di sekitar hotel.”

Tuan No menjawab. “Jika sajang-nim tahu, dia tak akan pernah bisa meninggalkan tempat ini. Pria itu akhirnya akan mati.”

****

Man Wol melihat pajangannya yang tanpa ular. “seorang pencuri pasti habis dari sini. Beraninya ada yang mencuri dari hotelku.”

****

Ayah masih berkeliaran. Ayah berkeliaran di taman.

Hingga ia melewati pohon misterius.

“Waaaaaahhhhh…. bunga?” Ayah melihat bunga di pohon. Tbtb ia ingat anaknya yang bilang hadiah bunga juga tidak apa-apa.

“Ini bagus. Aku akan berikan pada Chan Sung.” Naahhh ketahuan. Anak kecil yang tadi kalau gede nanti jadi Yeo Jin Goo.  “Ini terlihat seperti pohon mati. Tapi bunganya sangat cantik.”

Ayah berusaha mengambil bunga dan ia pun mendapatkannya.

Hingga sang pohon mengamuk. Ayah terpental dan ketahuan oleh Jang Man Wol.

“Apa ini? Karena kamu merasa sakit, apa jantung ini masih hidup?”

“Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan? Singkirkan kakimu.”

“Kamu mencuri dariku.”

“Aku tidak melakukan apa-apa.”

“Benarkah? Lalu apa ini?” Ular emas merayap dari kantong ayah.

“Itu…” ayah bangkit karena ketakutan.

“Kamu mencoba mencurinya. Kamu ingin digigit olehnya sampai mati?”

Ayah pun berlutut. “Maafkan aku. Aku layak mati atas dosa-dosaku.”

“Lalu matilah.”

“Tidak. Aku tidak bisa mati sekarang.”

“Semua manusia akhirnya harus mati. Daripada bolak balik, mumpung masih di sini. Matilah. Aku tidak berpikir kamu sadar ini apa. Tapi kamu sudah sekarat.”

Tangan ayah mendadak hilang…. “Apa yang terjadi padaku?”

Lanjut ke bagian 5 klik di sini yaaa…

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!