Sinopsis Golden Garden Episode 5 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 5 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.… terima kasih sudah mengikuti sinopsis di besoksore yaaaa…

Ibu Jin, Ibu dari Choi Joon Ki melihat berita dan foto mengenai acara Grup yang dimilikinya. Ia pun melihat foto sabina kemudian marah. Dan tak sengaja ia menjatuhkan figura foto anaknya. *firasat seorang Omma.

***

Sekretaris Han melihat Nyonya Jin yang terluka. “Anda terluka?”

“Sesuatu… ada yang terasa janggal. Apa Joon Ki sudah pulang dengan selamat?”

“Aku sudah meneleponnya, tapi tidak menjawab.”

“Apa dia bersamanya? Cari dia. Dia banyak minum. Aku takut dia mengalami kecelakaan.”

“Baik.”

“Bagaimana dengan suamiku?”

“Dia pergi di tengah pesta.”

“Dia memang tidak berguna, jika tidak bersikap sebagai suami yang baik, setidaknya harus bersikap sebagai suami yang baik. Joon Ki anak tunggalnya.”

***

Joon Ki masih ada di mobil bersama Sabina. “Apa dia sudah mati?”

Sabina melihat ke spion. Melihat Supir Lee. “Aku yakin. Hanya ada satu cara. Yang berlalu biarlah berlalu. Kita harus menyembunyikan ini. kita harus pindahkan dia ke tempat yang aman.”

Joon Ki menghubungi polisi… dan baru bilang… “Polisi…”

Sabina langsung mengambil ponselnya. “Apa yang kamu lakukan?”

“Seperti katamu. Yang lalu biarlah berlalu. Kita tidak boleh melakukan kejahatan lagi. Jangan sampai ini menjadi tabrak lari. Kita harus menyerahkan diri dan menerima hukuman.”

“Menerima hukuman? Bagaimana caranya? Kita membunuh seseorang. Semua orang akan memerhatikan keluargamu yang kaya. Kamu sadar besarnya masalah yang dihadapi keluargamu jika sampai terungkap?”

“Itu tidak penting. Bagaimanapun juga, dia tiba-tiba melompat ke depan mobil. Jika kita memberikan uang yang masuk akal..”

“Berdamai apanya? Kamu tahu mobil ini bau alkohol?”

“Kamu menyetir sambil mabuk dan mengebut. Kamu pasti akan dipenjara. Kamu kira semua akan beres jika menyewa pengacara andal dan dipenjara untuk sementara? Bagaimana dengan ibumu? Dia menerima bekas napi? Seperti katanya, dia mempertaruhkan segalanya untuk perusahaannya dan membenci skandal. Pewaris tidak becusnya kini mantan napi yang memalukan.”

“hentikan! Hentikan sekarang juga! Jadi, aku harus bagaimana?” Joon Ki menangis.

“Keluar.”

Sabina keluar lebih dahulu. Kemudian diikuti Joon Ki.

***

Karena menunggu lama. Anak-anak makan dan hanya makan mie instan.

“Karena appa bilang akan membawa ayam. Aku akan makan sedikit.” Ucap sarang.

“telepon masih belum dijawab. Apa terjadi sesuatu.” Ucap Mid Eun.

“Mungkin battery ponselnya habis. Itu pernah terjadi.”

Kemudian ada tamu datang, Cha Pil Seung dan Eun Dong Ju.

“Siapa anda?” Tanya Mid Deun.

“Apa ayahmu Lee Sung Wook? Apa dia belum pulang?”

****

Sabina menyetir dengan wajah iblisnya. Joon Ki dengan wajah bodohnya.

“Kita mau ke mana?” Tanya Joon Ki.

Sabina hanya diam dan terus menyetir. Hingga sampai di bangunan kosong.

“Cepat selesaikan sebelum matahari terbit.” Ucap Sabina. Mereka pun membuka bagasi berisi Supir Lee.

****

“Ini orangnya?” Tanya Cha Pil Seung menunjukkan foto keluarga pada Eun Dong Ju.

Dong Ju mengangguk.

Setelah melihat keadaan rumah. Dong Ju bertanya. “Apa hanya kamu dan kakakmu yang tinggal di sini? Tidak ada orang lain? Kamu belum makan malam. Kamu pasti lapar. Ayo makan.”

“Hei nak. Apa ayahmu meneleponmu? Ahjussi bukan orang jahat. Ayahmu meneleponmu?”

Mid Eun muncul membawa air. “Kamu siapa? Bagaimana kamu bisa mengenal ayah kami?”

“Begini. aku meninggalkan sesuati di taksi ayahmu kemarin. Katanya dia menyimpannya.”

“Sebuah tas.” Tambah Pil Seung. “Kamu pernah melihatnya?”

“aku tidak tahu.”

“Apa ayahmu pulang larut setiap malam?”

“Tidak. Hari ini, tugasnya di parkir valet, dia bilang selesai pukul 21,00. Tapi tidak bisa dihubungi.”

Cha Pil Seung memberikan nomor ponsel pada Mid Eun.

Saat akan pergi. Sarang menangis karena Mid Eun mulai takut terjadi sesuatu pada ayahnya.”

*merasa curiga, Pil Seung menghubungi rekannya untuk menyelidiki di mana Supir Lee.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!