Sinopsis Hotel Del Luna Episode 1 Part 1

Sinopsis Hotel Del Luna Episode 1 Part 1 – Haloooooooo guyssssss…. kali ini di besoksore.com mau coba buat sinopsis Hotel del Luna yaaa… episode selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini yaa... drama ini dari TVN so, durasinya lebih dari 60 menit perepisode jadi pembagiannya bakalan banyak. Awal tayang drama ini pada tanggal 13 juli 2019. Episode 1 kali ini durasinya 1 jam 13 menit. Sooo kita lihat aja nanti dipecah jadi berapa yaa guys.

Episode pertama diawali dengan suatu padang rumput yang tinggi penuh ilalang.

Hari nampak senja dan terlihat kuda dengan gerobaknya yang dibawa oleh seseorang. Orang itu adalah IU yang memerankan peran Jang Man Wol. Angin yang kencang kemudian membawa selendang yang dipakai Man Wol terbang terkena angin.

Selendang itu kemudian tersangkut di dahan dan diambil oleh sekelompok prajurit. Prajurit memberikan kode untuk kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

Hari berganti malam. Ahjumma bertanya pada Man Wol. “Kamu dari mana? Ini satu-satunya tempat kau bisa minum. Apakah kamu orang muzu? Kamu tak terlihat seperti orang Georan. Apa kamu orang Malgal? Karena kamu membawa pedang, kamu seorang prajurit?”

Man Wol diam dan meminum minumannya. Kemudian ia bicara… “Rasa anggurnya mengerikan dan kamu sangat berisik.” Ucapnya sangat ketus.

Man Wol kemudian menyiram anggurnya di tempat lain, lebih tepatnya gerobak peti mati yang ia bawa. ia menuangkan seperti pada makam.

“Apakah ada yang mati?” tanya ahjumma. “Atau, kamu membunuh seseorang? Hei…. hanya ada dua jenis orang yang melewati jalanan ini dalam cuaca yang mengerikan. Baik itu seorang pembunuh atau yang sedang dalam perjalanan menuju kematian.”

“Kamu sudah sangat lama hidup dengan mulut besarmu itu.” Lagi-lagi ketus. “Sangat tidak berguna, haruskah kupotong lidahmu, agar kamu bisa berumur panjang dengan nyaman?”

“Hei… lidah tuaku ini mungkin tak bisa mencicipi anggur yang enak, tapi ia tahu bagaimana mengatakan sesuatu yang bisa membantu. Sepertinya kamu sudah lama berkeliaran. Hendak ke mana kamu?”

“Aku mencari penginapan. Aku dengar ada penginapan di padang gurun ini yang menghibur jiwa orang mati.”

“Kamu pasti mencari hotel del luna.”

“Kamu tahu?” Man Wol nampak sedikit keget.

“Aku dengar itu adalah penginapan untuk orang mati yang masih berkeliaran di kehidupan ini.”

“Di mana tempat itu? Kemana aku harus pergi?”

“Kamu bisa pergi ke sana. Hanya orang mati yang bisa pergi ke sana. Sama seperti orang-orang yang berdiri di sana.” Di belakang IU, mendadak banyak roh-roh bergantayangan. “Banyak sekali kekacauan yang kamu bawa dalam peti mati ini?” aahh yaa… rupanya gerobak yang dimaksud adalah peti mati rupanya.

“Mereka adalah orang-orang yang mati karena aku.”

“Dan siapa lagi yang kamu bunuh untuk mereka yang akhirnya mati?”

IU mengeluarkan pedangnya dan ditaruh di leher ahjumma. “Tutup mulutmu. Katakan saja padaku jalanannya.”

“Bulan purnama? Bulan yang dipenuhi dengan banyak dendam.”

“Katakan. Aku mencoba bertanggung jawab atas mereka yang kubunuh.”

“Kamu bahkan tidak bisa bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kamu tidak punya kemampuan untuk mengurus kehidupan orang lain.”

“Sudah kubilang akan kupotong lidahmu. Jika kamu terus mengatakan sesuatu yang tak perlu. Katakan saja jalannya. Jika tempat itu hanya dapat ditemukan oleh orang mati, aku rela bunuh diri.” IU menaruh pedang pada lehernya.

“Sungguh jiwa yang malang. Pikirmu kamu dapat menanggung segalanya dengan mengorbankan hidupmu? Tapi itu keinginan yang percuma.”

“Itu satu-satunya yang tersisa yang bisa aku berikan.”

Lanjut ke bagian 2 yaa guys. klik di sini yaaa…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat