Sinopsis Golden Garden Episode 1 Part 2

Sinopsis Golden Garden Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih guys…

Di sebuah salon. Sabina datang untuk dirias. Dia bahkan tidak mau dirias oleh pelayan biasa. Harus  direktur Song…. sombong ya.

Emak nanya ke sabina. “Apa Dir Choi bilang akan datang hari ini?” *doi pacarnya sabina.

“Omma. Aku akan mengurusnya.”

“Ingat apa kata Omma. Jangan siap menerima apapun yang mereka berikan. Tahu dirilah. Dengan begitu, kamu akan mengubah hidupmu.”

***

Beda nasib yang sedang dirias menjadi mahakarya di hari ultahnya. Eun Song Ju malah lagi diobati karena gigitan dari bambi.

“Kamu serius? Apa kepalamu tertembak? Kamu memainkan rolet rusai, tertembak di kepala. Dan tidak bisa berpikir jernih?” Ucap Oh Mi Ju  teman serumah Dong Ju. “Kamu sudah bekerja keras dan merawat pasienmu. Lalu mereka memecatmu tanpa memberimu uang?”

“Berhenti teriak. Telingaku sakit.”

“Kamu bodoh!  Kamu hanya punya tubuh dari orangtuamu yang tidak kamu kenal. Setidaknya kamu harus menampar mereka. Dan mendapatkan uangmu. Bagaimana kamu bertahan di dunia yang kejam dengan hati yang lembut seperti itu?”

“Tetap saja aku lega. Jika aku mengatakan yang sebenarnya, mereka akan bercerai. Zaman now, banyak yang bercerai. Aku menyelamatkan pasangan muda.”

“YAAKKK EUN DONG JUUUU”

Eh tbtb ada pemilik rumah membawa penghuni baru untuk melihat kondisi rumah.

“Tunggu. Ahjussi apa yang terjadi?” tanya Dong Ju. “Aku tidak berencana untuk pindah.”

“Agassi itu yang mau pindah. Dia sudah membayar uang bulanan dengan uang jaminan.”

***

Kini Eun Dong Ju yang marah pada Mi Ju.

“Maaf. Aku salah. Si penyihir Se Hee memancingku, dia bilang aku harus merilis album. Tapi setelah mengambil uangku, dia melarikan diri.”

“Orang yang bodoh itu kamu, bukan aku! Sekarang bagaimana? Seperti katamu, aku hanya meninggalkan panti asuhan hanya dengan tubuku. Aku bekerja keras untuk mendapatkan rumah ini. tapi sekarang, kita akan kembali ke jalanan!”

“Uang datang dan pergi. Kita bisa mendapatkan lebih banyak uang. Percayalah padaku.” Ucap Mi Ju.

“Bagaimana caranya? Rumah sakit akan segera memecatku.”

“Aihhh… unnie akan mengurusmu. Meski langit terbalah dua. Selalu ada jalan. Meski tidak punya uang, kita punya kartu kredit. Pertama, kita dandan dulu. Kamu menggantikan Se Hee dan tampil bersamaku.”

“Apa?”

“Bukankah ini hari ultahmu? Aku akan tampil di hotel bagus malam ini. setelah selesai tampil. Akan kusiapkan pesta besar untukmu. Kamu seharusnya bersyukur aku temanmu. Jika bukan karena aku, bagaimana orang sepertimu merayakan ultahnya di hotel bagus.”

“kenapa aku seperti ini? selain dipecat, sekarang, aku akan menjadi gelandangan! Ini hari ultah terburuk yang pernah ada.”

***

Lain cerita dengan Sabina. Ia sedang masuk wawancara di TV.

“Dia kreator kecantikan nomor 1 di negara ini dan punya 1 juta pengikut.”

“Halo… aku sabina.”

“Semuanya, ini juga hari ultah sabina. Kita harus merayakannya.” Sabina pun dikasih bunga.

“Terima kasih. Ini ultah terbaik.”

“Bagi yang tidak tahu apa itu kreator kecantikan. Kami mengikutinya dan merekamnya.” Kemudian ditunjukkan semacam video sabina lagi jadi tata rias, pemotretan, rapat tentang busana juga.

“Kamu sungguh luar biasa. Baik. Kami ingin mengenal sabina lebih baik. Ini pertama kali kamu siaran langsung. Kamu sudah siap?”

“Jangan beri pertanyaan sulit.” Sabina sok cekikikan.

“sebagai orang korea amerika yang belajar di Parsons, amerika. Kamu lahir di amerika?”

“Ya. Aku pindah ke US saat masih sekolah.”

“Jadi, itu sebabnya kamu fasih berbahasa korea. Teman masa kecilmu mungkin mengenalimu lewat acara ini. bisa kamu katakan nama koreamu?”

“Nama korea? Maafkan aku. Itu sudah lama sekali dan aku mengubah namaku. Jadi, kurasa itu tidak akan membantu. Aku akan tetap menjadi sabina yang misterius.”

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!