Sinopsis Golden Garden Episode 5 Part 1

Sinopsis Golden Garden Episode 5 Part 1 – Halooo guys, episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu ditulisan yang ini. terima kasih buat yang sudah ngikutin sinopsis di sini ya.

Di rumahnya, sarang sedang menggambar ayahnya. “Oppa yaa, aku menggambar Appa.”

“Wahh kamu pandai menggamar.”

“Akan kutunjukkan padanya begitu dia pulang.”

“Appa akan menyukainya. Ayo mandi. Angkat kepalamu.” Pokoknya Mid Eun begitu mengurus adiknya. Sangat polos, tanpa tahu ayah mereka sedang dalan bahaya.

****

Lalu bagaimana dengan Supir Lee yang ditabrak.

“Ayo kita kembali ke kantor polisi.” Ucap Pil Seung pada Eun Dong Ju di dalam mobil.

“Tunggu.”

“Kenapa?”

“Kamu mendengar itu?”

“Mendengar apa?”

“Suaranya seperti decit ban.”

“Apa ada kecelakaan?”

****

Saai itu supir Lee masih bisa bangun.

“Lee Sung Wook.” Ucap sabina yang ketakutan melihat supir lee bangun.

Sabina tak kalah kaget saat melihat pelaku penabrakan.  Tak lama, Lee Sung Wook pingsan lagi.

“Di sana. Ada yang datang.” Ucap sabina pada Choi Joon Ki. “Ayo pindahkan dia.

Sabina dan Choi Joon Ki malah memindahkan Lee ke pinggir.

Kemudian… Sabina mengkisseu Choi Joon Ki.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Joon Ki.

“Lakukan saja perintahku.”

Saat mobil Pil Seung melintas. Jadinya mereka melihat adegan kisseu.

“Memangnya mereka sedang syuting drama?”

“Tunggu.” Ucap Eun Dong Ju.

“Abaikan saja mereka.”

“Tidak. Hentikan mobilnya.”

“Ayolah.”Pil Seung akhirnya menepikan mobilnya. “Nona cutbrai, kamu tidak mencoba menipuku bukan?”

“Lima menit saja. Hanya itu yang kubutuhkan.”

***

“Mereka berhenti….” Bisik Joon Ki. “Lampunya…. kita akan ketahuan.”

“Jangan khawatir.” Sabina pun berdiri di samping lampu mobil supaya menutupi jejak bekas tabrakan.

Kemudian Eun Dong Ju datang. “Permisi. Itu kamu bukan? Ini aku Eun Dong Ju. Kita bertemu di toilet kemarin.”

“Ahhh…”

“Maafkan aku. Aku berniat melewatkanmu karena tampaknya kamu sibuk. Tapi aku senang bertemu denganmu. Dan aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi. Omong-omong, aku tbtb mendengar suara mobil berhenti. Itu mobilmu bukan?”

“Itu…” Joon Ki gugup.

“Bukan apa-apa.” Ucap sabina.

“Begitu rupanya. Aku khawatir kamu mengalami kecelakaan. Kamu sungguh baik-baik saja?”

“Ini bukan apa-apa. Sebenarnya, kami bertengkar, aku meninta dia menghentikkan mobil. Kurasa itu yang kamu dengar. Kami hanya berbaikan. Benar bukan?” Ucap sabina.

“Ahh yaa… kalau begitu syukurlah. Ah ya. Aku bertemu ibumu pagi ini..”

Pil Seung berkata. “Waktu lima menitmu sudah habis. Ayo….”

“Senang bertemu denganmu. Kami juga agak sibuk.” Ucap sabina.

“Btw, kamu tahu aku melihat semuanya?” Ucap Eun Dong Ju. “Kamu menghadiri acara I dan K Grup, bukan? Aku melihatmu di sana tadi. Aku hendak menyapa, tapi kupikir bertemu untuk ketiga akan tampak seperti takdir, jadi, aku hendak menyapa setelah pertemuan ketiga. Melihat bagaimana kita bertemu untuk kali ketiga. Ini pasti takdir.”

“Berhenti mengobrol dan ayo pergi.” Ucap Pil Seung.

“Kalau begitu. Sampai jumpa.”

Ada bunyi telepon…. sabina mengambil ponsel itu yang terjatuh di aspal. “Aku menjatuhkanya saat kita bertengkar.”

“Kamu tidak menjawabnya?” tanya Pil Seung.

“Aku akan menjawabnya nanti. Bukankah kalian harus pergi?”

“Ahh ayo pergi.” Ucap Pil Seung pada Eun Dong Ju.

****

Ponsel berdering dan tertulisakan nama. “Putraku”

***

“Aneh sekali.” Ucap Eun Dong Ju di dalam mobil.

“Apa yang kamu pikirkan?”

“Bukankah mereka sedikit aneh?”

“Kamu tahu apa yang paling kuhargai? Sadar siapa dirimu!!! Kamu tersangka yang sedang dikawal. Kenapa kamu sangat penasaran dengan orang lain? Kamu lebih penasaran daripada kucing.”

“Aku sangat senang bertemu denganmu. Tidak mudah bertemu orang asing sebanyak tiga kali. Dia tidak tampak seperti orang asing bagiku. Kamu tahu rasanya bertemu seseorang yang langsung memikatmu? Aneh sekali. Apa yang mereka ributkan tapi kok suasanya aneh. Pria itu bahkan tidak melihat kita.”

“Kelihatan pria itu juga banyak berkeringat.”

“Dia juga membicarakan dirinya secara berlebihan. Kemarin dia hanya bicara sedikit. Tapi hari ini, dia terus mengoceh. Pasti ada sesuatu yang terjadi.”

“Berhenti! Tolong berhenti membuatku bingung dan cemaskan dirimu sendiri. Di mana tasnya?”

“Kenapa kamu berteriak? Tasnya ada di tangan supir itu!”

“Baiklah. Mari kita temui dia sekarang juga dan cari tahu.”

***

Dengan polosnya, Mid Eun dan Sarang menunggui ayahnya di tempat bus. Tapi ayahnya tidak muncul juga.

“Oppa. Apaa juga tidak ada di bus itu.”

“Kamu pasti mengantuk.”

“Tidak.”

“berbaringlah….”

Kok sedih yaa.. lihatin dua anak yang cuma punya ayah dan ayahnya dijahatin orang.

****

klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!