Sinopsis Golden Garden Episode 9 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 9 Part 1  – Haloooo, episode sebelumnya ada di sini yaaaa... selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih yaaa guys, dan selamat membaca saja untuk kalian.

Karena merindukan ayahnya, masih di kedai ayam milik nenek, Mid Eun menghibur Sarang. Seperti biasa, Mid Eun bisa menghibur adiknya.

>>>>

Supir Lee kembali dikunjungi Emak dari Sabina *keterangan di rumah sakit, namanya diganti cuy.

Saat masuk ke dalam ruangan, banyak sekali sketsa gambar milik Sabina.

Dokter pun menjelaskan. “Awalnya para perawat terkejut. Mereka masuk untuk memeriksanya dan melihat gambar-gambar ini. jadi, mereka membawakannya kertas. Dia menggambar hal yang sama sejak saat itu.”

“Kalau begitu, apa keponakanku sudah sadar sepenuhnya?”

“dia mengalami PTA, selama kecelakaan itu, lobus temporalisnya cidera. Jadi, dia mengalami amnesia pascatrauma.” *anjayyyy ini tipikal sekali cerita kayak begini.

“Jadi, kemungkinan dia tidak ingat apapun.?”

Dokter mengambil sketsanya. “anda mengenalinya? Melihatnya terus menggambarnya. Dia pasti sangat penting baginya. Jika dia melihat wanita itu, itu mungkin akan mengambalikan ingatannya.”

“Baik. Aku mengerti. Aku akan cari tahu soal itu.”

Emak bicara pada Lee. “Ponakan… apa kamu benar-benar tidak mengenalku?”

****

Kembali ke adegan di tempat parkir antara sabina, Choi, Cha Pil Seung dan Eun Dong Ju.

“Jawab aku, kamu Eun Dong Ju, bukan?”

“Apa maksudmu?” Tanya Choi Joon Ki yang emang nggak tahu apa-apa.

“Tunggu. Ulangi perkataanmu lagi. Kamu pikir aku siapa?” Tanya Sabina.

“Eun Dong Ju, itu nama aslimu.”

“Jangan bilang kamu lupa namamu sendiri. Kamu Eun Dong Ju, bukan aku.”

“Kumohon, katakan yang sebenarnya. Itu karena anak-anak, anak-anak telah menjadi piatu…”

“Ada apa ini?” Tanya Joon Ki lagi. “Kenapa ocehanmu sangat mengganggu sekali.”

“Bukan begitu. Maksudku, Lee Sung Wook tbtb menghilang…”

“Cukup.” Ucap Cha Pil Seung. “Jangan ikut campur lagi.”… “Maafkan aku. Aku harus menyelidiki sesuatu, jadi, aku menghargai kerjasamamu. Jika bersedia, kita bisa ke tempat lain.”

****

Emak bicara berdua dengan Supir Lee.

“Apa maumu?” tanya Emak. “kenapa kamu terus menggambar dia. Aku tidak pernah menyukaimu seumur hidupku. Lebih buruk lagi. Kamu membuatku jijik dan membuat darahku mendidih. Kamu harus sadar diri. Kamu belum dewasa. Kamu menghasut seorang gadis muda dan menghancurkan hidupnya. Sekarang, kamu menabrak mobilnya dan menjadi mayat hidup. Yang kumiliki untukmu hanya penderitaan. Kamu tahu apa dosamu? Jika dunia tidak membantumu dengan situasimu, kamu seharusnya sekuat tenaga untuk menjadikannya lebih baik lagi. Beraninya kamu menyeret putriku ke dalam kesengsaraan. Jadi, tolong lupakan dia. Lupakan.”

Emak marah dan merobek-robek gambar sabina.

>>>

Sabina menelepon ibunya. “Gawat. Polisi tahu namaku.”

“Bagaimana? Bagaimana mereka bisa tahu?”

“Mereka bilang Lee Sung Wook menghilang dan bertanya apakah aku ibu anak-anaknya, Eun Dong Ju.”

“Tenanglah. Kamu harus tenang saat seperti ini.”

“Omma…”

“Tunggu. Katakan saja yang sebenarnya. Jika kamu membohongi mereka, mereka akan tahu.”

“Apa rencana ibu?”

“Hanya ada satu jalan keluar. Tunggu.” Emak pergi dari rumah sakit.

***

Kini mereka berempat lagi…

“Apa yang membuatmu penasaran?” Tanya Sabina.

“Ini adalah masalah pribadi.” Ucap Pil Seung. “Kita bicara empat mata saja.”

“Tidak. Tidak ada yang kusembunyikan dari Joon Ki. Meski dulu ada yang kusembunyikan, aku tidak mau lagi seperti itu.” Sabina memegang tangan kekasihnya.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan bertanya. Pertama, kamu mengenal Lee Sung Wook, bukan?”

“Ya. Aku mengenalnya.”

Pil Seung mengeluarkan video Sabina dan Lee Sung Wook di Galeri. “Selama acara di galeri callas. Dia membuat keributan di depanmu. Ada apa?”

Joon Ki menjawab. “Ini bukan apa-apa. Dia menerobos masuk dan…”

“Dia menyebutku. Eun Dong Ju. Dia juga bilang aku Ibu Mid Eum.”

“Mid Eum Omma? Jadi, benar. Itu semuanya benar.” Ucap Dong Ju ikut campur yang kok malah ganggu ya? “Aku merasa frustasi. Anak-anak bahkan tidak tahu ayah mereka hidup atau mati.”

“Diamlah.” Ucap Pil Seung. Kemudian lanjut bicara. “Pagi ini, kamu pergi ke rumah di bukit di Paran-dong, bukan? Kamu bertemu dengan bocah itu. Mid Eum.”

“Benar. Semua itu benar. Aku bertemu dengan putranya.” Ucap Sabina.

“Apa yang terjadi? Kenapa kamu ke sana?” tanya Joon Ki.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!