Sinopsis Golden Garden Episode 4 Part 3

Sinopsis Golden Garden Episode 4 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membacaaa yaaa…

Eun Dong Ju berusaha menenangkan Supir Lee. “Minumlah ini. hati seseorang adalah sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan. Karena dia mengabaikan anaknya selama 12 tahun. Dia tidak berniat kembali. Lebih baik….”

“Tempat ini akan tutup 21.00. aku menyimpan tas itu dengan aman. Ikuti aku. Akan kuberikan kepadamu.”

“Temanku akan menungguku. Aku akan meneleponnya.” Kemudian Eun Dong Ju pergi.

***

Saat sedang minum, Supir Lee melihat Sabina.

***

Eun Dong Ju menelepon. “aaaahh sialll… dia bahkan tidak menjawab teleponku.”

Akhirnya ditulisalah sms.

Aku bertemu dengan supirnya dan setelah pukul 21.00…

Belum selesai ngetik. Ada telepon.

“Nee…” Eun mengangkat teleponnya.

“Eun Dong Ju, di mana kamu?” Tanya Pil Seung.

“Siapa ini?”

“Kamu tidak mengenali suaraku?”

“Ahhh gitaaar…” Eun langsung menutup teleponnya.

“Bagimana ini?”

“Tidak ada yang bisa kamu lakukan selain ikut denganku.” Tbtb Cha Pil Seung muncul dari belakang.

***

Di jalanan, sabina belum menemukan taxi hingga kakinya kesakitan. Supir Lee pun mendekatinya.

***

Joon Ki malah minum-minum sambil terus menghubungi Sabina yang tidak bisa dihubungi.

***

Supir Lee dan Sabina bicara di semacam kebon atau hutan gitu deh.

“Eun Dong Ju…”

“Bagaimana kamu tahu aku di sini? Ada yang melihatmu? Katakan!!! Apa ada yang melihatmu?”

“Hanya itu yang bisa kamu katakan kepada suami yang kamu temui setelah 12 tahun lamanya?”

“Suami?”

“Ya. Suami. Jika tinggal bersama dan punya anak. itu pasangan.”

“LEE SUNG WOOK…”

“Apa yang kamu takutkan? Hanya karena sekarang kamu sabina dan berpura-pura menjadi orang lain, bukan berarti kamu bukan Eun Dong Ju.”

“Apa?”

“Selain itu. Aku melakukan semuanya untukmu. Aku sangat mencintaimu. Tidak… lupakan saja.lupaka itu, tapi putra kita…kamu melahirkan putra kita, Mid Eun. Kamu Ibunyam tapi apa kamu tidak pernah memikirkan dia?”

“Hentikan.”

“Bahkan hewan tidak melupakan bayi mereka. Bayi kecil yang sudah kamu lahirkan. Kini sudah kelas 5 SD. Anak malang itu tumbuh besar tanpa mengetahui wajah ibunya. Karena kamu tidak menginginkan kami. Aku akan meminta satu hal darimu. Aku tidak mau anakku tumbuh dengan membenci ibunya. Temui dia sekali saja. Temui dia dan minta maaf kepadanya. Belai dia sekali saja. Itu sudah cukup.”

Supir Lee memegang tangan Sabina dan langsung dilepaskan. “dengarkan aku baik-baik. Saat orang hidup. Mereka membuat kesalahan. Beberapa kesalahan bisa dimaafkan. Tapi ada beberapa yang tidak. Pertemuanku denganmu adalah kesalahan yang tidak bisa kumaafkan. Yaaa… bagiku, kamu adalah kesalahan. Noda dalam kehidupanku. Dan luka buruk yang tidak bisa kuhapus. Jika memungkinkan, aku ingin membedah otakku dan menghapus masa-masa yang kuhabiskan bersamamu. Kamu bahkan bilang hewan mengenali bayi mereka. Yaaa…aku tidak lebih baik daripada hewan. Bukan hanya kamu, tapi anakku juga sudah mati bagiku. Saat kutinggalkan rumah itu dahulu. Aku sudah mengubur kalian semua!!!!!”

“Eun Dong Ju.”

“Jangan panggil aku begitu. Kamu harus menguburku seperti yang kulakukan. Kita tidak boleh bertemu selama kita hidup. Akan kuterima semua hukumanku saat sudah mati nanti. Jadi, dalam kehidupan ini. turutilah permintaanku.”

Super Lee mencegah Sabina pergi. Tapi sabina mendorongnya hingga jatuh.

“Aku terlalu baik untukmu, sekarang dan dulu. Lupakan aku! Lupakan aku! Lupakan aku!!! Berhentilah mengikutiku!!! Enyahlah dari hidupku!!!”

“Dong Ju. Mid Eun Omma…”

Sabina lari ke jalan. Kemudian Supir Lee mengejar.

Dalam hitungan detik. Saat Lee berlari ia tertabrak mobil.

Sabina berhenti mendengar suara tabrakkan. Begitu juga dengan pengemudinya.

Di dalam mobil itu, ada Choi Jun Ki… “Apa yang baru saja terjadi?” ia melihat dari kaca spion ada yang tergeletak.

Kemudian dari kejauhan ada mobil yang akan melintas. Ada Eun Dong Ju dan Choi Seung Pil di dalamnya??

Bersambung. klik di sini kelanjutannya.

Komentarnya ditulis di post lain aja ya. Di kesan pertama. klik di sini kesan pertamanya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *