Sinopsis Golden Garden Episode 7 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 7 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah membaca di marihhh..

Saat esok harinya, nenek datang ke rumah sakit dan tidak mendapati Eun Dong Ju menjaga cucunya, hanya ada memo bertuliskan Eun Dong Ju akan pergi selama 1 jam dan minta dipotong gaji.

Cha Pil Seung menebak kalau Eun Dong Ju pergi ke rumah anak-anak Supir Lee.

*****

Kembali ke Sabina. “Anda ingin menemui ayahku? Aku tidak tahu di mana ayahku. Semalam dia tidak pulang.”

Kemudian Mid Eun mau pergi… “Tunggu, kamu… siapa namamu?”

“Lee Mid Eun. Kenapa?”

“Kamu Mid Eun…. kamu sudah besar. Kamu sungguh sudah besar.”

“Ahjumma siapa? Anda mengenalku? Apa anda ibuku? Benarkah?”

“Aku… aku hanya…” Sabina pun melihat baju Mid Eun yang nampak lusuh dan rusak.

***

Kilas balik.

Sabina mengingat dirinya yang hidup miskin, mengasuh anak dan mengurusi cucian dengan repot. Ia juga ingat kalimat ibunya yang berkata itu adalah hidup bagaikan di neraka.

Kilas balik selesai.

***

“Kamu Ibu bukan?”

“Jawab dia… dia bertanya…” Ucap Emak yang berjarak beberapa langkah.

“Ibumu? Siapa ibumu? Sepertinya ibumu kabur dari rumah. Dengarkan aku. Sadarlah dan lakukan sesuatu untuk pergi dari sini. Begitulah cara membalas dendam kepada ibu yang mengabaikanmu. Paham?”

Sabina pun turun. “Ayo Omma. Kita tidak akan kembali ke sini,”

***

Mid Eun bertemu dengan Eun Dong Ju.

“Kamu ingat Noona bukan? Apa apa? Kenapa kamu menangis? Apa terjadi sesuatu?”

“Sarang sakit.”

***

Emak dan Sabina mengobrol di dekat laut.

“Kita setara. Dunia adil? Apa pun mungkin jika kita berusaha keras? Kita tahu bahwa semua itu adalah omong kosong. Jika dilahirkan miskin. Bagaimanapun usaha kita. Kita hanya akan menggali tanah di dunia ini seumur hidup kita. Jadi, kita harus menerimanya dan hidup dalam kemiskinan seumur hidup. Atau kita harus berbuat licik untuk naik ke puncak dan hidup dengan layak. Kita harus memilih salah satunya. Sabina, kamu cantik, manis, dan cerdas. Jadi, ini bukan tempatmu, kamu harus ke puncak. Kita bisa apa? Kamu tidak terlahir seperti itu. Jadi, kita harus berusaha sendiri dengan cara apapun. Setidaknya ini yang bisa kita lakukan.”

“Omma…”

“Direktur Choi Joon Ki. Ibu menyukainya. Dengan uangnya. Dia bisa membelikan apa pun yang kamu inginkan. Dia bisa memberimu kehidupan yang kamu inginkan.”

“Bagaimana dengan ibunya. Pimpinan Jin? Dia tidak mudah ditangani. Dia mempermalukanku di depan banyak orang kemarin. Seolah-olah dia sudah tahu.”

“Jangan khawatir. Sebentar lagi dia akan takluk. Dia bisa apa jika masa depan putranya yang berharga tergantung kepadamu? Insiden semalam adalah kunci untuk masuk rumah mereka.”

“Lantas, apa yang dilakukan untuk sekarang?”

Kemudian sabina melihat ponsel Supir Lee dengan wallpaper Mid Eun dan Sarang.

***

Eun Dong Ju mengurus Sarang yang sakit. Dengan telaten dan sabar, Eun Dong Ju mengurus Sarang yang tadinya tidak mau minum obat.

Dan tbtb Mid Eun teriak mendapat sms bahwa ayahnya baik-baik saja.

***

Mi Ju sendiri sedang mendekap di dalam penjara.

Mi Ju membuat alasan dia sakit agar bisa dikeluarkan dari sel tahanan.

Eun Dong Ju lari ke kantor polisi dan menyampaikan pesan Supir Lee pada Mid Eun. Pesan berisi permohonan maaf tidak bisa dihubungi, ayah ke luar Seoul dan anak-anak dilarang lapor polisi.

Mi Ju tentu saja bisa bebas.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!